Tsawabit dan Mutaghoyirat

Jogjakarta, Ahad, 06 April 2008
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

Kajian Manhaj @Masjid Fak. Kehutanan
By : Ustad Tulus Mustofa (Dosen Fak. Peternakan, Ikadi Jogja)

Tsawabit dan Mutaghoyirat

Tsawabit = hal yang tetap
Mutaghoyirat = bisa berubah

Pada dasarnya, aqidah itu tsawabit, tapi ada sisi – sisi yang mengundang perdebatan .
Hal –hal yang termasuk kategori Tsawabit :
Tauhid adalah misis dakwah semua Rasul, ajaran pertama kali, pangkal keselamatan dunia dan akhirat.
Pernyataan tauhid belum betul hanya dengan mengakui Allah sebagai pencipta, Pemberi rizki, dll.
Beribadah hanya kepada Allah adalah pembeda antara tauhid dan musyrik.
Ibadah mencakup amal hati, anggota badan, serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah, baik perkataan, lahir, dan batin.
Ibadah : karena cinta, syukur, kewajiban, atau karena ga enak ma teman?
Beribadah selain kepada Allah dalam hal kekuasaanNya adalah syirik besar.
Allah pemilik hak perintah dan pembuat syari’ah secara mutlak.
Iman kepada Allah yang disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits, tanpa tahrif (penyelewengan makna), ta’thil (penafi’an makna), tanpa takyif (penggambaran), dan tamtsil (penyamaan dengan sifat makhluk) mutasyabihat (memunculkan interpretasi/tafsir)
Al Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk. Ia berasal dari Allah dan kembali kepadaNya.
Orang – orang mukmin paling nikmat adalah melihat wajah Allah.
Loyalitas atau wala’ diri terhadap orang – orang mukmin dan pemutusan hubungan keagamaan/ bara’ diri dengan orang – orang kafir adalah syari’at iman.
Setiap perkataan perbuatan yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As sunah adalah gugur dan setiap aturan yang dilandaskan pada penentangan terhadapnya maka ia kehilangan legalitas syari’at.
Iman kepada taqdir dan iman bahwa apa yang ALLAH kehendaki pasti terjadi. Apa yang harus menimpa manusia meleset dariNya, dan apa yang harus meleset dariNya tidak mungkin menimpaNya.

Hal yang termasuk Mutaghoyirat :
Pembagian tauhid kepada tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat.
Persoalan tasyrik dimasukkan ke tauhid rububiyah atau tauhid uluhiyah ?
Apakah wala’ dan bara’ termasuk makna tauhid atau termasuk konsekuensi?

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

= LoveAlloh_Atik =

Responses

  1. Benarkah orang non-Muslim itu mengakui rububiyah Allah seperti dinyatakan Shalih Fauzan cs?
    Kunjungi blog kami


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: