Posted by: mediasholeha | January 5, 2014

ATSTSIQOH BILLAH [Percaya kepada Allah]

Sabtu, 28 Desember 2013

Kajian @Darush Shalihat

By: Ustadz Sholihun

ATSTSIQOH BILLAH

Kepercayaan kita kepada Allah. Kepercayaan seorang kepada yang dipercayai atas semua. Merupakan buah dari ma’rifah/mengenal Allah.

Kunci Tsiqoh yaitu ma’rifah billah, (percaya terhadap):

  1. Ilmu-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk kita.

albaqarah216

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS. Al Baqarah : 216]

2. Kekuasaan-Nya. Segala Kekuasaan yang ada pada Allah. Dalam surat Maryam terdapat 2 Keajaiban: (1) Lahirnya seorang bayi yang kemudian menjadi nabi. Dari keluarga Imron & Yahya ~ Zakaria. Yang sebelumnya keluarganya tidak mungkin punya keturunan dikarenakan usia mereka yang sudah mendekati 90 tahun. Namun yang demikian itu  mudah bagi Allah, lahirlah dia, Maryam. Yang dari rahimnya akan melahirkan seorang bayi laki-laki. (2) Ketika maryam diasuh oleh pamannya, Zakaria. Maryam berada dimihrab (tempat khusus) di masjidil aqsha. Kemudian dari Maryam lahirlah bayi laki-laki. Padahal Maryam tidak bersuami dan ia adalah wanita baik-baik.

3. Kebijaksanaan-Nya. Apapun keputusan Allah, itulah kebijaksanaan-Nya. Tidak ada keputusan Allah yang dholim kepada hamba-Nya.

Rasulullah bersabda: Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusan mereka berada dalam keadaan baik. Dan tiada yang mendapati keadaan ini melainkan orang yang beriman. Jika ia diberikan nikmat, maka dia bersyukur. Maka jadilah nikmat itu baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, maka dia bersabar. Maka jadilah musibah itu baik baginya. [HR. Muslim]

4. Kehendak-Nya. Tidak ada satupun yang terjadi kecuali tas kehendak Allah. Sekcil apapun itu.

 Uraian Kata Tsiqoh

Watsiqobihi. Merasa tenag, tenter am, dan bersandar kepada-Nya.

Rojulun Tsiqoh. Lelaki yang bisa dipercaya

Tsiqah fii insani. Percaya terhadap agama, akhlak, sikap amanah, dan kemampuannya di dalam mengerjakan perbuatan yang dilakukannya.

 sedihSungguh kesedihan ini, keluh kesah ini hanya aku sampaikan kepada Allah.

Tsiqoh kepada Allah adalah sumber kebahagiaan dari segala kebahagiaan. Kebahagiaan yang bukan disebabkan karena apa yang dimiliki. Kebahagiaan yang bukan pula terhadap apa yang terjadi. Ia adalah sakinah/ketenangan.

Uraian Pengertian Tsiqoh     

[1] Biji hitam mata tawakkal

qashash7

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul. [QS. Qashash:7]

Perbuatan itu, inti kepercayaan kepada Allah. Sekiranya bukan karena itu, pasti tidak akan melakukannya.

Tsiqoh: sari dan inti tawakkal, seperti biji hitam pada mata, ia merupakan sesuatu yang paling penting pada mata.

Hati akan diliputi ketawadhu’an karena tsiqoh yang kuat kepada Allah. Seperti pasukan Badar. Mereka memiliki keberanian yang tidka dimiliki oleh orang lain. Janji Allah pasti benar. Zahirnya tawakkal, bathinnya tsiqoh.

[2] Titik sentral daerah penyerahan diri

Aku serahkan semua urusanku kepada Allah.

atTaubah40

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. [At Taubah: 40]

[643]. Maksudnya: orang-orang kafir telah sepakat hendak membunuh Nabi SAW, maka Allah s.w.t. memberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi SAW. Karena itu maka beliau keluar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di bukit Tsur.

Tempat pusatnya tawakkal, yang berada di tengah, sebagaimana halnya sentral suatu daerah.

Kisah Rasul dan Abu Bakar ketika di gua Tsur. Kisah kakek Rasul (Abdul Muthalib) ketika perang melawan pasukan Abrahah yang akan merebut Ka’bah. Ka’bah Milik Allah, urusan Allah [Surat Al-Fiil].

Sesungguhnya Allah yang memecah biji dan menumbuhkannya. Ini urusan Allah. Tugas kita adalah menanam dan merawat tanaman itu.

[3] Dan pusatnya Kepasrahan Hati

Hati adalah bagian terpenting. Dengan itu kehidupan berjalan dan ia terletak ditengahnya.

AlAnbiya87

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap[967]: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”[Al Anbiya : 87]

[967]. Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.

Kisah Nabi Yunus.

Kisah Nabi Ibrahim ~ Dalam Kitab Riyadush Sholihin Bab Tawakkal. Ketika akan dibakar api, tidak ada do’a yang dilantunkan, melainkan kepasrahan hati, merendahkan diri di hadapan Allah.

Tahapan-tahapan Tsiqoh

{1} Al Ilyaas. Terlepasnya Hati. Melepaskan diri dari penentangannya terhadap keputusan (hukum) agar seseorang dapat menerima pada bagian-bagian ketentuan-taqdir hidup- agar dapat pula seseorang terhindar dari keberanian yang ceroboh. Keberanian yang ceroboh: tawakkal tapi tanpa ilmu. Taslim: pasrah pada Allah tanpa penentangan.

Ikhtiarkan urusanmu, kemudian serahkan pada Allah. Berani: punya perencanaan yang matang, berani mencoba dan punya perhitungan.

Kesuksesan seseorang itu bukan karena pekerjaannya. Tapi atas kehendak Allah. Jalan itu harus ditempuh agar menuju kesuksesan.

{2} Al Amnu. Perasaan aman dan hilangnya sesuatu yang telah ditaqdirkan dan lepasnya sesuatu yang tertulis, sehingga ia beruntung dengan memiliki jiwa keridhaan, jika tidak, dengan mata keyakinan, dan jika tidak, maka dengan kelembutan kesabaran.

Ketika tsiqoh, kita akan merasa aman terhadap apapun keputusan Allah.

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, [Al Hadid: 21,22]

    [1459]. Yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang melampaui batas yang menyebabkan   kesombongan, ketakaburan dan lupa kepada Allah.
 

Keutamaan yang akan didapat ketika tsiqoh yaitu Ridho. Seperti pengorbanan orang tua kepada anaknya. Sekalipun berat, pedih, namun tak ada gelisah/galau. Ketenangan yang kuat dan jauh dari keraguan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: