Karena dosanya sedikit, maka…

Ini adalah tentang Imam Abu Hanifah.

Murid-muridnya seringkali dibuat takjub olehnya. Saat ia menyampaikan ilmunya lalu menemukan kesulitan saat menjelaskan suatu masalah, ia segera mengatakan kepada murid-muridnya yang hadir di majlis itu, “Ini pasti karena suatu dosa yang telah aku perbuat!”

Subhanallah, pantaslah jika namanya terus harum hingga zaman ini…. Dan tidak itu saja, murid-muridnya mengisahkan bahwa setiap kali peristiwa seperti itu terjadi, Sang Imam it uterus saja beristighfar. Terkadang ia bahkan langsung berdiri lalu mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat dua raka’at. Ia bertaubat sejadi-jadinya pada Allah….

Jika setelah itu semua, ia kemudian seperti mendapatkan kemudahan untuk memahami dan melanjutkan kuliah-kuliahnya, ia segera berkomentar, “Mudah-mudahan ini adalah pertanda bahwa taubatku telah diterima.”

Ketika kisah ini sampai ke telinga al Fudhail ibn ‘Iyadh –seorang alim dan juga ahli ibadah yang tersohor kala itu–, tahukah engkau apa yang ia lakukan dan katakana? Ia menangis sejadi-jadinya. Ia tak kuasa menahan tangisnya.

Sungguh… kisah itu langsung menghujam hatinya. Dengarkan apa yang dikatakannya: “Karena dosanya begitu sedikit, maka ia bisa menyadari itu semua. Adapun selainnya, karena dosa mereka sudah sedemikian banyaknya, hingga mereka tidak lagi dapat merasakan dosa-dosa itu….”

Responses

  1. Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil Adziim

  2. Baarakallah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: