Posted by: mediasholeha | May 2, 2013

KISAH AWAL KENABIAN

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha

Pengasih lagi Maha Penyayang

Assalamu’alaikum teman-teman, pernahkah kalian membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad? Bagaimana kehidupan sebelum diutus sebagai Nabi dan Rasul Allah bagi seluruh umat manusia…? Kisah perjalanan kehidupan Nabi Muhammad Sirah Nabawiyyah, yang menceritakan asal-usul Nabi, nasab beliau, kelahiran, masa kecil, kejadian-kejadian sebelun beliau menjadi Rasul, kisah kehidupan beliau dalam berdakwah kepada manusia dan seterusnya, hingga wafatnya.

Nah, kali ini kita akan membaca kisah di awal kenabian, yakni sebelum beliau mendapatkan wahyu yang pertama kali sebagai seorang Nabi dan Rasul.

Nasab dan Keturunan Muhammad

Nabi Muhammad s lahir dari keturunan bangsa Quraisy, dari suku Bani Hasyim. Kakeknya bernama Abdul Muhtalib, seorang pemuka kaum Quraisy yang sangat dihormati. Ayahnya adalah Abdullah bin Abdul Muthalib merupakan seorang pemuda yang cerdas, anak kesayangan Abdul Muhtalib.

Dikisahkan setelah Allah menolong Abdul Muthalib dan memenangkannya atas sengketa kepemilikan sumur zam pun bernazar jika memiliki sepuluh orang anak, maka dia akan mengurbankan salah seorang dari mereka di sisi Ka’bah.

Setelah mengundi seluruh anaknya, akhirnya pilihan jatuh kepada Abdullah. Namun keputusannya ini ditentang oleh kaum Quraisy yang khawatir perbuatan Abdul Muthalib ini akan menjadi kebiasaan di kalangan kaum mereka. Akhirnya diputuskan Abdullah dengan sejumlah unta.

Setiap kali nama Abdullah dan unta diundi dan yang keluar adalah nama Abdullah, maka jumlah unta ditama 10 ekor. Hingga akhirnya Abdullah bin Abdul Muthalib pun ditebus dengan 100 ekor unta kurban.

Abdullah kemudian dijodoh-kan dengan Aminah binti Wahab seorang wanita terpandang dari suku Bani Kilab. Tak berapa lama setelah mereka menikah, Abdullah ditugaskan ayahnya untuk

berdagang ke negeri Syam dengan memandu rombongan dagang Quraisy.

Sekembalinya dari Syam dia singgah di Madinah dalam kondisi sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Belaiu wafat di usia 25 tahun, beberapa bulan sebelum kelahiran Rasulullah.

Serangan Pasukan Bergajah pada Tahun Kelahiran Nabi Muhammad

pasukan gajah

Pada tahun kelahiran Nabi Muhammad, pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah menyerang Makkah. Hal itu dilakukan untuk menghancurkan Ka’bah. Kisahnya didahului dengan rasa iri Raja Abrahah. Dia ingin orang-orang tidak lagi berhaji ke Ka’bah di kota Makkah, akan tetapi ke kota San’a di Yaman. Maka dibangunlah sebuah gereja yang megah.

Namun seseorang dari suku Quraisy ingin merendahkan gereja itu, dan buang hajat di gereja kemudian melarikan diri. Raja Abrahah pun marah dan menyiapkan pasukan gajahnya untuk menyerang Makkah.

Namun Allah menggagalkan usaha Raja Abrahah dan mengirimkan burung-burung Ababil yang menghujani mereka dengan batu kecil dari tanah yang terbakar. Dan siapa saja yang terkena batu itu pasti mati dengan tubuh yang mengenaskan, bagaikan daun yang dimakan ulat. Allah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur’an surat Al Al-Fiil. Itulah sebabnya mengapa tahun kelahiran Nabi disebut juga tahun gajah.

Kelahiran Nabi Muhammad 

kepribadian

Rasulullah lahir pada hari Senin tanggal 9 Rabi’ul Awwal pada tahun terjadinya serangan pasukan gajah. Setelah beliau lahir, ibunya kemudian menyuruh seseorang untuk memberitahukan kepada kakeknya Abdul Muthalib. Beliau kemudian dibawa oleh kakeknya ke dalam Ka’bah. Abdul Muthalib pun berdoa kepada Allah dan kemudian memberinya nama Muhammad.

Dalam Asuhan Halimah As-Sadiyah

Sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab pada saat itu, bayi yang baru lahir diserahkan kepada ibu susu yang tinggal di luar kota Makkah, untuk menghindari terjangkit penyakit kota. Setelah kelahirannya, Muhammad diserahkan kepada Halimah as-Sa’diyah untuk disusui. Beliau pun dibawa ke perkambungan kabilah Bani Sa’ad.

Kehadiran Muhammad membawa banyak keberkahan kepada keluarga Halimah. Ternak yang mereka miliki semuanya sehat, gemuk dan memiliki susu yang banyak sehingga memberikan mereka bekal makanan yang banyak, padahal wilayah penggembalaan di sekitar mereka tandus dan ternak-ternak tetangga mereka pun kurus dan tidak memiliki susu.

Keluarga Halimah as-Sa’diyah selalu mendapat tambahan kenikmatan dan kebaikan dari Allah sejak bayi kecil Muhammad tinggal bersama mereka. Hingga tidak terasa dua tahun telah berlalu

dan tiba waktunya untuk mengembalikan beliau kepada ibu kandungnya.

Namun kemudian mereka membujuk ibu Muhammad agar sudi membiarkan anaknya tinggal bersama mereka, karena khawatir terjangkiti penyakit kota waktu itu. Demikianlah, akhirnya beliau tinggal bersama mereka sampai terjadinya perisitiwa dibelahnya dada beliau ketika berusia empat tahun.

Dibelahnya Dada Muhammad                                                                        

Dikisahkan bahwa pada waktu itu beliau sedang bermain bersama teman-teman sebayanya. Lalu malaikat Jibril datang dan menangkapnya, lalu merebahkan beliau di atas tanah lalu membelah jantungnya dan mengeluarkannya. Malaikat Jibril pun mengeluarkan dari jantung itu segumpal darah, sambil berkata, “Ini adalah bagian syaithan yang ada dalam dirimu.” Kemudian dia mencuci jantung tersebut dengan air zamzam di dalam baskom yang terbuat emas, lalu memperbaikinya dan menaruhnya di tempat semula.

dibelah dada Muhammad

Teman-teman beliau berlarian mencari ibu susuannya seraya berkata, “Muhammad telah dibunuh.” Mereka kemudian beramai-ramai menghampiri-nya dan menemukan beliau dengan rona muka yang sudah berubah.

Setelah peristiwa itu Halimah pun merasa khawatir atas keselamatan beliau, sehingga memutuskan untuk memulangkan beliau kepada ibu  kandungnya.

Kembali Ke Pangkuan Ibunda

Beliau kemudian tinggal bersama ibunya di Makkah. Pada waktu beliau berusia enam tahun, ibunya membawanya ke Madinah untuk berziarah ke makam ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib.

kembali ke ibunda

Maka pergilah mereka dengan disertai oleh kakeknya Abdul Muthalib, dan pembantunya Ummu Aiman. Setelah tinggal selama sebulan, mereka pun kembali ke Makkah.

Namun Aminah jatuh sakit di tengah perjalanan, dan akhirnya wafat dan dimakamkan di al-Abwa, suatu tempat di antara Makkah dan Madinah.

Abdul Muhtalib lalu membawa cucunya yang telah menjadi yatim piatu pulang ke Makkah, dan memeliharanya, memberikan beliau kasih sayang bahkan jauh melebihi anak-anaknya.

Muhammad tinggal bersama kakekna kurang lebih dua tahun, hingga Abdul Muthalib meninggal pada waktu beliau berusia delapan tahun dua bulan. Beliau pun kemudian diasuh oleh saudara ayahnya Abu Thalib.

Pertemuan dengan Pendeta Bahira

pertemuan dg pendeta bahiraMuhammad yang waktu itu berusia 12 tahun, diajak oleh pamannya Abu Thalib ikut rombongan berdagang ke negeri Syam.

awan menaungiDi sebuah tempat yang bernama Busra, tinggallah seorang pendeta yang bernama Bahira. Ketika rombongan dagang Abu Thalib bergerak memasuki Busra, Pendeta Bahira melihat mereka dari pondoknya dan mengenali Nabi di antara rombongan. Dia melihat awan menaungi beliau. Ketika mereka berhenti dan duduk di bawah pohon dekat pondoknya, Pendeta Bahira melihat awan menaungi pohon, dan dahan-dahan pohon tersebut merunduk ke arah Nabi sehingga beliau berada di bawah bayang-bayangnya.

Pendeta Bahira pun segera menyambut mereka, padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukannya. Dia berjalan di sela-sela mereka hingga sampai kepada Muhammad. Dia lalu memegang tangan beliau seraya berkata, “Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus Allah sebagai rahmat atas semesta alam ini.”

Abu Thalib dan pemuka Quraisy bertanya, “Bagaimana anda mengetahuinya?”

Dia menjawab: “Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik dari bebukitan, tidak satu pun dari bebatuan ataupun pephohonan melainkan bersujud kepadanya, dan keduanya tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak di bawah tulang rawan pundaknya yang berbentuk seperti apel. Sesungguhnya kami mengetahui hal tersebut dari kitab suci kami.”

Pendeta itu pun menjamu rombongan tersebut, kemudian berpesan kepada Abi Thalib agar segera membawa pulang keponakannya ke Makkah dan menjaganya dengan hati-hati, karena jika orang-orang Yahudi dan Romawi mengetahui keberadaan Muhammad, maka mereka akan berusaha menangkapnya.

Pernikahan dengan Khadijah

KHadijah adalah seorang saudagar wanita yang kaya dan terhormat. Dia biasa menyewa para laki-laki untuk membawa barang dagangannya dengan sistem bagi hasil, karena sebagaimana diketahui Quraisy adalah masyarakat pedagang. Ketika dia mendengar tentang kejujuran pemuda Muhammad dan akhlaknya yang terpuji, dia pun menawarkan barangnya untuk diperdagangkan di Syam, dan dia akan membayarkannya dengan bayaran yang lebih banyak daripada yang pernah dibayarkannya kepada orang lain. Beliau pun bersedia menerimanya.

pohon

Maka berangkatlah beliau dengan ditemani oleh Maisarah budak Khadijah. Ketika mereka sampai

di Syria, beliau duduk di bawah pohon di dekat rumah seorang pendeta. Pendeta tersebut mendatangi Maysarah dan bertanya,

“Siapa laki-laki yang duduk di bawah pohon itu?”

Maysarah menjawab, “Dia adalah salah seorang Quraysi dari tanah Haram.”

Pendeta itu pun berkata, “Tidak ada yang duduk di bawah pohon itu melainkan seorang Nabi.”

Setelah menyelesaikan urusannya, beliau pun pulang dengan membawa keuntungan yang banyak. Dalam perjalanan di tengah hari yang sangat terik, ketika beliau mengendarai untanya, Maysarah

melihat dua orang malaikat menaungi Nabi. Ketika tiba di Makkah, beliau memberikan barang dagangan milik Khadijah yang kemudian dijual dengan harga dua kali lipat atau lebih.


Maysarah menceritakan apa yang dikatakan oleh pendeta itu dan apa yang dilihatnya selama dalam perjalanan kepada majikannya. Khadijah adalah seorang wanita yang cerdas, mulia dan terhormat. Dia sangat tertarik dengan kepribadian Muhammad dan berniat menikahinya. Kemudian dia pun menceritakan isi hatinya kepada teman wanitanya, Nasibah binti Muniyah, yang kemudian segera menemui Muhammad dan menyampaikan niat Khadijah serta menganjurkan beliau untuk menerimanya. Beliau pun menyetujuinya, dan setelah beruding dengan pamannya, mereka mendatangi paman Khadijah untuk melamarnya bagi beliau.

Pernikahan itu pun berlangsung dua bulan setelah beliau kembali dari negeri Syam. Pada waktu itu beliau n berumur 25 tahun sedangkan Khadijah berumur 40 tahun. Semua putera-puteri beliau kecuali Ibrahim, adalah hasil perkawinannya dengan Khadijah.

Mereka adalah:

1. Al-Qasim (dengan nama ini beliau dijuluki, yakni Abul Qasim)

2. Zainab

3. Ruqayyah

4. Ummu Kaltsum

5. Fatimah

6. Abdullah (julukannya adalah ath-Thayyib – yang baik dan  – ath Thahir – yang suci)

Semua anak laki-laki meninggal dunia di masa kanak-kanak, sedangkan semua puteri-puteri beliau hidup di masa Islam dan ikut berhijrah, dan meninggal ketika beliau masih hidup, kecuali Fatimah.

Kisah Pemugaran Kabah

Nabi Muhammad berusia 35 tahun ketika terjadi pemugaran Ka’bah. Kaum Quraisy bersepakat merenovasi Ka’bah karena kondisi bangunan itu yang hanya merupakan tumpukan batu dan

tidak memiliki atap, sehingga mereka khwatir apa yang ada di dalamnya dapat dicuri oleh segerombolan pencuri. Apalagi bersejarah itu yang sangat buruk, disebabkan usianya yang sangat

tua, dan hampir ambruk ketika banjir besar melanda lima tahun sebelum diutusnya Rasulullah.

Kaum Quraisy bersepakat hanya akan menggunakan sebagian dari harta mereka yang baik untuk memugar Ka’bah.

Setelah merobohkan Ka’bah sampai dengan pondasi pertama yang dibuat oleh Nabi Ibrahim, mereka pun mulai membangun Ka’bah dengan membaginya menjadi beberapa bagian. Setiap bagian dikerjakan oleh masing-masing Kabilah.

batu

Ketika pengerjaan tersebut sampai pada peletakan Hajar Aswad, mereka bertikai mengenai

siapa yang paling berhak mendapatkan kehormatan meletakkan Hajar Aswad di tempatnya semula.

Pertikaian itu berlangsung selama empat malam dan hampir menyebabkan peperangan. Akhirnya salah seorang dari mereka menyarankan agar memberikan keputusannya kepada orang yang pertama kali masuk melalui pintu masjid. Tawaran itu pun disepakati oleh meraka.

Atas kehendak Allah, orang yang pertama kali memasuki pintu masjid adalah Rasulullah.

Ketika mereka melihat beliau, mereka lalu berkata, “Inilah Al-Amin (orang yang terpercaya). Kami rela. Inilah Muhammad!”

Mereka pun menceritakan apa yang terjadi kepada beliau. Beliau lalu memerintahkan untuk mengambil selendang. Lalu beliau mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya di atas selendang, lalu menyuruh masing-masing kabilah memegang ujung selendang lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, hingga ketika sampai ke tempatnya, dengan tangan beliau n pula Hajar Aswad diangkat dan diletakkan di tempatnya semula. Ini merupakan jalan keluar yang tepat dan diterima oleh semua pihak.

Teman-teman… demikianlah kisah sebelum diutusnya Muhammad n sebagai Nabi dan Rasul. Secara keseluruhan kondisi masyarakat pada saat itu berada dalam kemusyirkan. Mereka menyembah berhala-berhala. Bahkan di sekeliling Ka’bah banyak terdapat berhala yang mereka sembah.

Rasulullah sejak kecil terjaga dari segala kesyirikan dan maksiat yang biasa berlaku di bangsa Arab pada saat itu. Dalam perjalanan kehidupan beliau sebelum diutus menjadi nabi, beliau telah menunjukkan kesempurnaan akhlaknya, memiliki kepribadian dan sifat-sifat yang mulia sehingga disenangi oleh kaumnya.

Maraji:

Ar-Rahik al-Makhtum, Sirah Perjalanan Hidup Rasul yang agung, Syaikh Safiurrahman al-Mubarakfuri. Darul Haq, 2005.

Sirah Ibnu Hisyam, Biographi of the Prophet, Abridged by Abdus Salam M. Harun, Al-Falah Foundation, 2000.

http://www.raudhatulmuhibbin.org

Obyek gambar sebagian diambil dari kids.islamweb.net.


Responses

  1. Assalamu’alaikum..maaf admin, sepertinya ada kesalahan teknis pada penulisan lafadh basmalah

  2. Oo nggih.. Matur nuwun..sdh dikoreksi. InsyaAllah segera diperbaiki..:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: