Membangun Kecerdasan Hati (3)

  • Taujih

Seri Membangun Kecerdasan Hati (3)

JANTUNG HATI (2)

Akibat Pengaruh Nafsu.

Oleh : Syatori Abdul Rauf

“… bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al An’am : 43)

Saudaraku, ayat di atas memberitahukan kepada kita, bahwa hati manusia bisa saja berubah, dari semula halus, lembut dan sensitive, menjadi keras, kasar dan tidak peduli. Siapa biang keladinya ? Nafsu !

Ya, nafsulah yang selama ini telah membuat manusia berhati keras lagi kasar. Nafsu pulalah yang, dengan tega, memperdaya manusia untuk menanggalkan seutas demi seutas pakaian kemanusiaan mereka yang luhur, untuk kemudian menggantinya dengan pakaian “lain” yang rendah lagi hina.

Mengapa nafsu bisa menguasai hati ? Bukankah secara asal Allah menciptakan hati sebagai sosok yang kuat, dan nafsu sebagai sosok yang lemah ?

Saudaraku, kalahnya hati atas nafsu bukanlah karena nafsu berubah menjadi sosok kuat, tapi karena manusia telah memperlemah hatinya sendiri.

Dengan cara apa ?

Dengan cara manusia memanjakan panca inderanya, yakni manusia mempergunakan inderanya bukan karena ia butuh namun semata-mata keinginan. Semisal mereka makan semata-mata karena keinginan lidah bukan karena kebutuhan perut, akibatnya mereka akan makan secara berlebih-lebihan. Merekapun melihat, mendengar, mencium, meraba bukan karena ada kebutuhan, namun semata-mata karena keinginan.

Pemanjaan terhadap panca inderaseperti ini, dalam bahasa akhlaq, sering disebut “syahawiyah” (memenuhi kehendak syahwat). Pemenuhan syahwat yang dilakukan secara terus menerus tak terkendali, akan menggiring syahwat memasuki wilayah hati dan berobah menjadi racun baginya, yang tentu akan membuat hati menjadi lemah tidak berdaya. Selangkah kemudian nafsu pun akan mencengkeram hati dengan  kuku-kuku tajamnya

Syahwat Suara Nafsu.

Saudaraku, sesungguhnya syahwat adalah suara petikan (senar) nafsu yang melintang di atas jantung hati manusia. Bilamana suara syahwat ini teresonansi masuk ke dalam hati maka akan timbul suara berikutnya yaitu “amal jelek”. Jarak antara suara syahwat dan suara amal jelek ini sama persis dengan jarak antara suara asli dan suara resonansi. Kenyataan mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang yang sudah dikuasai suara syahwatnya sulit untuk mengendalikan diri dari melakukan kejelekan.

Resonansi Nafsu Syahwat.

Saudaraku, saat syahwat teresonansi masuk ke dalam hati maka akan menimbulkan getaran yang sangat keras dan kasar dengan gejolak yang tidak beraturan. Dalam tinjauan fisika, getaran semacam ini disebut memiliki frekuensi rendah. (karena itu kita melihat setiap dorongan syahwat selalu mengarah kepada selera rendah).

Kenyataan kerasnya getaran akibat resonansi syahwat ini bisa kita saksikan saat seseorang sedang marah. Ia akan merasakan getaran hawa kasar nafsu dari hatinya. Jantung hatinya akan bergejolak dan berdetak-detak tidak beraturan, muka pun menjadi merah, telinga panas dan tangan gemetaran.

Getaran seperti ini memiliki efek negative terhadap tubuh kita, seperti sebuah benda yang dikenai getaran kasar secara terus menerus akan mengalami kekakuan (kehilangan sens) dan kemudian mengeras.

Demikian pulalah yang terjadi terhadap jantung dan hati akibat getaran nafsu yang terus menerus. Orang yang suka marah akan memiliki resiko sakit jantung dan mengerasnya pembuluh-pembuluh darah aortanya.

Hal yang nyaris sama bisa kita temukan pada orang-orang yang suka berbohong, menipu, bergaul tanpa batas dan sejenisnya.

Efek Psichologis.

Perbuatan-perbuatan di atas, secara psichologis pun, akan menimbulkan dampak negatif terhadap hati, berupa kejelekan, yang terbagi menjadi lima tingkatan, yaitu :

  1. Hati yang sakit, yaitu hati yang dipenuhi oleh berbagai penyakit seperti iri, benci, dendam, munafik, riya, sombong dan sejenisnya. Allah Ta’ala berfirman : “Dihati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. Al Baqarah : 10). Indikasi seseorang sakit hatinya adalah merasakan kegelisahan dan ketidak-tenangan dalam hidup ini.
  2. Hati yang keras, yaitu hati yang sudah kehilangan sensitivitasnya terhadap keburukan atau kejelekan. Mereka sering berbuat salah tapi tidak merasa salah (karena perbuatan jelek dan salah mereka sudah dihias-hiasi oleh setan). Allah Ta’ala berfirman : “…“… bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al An’am : 43).
  3. Hati yang membatu, yaitu hati yang tidak hanya merasa tidak bersalah saat berbuat salah, tapi juga bangga dengan kesalahan yang dilakukannya. Mereka menganggap kesalahan itu sebagai prestasi. Fenomena seperti ini bisa kita saksikan saat orang pacaran, selingkuh dan sejenisnya. Allah Ta’ala berfirman : “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi…” (QS. Al Baqarah : 74).
  4. Hati yang tertutup, yaitu yang sudah tidak bisa lagi menerima nasihat bahkan menolak hidayah Allah. Mereka berbuat dan bertindak tidak lagi berfikir apakah Allah ridha atau tidak dengan perbuatannya. Allah Ta’ala berfirman : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutup hati mereka.” (QS. Al Muthaffifin : 14).
  5. Hati yang terkunci mati, yaitu hati yang tidak hanya sekedar menolak kebenaran, tapi juga membenci kebenaran, termasuk juga membenci ahli kebenaran. Allah Ta’ala berfirman : “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS. Al Baqarah : 7).

Ya Allah, lindungi kami dari nafsu syahwat yang menguasai hati kami. Kuatkan hati ini, agar bisa mengendalikan seluruh nafsu rendah kami dan membersihkan hati kami dari segala penyakit dan kekerasan lebih-lebih terkuncinya hati kami.

  • Kisah Berhikmah

Syahdan, disebuah kota tinggallah dua orang Ayah dan Ibu bersama beberapa anaknya yang sudah beranjak dewasa. Namun sayang satu diantara anak-anaknya dikenal nakal dan suka membuat masalah bagi keluarga. Dia hanya menghabiskan waktu-waktunya untuksia-sia, senang-senang dan larangan, juga sering meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya Semua keluarga sudah berusaha untuk merobah dirinya. Namun selalu gagal, bahkan siapapun yang mencoba menasihatinya akan menjadi musuh bagi dirinya.

Sampai suatu hari, secara  tak terduga, kecelakaan  menimpa dirinya. Dia pun mati dalam kecelakaan tersebut. Kebetulan Ayah dan Ibunya sedang berada di luar kota, sehingga pemakaman dirinya ditangguhkan sampai keduanya tiba.

Karena ditunggu sampai sore hari tidak juga kunjung datang, akhirnya keluarga memutuskan untuk mengubur anak tadi tanpa kehadiran Ayah Ibunya.

Malam harinya, datanglah Ayah dan Ibu dari sang anak tadi. Entah mengapa kedua Ayah dan Ibu itu tiba-tiba meminta untuk melihat wajah anaknya untuk terakhir kalinya. Keluarga yang lain berusaha membujuk agar Ayah dan Ibu tadi mengurungkan keinginannya. Namun karena Ayah dan Ibu tadi tetap bersikeras ingin melihat, akhirnya dipenuhi.

Malam itu juga, kubur kembali digali. Dan saat kafan sang anak disingkap semua terbeliak kaget, karena persis diubun-ubun kepala sang anak menancap sebatang besi yang melelehkan otak dan darahnya…..

Wal’iyadzu Billah.

  • SMS Berjawab

Sungguh sulit jujur pada diri sendiri, menjadi diri sendiri, istiqamah di jalan yang baru, terlebih melupakan masa lalu dengan obyektif mensikapi masa kini. Ustadz, beri tausiyah agar dewasa.  0813288780xx

Kata sulit (atau tidak mungkin), biasanya diucapkan sebelum seseorang berbuat secara sungguh-sungguh merobah dirinya. Bersabarlah dalam kesungguhan, Allah pasti akan menunjukkan jalan harapan. (Baca QS. Ali Imran : 200)

Ustadz, kalau kita khilaf melakukan ghibah, apa yang harus kita lakukan. Kalau kita minta maaf ke orangnya bisa-bisa dia marah. Gimana Ustadz ? 081568708xx

Lakukan kaffarah, yakni dengan kita selalu menceritakan kebaikan dirinya kepada orang lain, terutama kepada orang-orang yang pernah kita ceritakan keburukan dirinya. Beristighfar dan bertaubatlah kepada Allah. Mudah-mudahan Allah memaafkan kesalahan kita semua.

Responses

  1. uraian yang sangat memikat. Tapi dalam buku “Laduni Quotient; Model Kecerdasan Masa Depan” diuraikan bahwa Hawalah yang sangat berbahaya. Sedangkan syahwat hanyalah tangan panjang dari hawa untuk memperoleh hal-hal yang bersifat fisikal.

  2. Syukron..🙂
    btw mksdnya hawa nafsu atau hawa=perempuan?

  3. bermanfaat,

  4. Syukron..

  5. hawa adalah potensi buruk yang berada di dalam hati. ia merusak sisi internal jiwa. jadi nggak butuh objek. seperti rasa ujub, memperbangga diri sendiri meski tak dilihat oleh orang lain. sedangkan syahwat adalah potensi buruk yang butuh objek. seperti marah, tertarik dengan lawan jenis, mengambil hak orang lain dst.

  6. ooo… itu yg dimaksud ^^

  7. subhanallah,syukron smg hati ini sll di lindungi oleh NYA

  8. aamiin…:-)

  9. luar biasa dahsyat

  10. 🙂
    baarakallah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: