Posted by: mediasholeha | September 14, 2014

Menghadirkan HATI Bersama Allah

Meringkas dari kajian bersama ustadz Syatori Abdur Ra’uf kemarin di pesantren Darush Shalihat. Semoga bermanfaat ya teman-teman. Jika ada yang keliru mohon koreksinya ya..

images

Menghadirkan hati bersama Allah merupakan keniscayaan dari hidup yang berjalan. Sakaratul maut merupakan cerminan dari kehidupan kita sehari-hari.

**Kapankah orang yang berlaku tidak baik kepada kita, dia tahu bahwa kita adalah orang baik?

Yaitu ketika kita selalu berbuat dan menunjukkan kebaikan. Yang dengan kebaikan inilah orang tersebut akan menjadi jera. Allah akan merubah hatinya..

Maiyyatullah—Merasakan Kehadiran Allah

“Allah selalu bersama kalian, dimanapun kalian berada”

**Kapankah kita merasakan kehadiran Allah? Dalam kondisi seperti apa?

Kenapa untuk bisa merasakan kehadiran Allah kita harus merasakan kepahitan?

Jika kita sudah selalu mengingat Allah saat manis, maka kita tidak akan merasakan pahit.

Sebuah gambaran, ada sedikit cerita tentang sang Mandor dan pak Tukang.

Sedang berjalan sebuah proyek bangunan bertingkat. Sang Mandor mengamati pak Tukang dari bangunan di bagian atas, sedangkan pak Tukang berada di bangunan bagian bawah. Dari atas sang Mandor melihat pak Tukang melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Sang Mandor mencoba mengingatkannya dari atas, namun usahanya sia-sia. Karena bisingnya bunyi alat dan aktifitas para tukang yang sedang bekerja. Dicobanya dengan menjatuhkan uang lima ribu dengan harapan pak Tukang mau melihat ke atas ke arah sang Mandor. Melihat ada uang jatuh di depan pak Tukang, dengan segera pak Tukang memasukkannya ke saku, “lumayan, rejeki”. Diulanginya lagi aksinya oleh sang Mandor. Kali ini lebih besar nominal uang yang dijatuhkan, dua puluh ribu. Namun tetap saja pak Tukang tidak menoleh ke atas. Hingga uang yang dijatuhkan nominal lima puluh ribu. Kemudian sang Mandor mikir-mikir. Bisa-bisa rugi sudah menjatuhkan banyak uang tapi tidak ada respon dari pak Tukang. Selanjutnya dijatuhkannya batu kecil ke arah pak Tukang. Sontak pak Tukang lanngsung menoleh ke atas mencari asal muasal batu tersebut.

Cerita tersebut menggambarkan kebanyakan manusia bagaimana mereka merasakan kehadiran Allah. Ketika mendapat sesuatu yang manis, manusia banyak yang lupa kepada Allah. Betapa banyak kita yang ketika mendapat nikmat tapi kita lupa untuk mengangkat wajah ke atas (mengingat Allah).

Ingat berarti HATI bersama Allah.

**URGENSI Menghadirkan HATI bersama Allah bagi sukses ukhrawi

~Eksistensi Manusia

“…Ingatlah, pada setiap tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah (perilaku) tubuh. Bilamana jelek, maka jeleklah (perilaku) tubuh. Ingatlah segumpal daging itu adalah HATI.”

“…Allah tidak melihat rupa, tapi hati kita”

Hati yang baik – HATI yang selalu merasa bersama Allah.

~HATI—Tempat bersemayamnya IMAN

[QS. Al Hujurat : 14]

Bagaimana ketika kita dihina?. Dihina adalah bagian dr tadzkirah. Tidak mungkin orang menghina kita tanpa izin Allah. Mengingatkan kita kepada Allah. Maka yang harus kita lakukan, MEMAAFKAN.

Jika IMAN di dalam HATI, maka hati akan syukur, itsar, ihsan, sabar, qana’ah, tawadhu’, ta’dhim, dll semua kebaikan. Jika iman pergi dari hati, maka hilanglah pula kebaikan-kebaikan itu. Yang akan menggantinya adalah NAFSU, segala macam keburukan.

Tidak mungkin iman dan kebathilan bersemayam di hati orang-orang beriman. Iman dan dosa tidak mungkin ketemu.

~Mata Air Perasaan

Saya mencintai orangtua saya. Saya disini adalah hati. Sebagai ungkapan perasaan.

Dari sumber yang bersih, akan keluar air yang bersih. Hati yang bersih adalah hati yang selalu hadir bersama Allah. Mencintai sesuatu yang dicintai Allah.

Bagaimana mungkin dari satu mata air keluar air yang berbeda?

Benci yang jernih adalah benci pada ma’shiyat, dosa, benci memandang yang diharamkan Allah.

Dari hati yang baik akan mengalir jernih dan sejuknya segala perasaan.

Tenang bersama Allah
Bahagia bersama sesama
Damai bersama diri sendiri
Hati—yang dibebani hokum

Orang yang hatinya hadir bersama Allah, hati akan tunduk bersama Allah. Dengar adzan, bersiap untuk shalat.

Riyadhahnya dengan cara memalingkan hati dengan segala sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan Allah.

Semangaat!!!


Responses

  1. aku ingin, aku ingin…
    aku, aku…

    mencintai Alloh tabaaroka wa ta’ala.. ^_^

  2. Aamiin, ustadz..semoga qt istiqamahkan untuk tidak menduakan-Nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: