Posted by: mediasholeha | January 5, 2014

Muhasabah: 7 Langkah Menuju Hidup Penuh Makna

Selasa, 31 Desember 2013

7Langkah

Muhasabah: 7 Langkah Menuju Hidup Penuh Makna

By: Ustad Syatori Abdurro’uf

     basmallah

Pada permulaan, ustadz Syatori memperdengarkan surat Adh-Dhuha dan surat Al-Ikhlas. Dalam kedua surat tersebut, kita lihat masing-masing pada ayat ke-2.

Adh-Dhuha :

adhDhuha2

dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)

Al-Ikhlas :

alIkhlas2

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dari kedua surat dan di masing-masing ayat ke2 tersebut dapat ditarik benang merah. Disana Allah meyakinkan bahwa kita tidak sendirian.

Mari kita lihat bedanya momentum pergantian tahun baru hijriyah dan tahun baru masehi. Jika kita ingin melihat seperti apa seseorang, maka lihatlah dari perilakunya pada pergantian tahun.

2014: pesta, hura2, ma’shiyat

1435: Muhasabah, tadzkirah, hijrah

# Ibroh momentum pergantian tahun

[1] Muhasabah

===sudah sekian lama kita menjalani hidup, sampai dimanakah perjalanan hidup ini?

[2] Tadzkirah

===bergantinya waktu adalah peringatan akan semakin dekatnya jarak kita dengan alam kubur.

Dan puncak keduanya adalah HIJRAH.

[3] Hijrah

===berpindah meninggalkan masa lalu yang tidak membangun masa depan kita.

Sudahkah kita berhijrah? Mengapa?

Kita sering terbelenggu oleh kebiasaan buruk yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

# 2 Langkah untuk Merubah

[1] Terus mengaji, mendengarkan ilmu dan nasihat. Nasihat dari siapapun.

[2] Ditambah dengan do’a

Ibarat roket yang meluncur menuju homing device berada. Yang bisa meluncurkan roket menuju sasaran homing device (ilmu dan nasihat) adalah DO’A.

Ya Allah, sungguh ini adalah nasihat yang baik, indahkanlah hidupku dengan nasihat ini, dengan engkau hujamkan naishat ini ke hati kami.. aamiin..

Kisah yang bagus untuk kita ambil pelajaran, kisah Fudhail bin ‘Iyadh. Kisah singkatnya, Fudhail  dulu seorang preman. Suatu ketika ia akan merampok ke rumah orang kaya. Namun sesampainya di rumah orang kaya tersebut, dari dalam rumah terdengar ada orang yang sedang membaca Al-Qur’an surat Al-Hadid: 16.

alHadid16

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

Hampir-hampir semua orang takut ketika melewati daerah kekuasaan Fudhail yang terkenal sebagai preman disana. Fudhail yang mendengar itu menjadi sedih. Keberadaannya ternyata sudah merugikan banyak orang, Akhirnya, Fudhail bertaubat dan menjalani hidup lurus di jalan Allah.

M U H A S A B A H

===untuk meraih Ridho Ar Rahman.

Setiap perjalanan menuju tujuan, kita betul-betul berjalan menuju kesana, akan mengantarkan kita pada “”suasana” khusus, yang merupakan isyarat bahwa tujuan sudah dekat.

Suasana hidup di Km 1 menuju surga

Menghadirkan kualitas surgawi di kehidupan duniawi kita

#7 Langkah Menuju Hidup Penuh Makna

[1] Mungkinkah di surga kita masih menjumpai orang yang melihat sesamanya membedakan ras, susku, golonganm status?

~Tidak. Maka di dunia, kebanggaan kita adalah ISLAM~

[2] Mungkinkah di surga kita jumpai orang yang mengeluh/kecewa?

~Kita akan menerima apapaun dengan lapang~

Suasana itu alami, tidak dibuat-buat. Maka kita pun tidak pernah merasa dirugikan.

Misalnya kita membeli jeruk dan rasanya kecut. “Untung yang dapat jeruk kecut itu kita, bukan orang lain.” ^___^

[3] Mungkinkah di surga kita jumpai orang yang membenci sesama?

~Jatuh kasihan kepada orang-orang yang salah~

Mencintai sesama dengan kasih sayang yang membuat kita dan yang kita sayangi semakin mencintai Allah

[4] Mungkinkah di surga kita jumpai orang yang susah, resah dan gelisah?

~Selalu berpikir baik tentang apapun, dan berperasaan mulia karena sebab apapun~

Galau karena belum dapat jodoh??? Belum dapat jodoh bisa jadi karena Allah tida menginginkan ada sebab lain yang menghalanginya dengan Allah.

[5] Mungkinkah di surga adalah tempat yang tidak nikmat?

Surga—tempat yang penuh pesona nikmat tiada dua.

~Tidak mudah silau dengan oleh kemilau kesenangan dunia~

[6] Mungkinkah di surga kita masih ragu dengan janji Allah?

~Yakin dengan janji Allah di dunia~

[7] Mungkinkah di surga kita masih tida ridho pada Allah?

~Ridho dengan apapun yang sudah menjadi ketetapan Allah~

Hasan Al Bashri mengatakan: “Zahidun fid dunya, Rahibun fil akhirat”

Menjadikan apapun bernilai akhirat

 

Orang yang cerdas adalah orang yang bisa menahan hawa nafsunya dan mempersiapkan bekal sebelum mati. [HR. Muslim]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: