Angkatlah kain bajumu!

Subuh itu, kota Madinah geger. Gempar. Amirul mu’minin Umar ibn al-Khaththab ditusuk orang dari belakang saat memimpin shalat subuh berjama’ah. Penjahat bernama Abu Lu’lu’ah al-Majusy itu sungguh lihai. Tusukannya benar-benar telah menembus sang amirul mu’minin. Beliaupun segera dibawa ke rumahnya.

Para sahabat berkumpul di sisi Amirul mu’minin. Semuanya menyaksikan benar bahwa nampaknya hingga disinilah takdir kehidupan beliau. Luka itu terlalu parah. Sangat kecil kemungkinan untuk selamat.

Detik demi detik pun berlalu. Dan kondisi sang Amirul mu’minin semakin lama semakin lemah. Satu persatu penduduk kota Madinah pun datang menjenguk pemimpin mereka. Seolah ingin mengucapkan selamat jalan. Di antara kerumunan penduduk itu, masuklah seorang pemuda menemui Umar ibn al-Khaththab. Ia menghibur Amirul mu’minin dengan berkata, “Bergembiralah, wahai Amirul mu’minin dengan janji Allah kelak untukmu!”

Umar tersenyum. Ia berterima kasih pada pemuda itu. Namun belum lama pemuda itu membalikkan tubuhnya, Umar mengatakan, “Panggilkan pemuda itu kembali!”.

Anak muda itu masuk kembali menemui Umar.

“Ada apa, Tuan?”tanyanya.

“Aku tadi melihat kain sarungmu terjulur hingga menyentuh tanah….” Amirul mu’minin berhenti mengatur nafas. “Wahai anakku, angkatlah kain bajumu, karena itu akan lebih bersih untuk bajumu dan lebih membuktikan ketakwaanmu pada Rabbmu…,” lanjutnya menasehati pemuda itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: