Kerjakan sesuai kemampuan, itulah yang Terbaik [2]

Namanya Thariq ibn Syihab. Ia adalah seorang tabi’in. suatu hari, ia duduk menyimak pesan-pesan salah seorang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, Salman al-Farisy. Dan biarkanlah Thariq sendiri yang menuturkan kisahnya…

Aku duduk menyimak setiap petuahnya. Dan diantara yang dikatakannya adalah:

“Bila malam tiba, maka manusia-manusia akan terbagi menjadi 3 golongan: golongan yang malam itu mendatangkan kemenangan untuknya, lalau golongan yang malam itu mendatangkan kerugian baginya dan golongan yang tidak meraih kemenangan dan tidak pula terjatuh dalam kerugian…”

“Bagaimana itu bisa terjadi, Tuan?” tanyaku.

“Yah, orang yang mendapatkan kemenangan malam itu adalah mereka yang memanfaatkan kelalaian manusia yang terlelap dan gelapnya amlam, ia bangun berwudhu lalu mengerjakan shalat.

Adapula yang memanfaatkan kelalaian manusia yang terlelap dan gelapnya malam untuk melangkahkan kakinya menuju maksiat kepada Allah. Inilah orang yang malam itu mendapatkan kerugian.

Nah, yang ketiga adalah orang yang tidur hingga pagi menjelang. Inilah orang yang tidak meraih kemenangan namun juga tidak merugi, “ paparnya panjang lebar.

Hmm, aku kagum mendengarnya. “Aku akan menyertai pria ini, “bisikku sendiri dalam hati. Akupun menyertai dan mengikutinya dalam sebuah perjalanan. Dan sungguh, ia tidak membedakan dirinya denganku dalam urusan pekerjaan. Jika aku menyiapkan adonan roti, maka ia pun membuatnya menjadi roti. Jika aku yang membuatnya menjadi roti, maka dialah yang membakarnya. Hingga akhirnya kami tiba di sebuah rumah. Dan kamipun bermalam dan beristirahat di situ.

(Thariq sendiri mempunyai kebiasaan bangun di saat-saat etrtentu di malam hari…)

Malam itu, aku terbangun. Kupikir aku mungkin sudah terlambat melakukan qiyamullail. “Pastilah sahabat Nabi itu sudah mendahuluiku…” demikian pikirku. Tapi…betapa terkejut aku!! Ia masih saja tertidur. Begitu nyenyak.

Subhanallah!! Sahabat Rasulullah yang jauh lebih baik dariku saja tertidur!!” ujarku.

Maka aku pun kembali melanjutkan tidurku.

Tidak lama kemudian aku kembali terbangun. Tapi sahabat Nabi itu masih saja tertidur. Hanya saja kusimak jika ia membalikkan tubuhnya, ia selalu mengucapkan, Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, la ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.”

Demikianlah. Hingga saat waktu shalat subuh menjelang, barulah ia terbangun. Setelah berwudlu, beliau pun mengerjkana shalat 4 raka’at. Dan aku masih tertegun penuh heran. “Sama sekali tidak ada yang istimewa…,” bisikku dalam hati. Tak pernah kusangka. Ini benar-benar di luar dugaanku yang membumbung tinggi memandang sosok sahabat Nabi.

Usai menunaikan shalat subuh, aku beranikan diri untuk bertanya tentangs emua itu. “Wahai Abu Abdillah,”ujarku membuka pembicaraan, “ bila malam tiba, aku sellau bangun di saat-saat tertentu untuk menegrjakan qiyamullail. Tapi aku sungguh terkejut dan tidak menduga, saat aku terbangun, kulihat Tuan masih saja tertidur…,” lanjutkku menjelaskan.

Salman al-Farisy tersenyum.

“Lalu saat engkau terbangun, apakah engkau dengarkan terucap dari mulutku??” tanyanya.

Akupun memberitahukan tentang dzikir yang ia gumamkan setiap membalikkan tubuhnya.

“Wahai saudaraku, bukankah itu juga sama dengan shalat??! Bukankah shalat lima waktu akan menjadi penghapus dosa yang terjadi diantara waktu-waktunya selama kita menjauhi dosa-dosa besar?? Demikianlah pula dengan dzikir itu, bukankah ia dapat menghapuskan dosa??” jelasnya.

Masih dengan tersenyum, ia berpesan, “Saudaraku, senantiasalah meniti jalan pertengahan dalam menjalankan agama Allah ini. Karena jalan inilah yang akan mengantarkanmu kepada Allah.”

Aku hanya menganggukkan kepalaku… Sungguh luar biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: