Quwwatun Nafs dan Quwwatul Jama’ah

Yogyakarta, 20 Desember 2011

Taujih by : Ustadz Dwi Budi U.

                       “Quwwatun Nafs dan Quwwatul Jama’ah”

:: Quwwatun Nafs (Kekuatan Jiwa) – Individu

–          Kehendak yang kuat

–          Pengorbanan yang besar

–          Kesetiaan yang kokoh (kepada Allah, Rasul, dan orang2 yang beriman; ikhlas)

Kesetiaan – sampai Allah menetapkan taqdir atas kita

–          Memahami prinsip

Prinsip dakwah, Islam ; mengkaji ilmu – sesuai rambu2 Allah

:: Quwwatul Jama’ah (Kekuatan jama’ah)

–          Ada tujuan yang jelas

Dirumuskan – menjadi alat ukur untuk evaluasi

–          Penataan yang baik

Kemampuan dalam mengorganisir. QS Ali Imran : 103

Dibagi sesuai peran masing2. Tidak ada pandangan remeh kita terhadap saudara yang lain.

“Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling BERTAQWA.”

–          Ukhuwah Islamiyah

Tidak ada teman abadi—kepentingan abadi, taqwa kepada Allah. Menjadi ruh dalam berinteraksi. QS. Ali Imran :102-104

Responses

  1. Pribadi yang kuat ga bisa kerja sendiri jika tak bersama jama’ah

  2. sepakat!! ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: