Mengerti untuk apa kita hidup?

Yogyakarta, 27 Muharram 1430 H

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

Kajian Jelajah Hati @ PPMi Darush Shalihat
By: Ustad Syatori Abdurrouf

Mengerti untuk apa kita hidup?

QS. An Nahl:78

Hadits
“Setiap Bayi itu lahir dalam keadaan fitrah (suci).”

Sepintas kalau kita tidak paham antara Al Qur’an dan hadits di atas terlihat bertentangan. Namun yang ada adalah saling menjelaskan. Dalam surat Asy Syams disebutkan bahwa :
“dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yangmengotorinya.”
MANUSIA
Ada 2 potensi::
Bu’dhul Bahimi (potensi hitam)
–  Dimensi kebinatangan yang mendorong  manusia berkawan dekat dengan syetan
Bu’dhul Malakuti (potensi putih)
– Dimensi kemalaikatan yang mendorong  kita mendekatkan diri kepada Allah.
*) Barang siapa yang berjuang menutup jalan bagi berkembangnya diemnsi kebinatangannya, maka ia pun selamat dari tipu daya syetan.
*) Batu-batu penutup bagi berkembangnya dimensi kebinatangan itu adalah IKHLAS dalam segala hal.
Dalam QS. Al Hijr: 39-40

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis (IKHLAS) di antara mereka.”
Arti IKHLAS dalam surat ini adalah : memadukan indahnya kebeningnan hati dengan eloknya pancaran ilmu.
IKHLAS : Rahmah, Sakha, Ihsan, Itsar, Khauf, Sabar, Qana’ah, Iffah, Zuhud, Tawadhu’, Wara’, Syukur, Raja’, Ridho, Hubb, Tawakkal, Ta’dhim, Adil, Shidiq, Yaqin.
*) Syetan itu pencuri yang :
– ULUNG : Dia masuk ke tubuh kita tanpa kita sadari.
– SABAR :  Mengambil sedikit demi sedikit sampai orang tidak tahu bahwa sudah tidak ada lagi kekayaan hati yang ada pada dirinya.
*) Saat ikhlas menghilang dari beranda hati manusia, maka akan muncullah dorongan untuk bersikap “THAGHAA”
THAGHAA = Lahan yang subur untuk tempat tumbuh dan berkembangnya segala jenis nafsu.
Dalam surat An Nazi’at, thaghaa = melewati batas.
THAGHAA :  Himariyah, Atsimah, Dudiyah, Bahimiyah, Dhalimah, Kalbiyah, Amarah, Mustakbirah, Mukhadi’ah, Syaithoniyah, Dubbiyah, Qirdiyah, Khinziriyah, Dzatul Hamati, Zarafiyah, Thusiyah, Ananiyah, Syahwiyah, Hasidah, Bakhilah.

Ada 4 jenis ujian untuk bisa IKHLAS :
Lapang menghadapi Musibah
Tahan menghadapi ma’shiyat
Mau menerima cercaan
Merasakan nikmat adalah beban

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

= LoveAlloh_atik =

Responses

  1. Ngawur


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: