Kare Bihun Mas Mardly (4-6 Ramadhan 1430 H)

Kare Bihun Mas Mardly  (4-6 Ramadhan 1430 H)

Kare Bihun Mas Mardly ( Kajian Sore bersama ustadz Sholihun di Masjid Mardliyyah UGM)

Kajian Ramadhan 1430 H, pukul : 16.05-17.00 WIB, kitab : Syifa’ul Qulub

I. 4 Ramadhan 1430 H

–Dzikrullah–

:: Keutamaan Dzikir::

[Hadits] ”Perumpamaan seseorang yang menyebut Asma Allah dan tidak menyebut Asma Allah adalah seperti orang yang hidup dan mati.”

-Dzikir bisa menghidupkan hati-

[QS. Az Zuhruf : 36] Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

[HR. Tirmidzi] ”Hati yang tidak ada hafalan Al Qur’an seperti rumah yang rusak. Sesuatu yang dilakukan adalah ilham dari syetan.”

Orang yang bertakwa ketika tersentuh godaan syetan maka ketiaka itu ia sadar. Sehingga pengaruh-pengaruh buruk segera menepis.  Dan perbuatannya mendapat bimbingan Rabbani. Firman Allah, ” berdzikirlah pada Allah supaya hati tenang.”

[HR. Imam Muslim] ”Tidaklah suatu kaum yang berkumpul di masjid, kemudian mempelajari isi Al Qur’an kecuali Allah akan menurunkan ketenangan”

”Ketika kalian sedang menjumpai taman surga, maka bergabunglah. Apa taman surga itu ya Rasul?. Majelis dzikir. Ketika hamba berada dalam taman surga, maka Allah akan menurunkan ketenangan. ” [Hadits]

:: Majelis dzikir :

n      Diberi ketenangan

n      Malaikat ikut dalam majelis

n      Allah menghujani rahmat

n      Allah akan membanggakan makhluknya dibanding yang lainnya.

::Faedah Dzikir::

(a)    orang yang senantiasa menyebut Asma Allah, maka hatinya terlindung dari pengaruh syetan.

[QS. Al Hujurat : 7] ” Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.

=Jadi hatinya terlindung dari pengaruh syetan. =

(b)    Ketenangan

(c)    Hatinya akan hidup dan terus hidup

Ketika hati hidup, ilham itu muncul dengan sempurna.

[Ibnu Taimiyyah] ”Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan bila berpisah dengan air?. Ikan akan mati.”

Jika dzikir dilupakan, Al Ma’tsurat tidak lagi dimulai, bosan jenuh, dialihkan pada sesuatu yang tidak bermanfaat, tiba-tiba pikiran buruk, mudah curiga, dengan kawan, hasud lebih dominan.

(d)    Allah akan senantiasa menyebut namanya

(e)    Mendapat pahala yang besar dari Allah SWT

(f)      Di hatinya senantiasa ada cahaya kebaikan

[QS. Al An’am : 122] ” Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.”

II. 5 Ramadhan 1430 H

(g)    Hatinya akan terbebas dari kemusyrikan

[QS. An Nisa: 142] ” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

[QS. An Nisa : 114] Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

[QS. Al Munafiqun : 9] Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

[QS. Al Anfal :2] Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

(h)    Kebersamaan Allah terhadap dirinya

[Hadits Arba’in Nawawi : 19] : Kenalilah Allah dalam keadaan mapan, maka Allah akan mengenalimu dalam keadaan susah.

Kenapa kita baru sadar setelah butuh Allah?. Bagaimana bisa pertolongan itu cepat datang?…

[QS. Al Qashash : 7] ” Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul.”

[QS. An Nahl : 128] ” Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(i)      Bisa menghilangkan penyakit dan mendatangkan nikmat yang besar

(j)      Allah menganugerahkan dirinya yang suka bertaubat

[QS. Al Ahqaf : 15] Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

(k)    Seakan-akan dia telah menjalankan syari’at Islam secara sempurna

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : sahabat datang kepada Rasulullah. Ya Rasul, syari’at Islam itu luas dan banyak. Tunjukkan satu amal yang jika aku lakukan maka seakan aku menjalankan syari’at Islam sempurna. ”Senantiasakan lisanmu basah dengan dzikir kepada Allah SWT,” jawab Rasulullah.

Kenapa? Karena :

n      Kalau orang serius berdzikir dan konsentrasi, maka penyakit hati rontok dan akan mencintai kebaikan.

n      Aqidahnya terjaga

n      Mencintai ibadah mahdhoh

n      Dijaga Allah untuk menjaga muamalat

n      Waktunya optimal, bermanfaat, menghindari sia-sia.

n      Akan terjaga akhlak/perilakunya

:: Keutamaan majelis dzikir :

[QS. Al Kahfi : 27] ” Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Yang dapat diambil dari ayat tersebut :

1). Majelis dzikir, majelis tanpa ghibah

2). Membersamai orang yang shalihjauh lebih manfaat daripada bersama dengan orang yang tidak shalih.

III. 6 Ramadhan 1430 H

–Adab dalam berdzikir—

::Aspek Ma’nawi::

Dzikir yang utama adalah membaca Al Qur’an.

[QS. Al A’raf : 205] Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Fii nafsika : menyebut nama Allah dalam hati. Alasan ulama dzikir itu pelan, karena sunnahnya dzikir dengan suara pelan/lirih, lembut, lebih dekat dengan keikhlasan dan lebih terjaga dari riya’. Ada 3 jenis dzikir seseorang :

(1)   dzikir dengan lisan

(2)   dzikir dengan lisan dan hati

(3)   dzikir dengan hati (ini yang paling baik)

Tadharru’ (merendahkan diri) :

n      merasa hina dan rendah di hadapan Allah SWt

n      kepatuhan yang tinggi kepada ALLAH Ta’ala

n      i’tiraf (mengaku salah, dosa)

n      mengaku pada Allah bahwa ibadahnya selama ini teledor

n      ada rasa takut terhadap siksaan Allah

n      dengan suara lirih

n      di waktu pagi dan sore hari

n      jangan sampai kau dzikir, tapi kemudian kau lupa dan lalai.

::Aspek Fiqh::

  1. Ketika hendak berdzikir disunnahkan suci dari hadats besar dan kecil.
  2. Tempatnya suci dari najis, dan sepi dari keramaian.
  3. Menghadap ke arah kiblat
  4. Memilih waktu yang tepat. (prioritas pagi dan petang)
  5. Memperhatikan hitungan jika memang dzikir itu terkait dengan hitungan.
  6. Memilih kalimat-kalimat dzikir yang biasa diucapkan oleh Rasulullah SAW.

Contohnya: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, dan dzikir yang paling utama adalah membaca Al Qur’an.

[QS. Ahaad :29] ” Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: