Posted by: mediasholeha | May 9, 2013

KRPH, 09 Mei 2013

BETAPAPUN, HATI TIDAK BISA JAUH DARI AL-QUR’AN

By: ustadz Syatori Abdurro’uf

anak qur'an

Al-Qur’an

–          Ayat-ayat langit yang bisa merubah hati masyarakat bumi yang PENING menjadi BENING

–          Mengantarkan hati yang BENING merasakan suasana HENING

Suasana HENING: suasana jiwa yang membuat siapapun merasakan hanya bersama Allah. Meskipun begitu, kita masih tetap bisa merasakan misalnya ketika disakiti orang lain. Ketika “maa fii qalbii ghairullaah” (tidak ada di hatiku kecuali Allah), maka orang yang menyakiti tersebut merupakan sarana bagi kita untuk lebih dekat dengan Allah.

“Ya Allah, jadikan kami termasuk ahlul Qur’an. Mereka yang menjadi ahli-Mu, orang-orang yang kau khususkan. Wahai yang Maha Pengasih…”

Sikap Al-Qur’an kepada para pencintanya:

–          Menenangkan

–          Membahagiakan

–          Mendamaikan

Menenangkan à setiap waktu, setiap saat, ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Perasaan para pencinta Al-Qur’an : Tenang, Bahagia, Damai

TENANG: jauhnya diri dari segala kecemasan, betapapun sumber kecemasan ada di depan dirinya, dan siap menerkam dirinya.

Ketenangan bersama Allah (Assakiinah ma’allaah). Gambaran kisah ustadz Sayyid Qutb. Ketika akan dihukum dengan hukuman gantung, yang diucapkan justru “untuk sebuah keyakinan, tiang gantungan laksana lambaian tangan-tangan bidadari”. Atau dikisah lain seperti saat-saat Nabi Musa dikejar oleh Fir’aun. Seperti yang disebutkan dam surat Asy-Syu’ara.

Assakiinah ma’allaah mendorong kita untuk bersikap MUWAFAQAH. Muwafaqah berarti tunduk, pasrah, menyerah dengan semua yang sudah menjadi kehendak dan keinginan Allah Ta’ala. Muwafaqah merupakan wujud manifestasi kita untuk tunduk pada Allah seperti yang tertuang dalam QS. Al-An’an : 162.

Dalam satu kehendak Allah, disana terangkai kehendak-kehendak Allah yang lain yang lebih baik. Misalnya: ketika kita ditakdirkan miskin, itu tandanya bahwa kita harus lebih giat bekerja. Itulah ladang amal kita.

Apapun kehendak Allah atas kita adalah ladang amal untuk semakin dekat dengan Allah.

BAHAGIA : tumbuhnya bunga-bunga keceriaan saat melihat yang lain nampak ceria. Assa’aadah ma’annaas (bahagia bersama manusia)

Bahagia itu ketika kita bisa ikhlas menerima dengan lapang segala yang pahit. Dan ikhlas berbagi dengan segala yang manis. Bahagia kita adalah saat orang lain bisa bahagia.

…selalu berpikir untuk bisa melakukan segala yang bisa membahagiakan sesama.

DAMAI: tumbuhnya bunga-bunga kebaikan di taman hati kita. Hati kita terhiasi sifat dan sikap yang membahagiakan dan memuliakan diri. Sirnanya keburukan dari hati. Ashshulkh ma’annafsi (damai bersama diri)

Al-Qur’an : suara HENING yang mengalir mengisi setiap lubuk hati yang telah mendanau BENING, menjauh dari rawa-PENING.

Hati yang mendanau BENING yaitu hati yang merasakan sentuhan BENING di tengah-tengah suasana sejuknya suasana BENING. Hati ini akan merasakan suasana HENING di tengah panasnya suasana PENING. Suasana PENING à ada di luar dirinya.

Hati yang masih merawa-PENING dalam suasana BENING pun dia tidak menjumpai suasana HENING. Namun, suasana BENING bisa merubah hati PENING menjadi BENING.

 

Seperti apapun keadaan hati kita, teruslah bersama Al-Qur’an…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: