Posted by: mediasholeha | April 30, 2013

Kisah Nabi Yusuf [1]

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh Teman-teman, jika ada yang bertanya padamu ‘Siapakah manusia yang paling mulia dan paling baik garis keturunannya di muka bumi ini’, apa jawabmu? Apa kalian tahu…? Jawabannya adalah Nabi Yusuf. Kalian tahu apa sebabnya? Karena beliau berasal dari anak keturunan para nabi yang shalih. Nabi Yusuf adalah anak Nabi Ya’qub, kakeknya adalah Nabi Ishak, dan kakek buyutnya adalah Nabi Ibrahim. Jadi nama lengkap beliau adalah Yusuf, bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Allah mengisahkan tentang perjalanan hidup Nabi Yusuf kepada Nabi kita Muhammad di dalam surat Yusuf. Bahkan seluruh isi surat itu menceritakan tentang Nabi Yusuf.

muqadimah

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui” (QS Yusuf [8] : 3)

Dikisahkan bahwa Yusuf adalah anak yang paling kecil dari 12 orang bersaudara. Ayahnya, Nabi Ya’qub sangat sayang kepadanya, karena perangainya yang baik. Hal itu membuat saudara-saudaranya menjadi iri kepadanya.

Suatu hari Yusuf, yang waktu itu masih berusia anak-anak, bermimpi. Di dalam mimpinya, ia melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya bersujud kepadanya. Lalu hal itu diceritakan kepada ayahnya.

“Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf : 4)

mimpi

Dari mimpinya itu, ayahnya mengetahui bahwa anaknya ini kelak akan memiliki kedudukan yang tinggi, maka Nabi Ya’qub pun berkata kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Yusuf : 5) Nabi Ya’qub melarang Yusuf untuk menceritakan mimpinya tersebut kepada saudara-saudaranya, karena khawatir mereka semakin dengki kepadanya dan berniat mencelakakan Yusuf.

Nabi Yusuf dibuang

Karena iri terhadap perhatian ayah mereka yang lebih sayang kepada Yusuf dan saudaranya Benyamin, maka saudara-saudaranya pun berencana untuk menyingkirkan Yusuf. Di antara mereka ada yang menyarankan untuk membunuh Yusuf dan membuangnya di daerah yang asing, agar perhatian ayahnya tertuju kepada mereka. Namun salah seorang di antara mereka menyarankan agar Yusuf dimasukkan ke dasar sumur, sehingga dapat ditemukan oleh musafir. Mereka pun lalu menyepakati rencananya dan menemui Nabi Ya’qub untuk meminta izin agar diperbolehkan mengajak Yusuf bermain-main.

Mereka berkata, “Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.” (QS Yusuf : 11-12) Saudara-saudara Yusuf berbohong kepada ayahnya, bahwa mereka akan mengajak Yusuf bermain-main, padahal mereka berniat memasukkannya ke dasar sumur di tempat yang asing. Berkata Ya’qub: “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya.” (QS Yusuf : 13)

sumur

Saudara-saudara Yusuf terus berusaha meyakinkan ayahnya bahwa mereka akan menjaga Yusuf. Akhirnya ayahnya pun mengizinkannya.

Maka mereka pun membawa Yusuf dan memasukkannya ke dasar sumur. Mereka kemudian mengambil baju gamis Yusuf dan melumurinya dengan darah. Lalu sore harinya mereka kembali menghadap ayahnya sambil menangis atas kematian Yusuf. Mereka berkata kepada ayahnya: “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.” (QS Yusuf : 17)

Allah mengisahkan kemudian mereka membawa baju gamis Yusuf yang telah dilumuri dengan darah palsu.

Mereka menyembelih anak kambing, mnemgambil darahnya dan mengoleskannya ke baju gamis Yusuf. Namun menurut para ulama, mereka lupa merobek-robek baju gamis itu, sehingga tampaklah kebohongan mereka oleh ayah mereka. Nabi Ya’qub pun berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku ). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (QS Yusuf : 18)

Karena kesedihannya, Nabi Ya’qub terus menerus menangis yang menyebabkan kedua matanya buta.

Nabi Yusuf ditimpa fitnah

Ketika berada di dasar sumur, Allah mewahyukan kepada Yusuf: “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.” (QS Yusuf : 15) Kemudian datanglah sekelompok orang yang melakukan perjalanan (musafir), lalu mereka menyuruh seseorang mengambil air. Ketika salah seorang dari mereka menjulurkan timbanya ke dalam sumur, tiba-tiba Yusuf menggantungkan dirinya pada timba.

Orang itu lalu berkata kepada teman-temannya:: “Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf . (QS Yusuf : 19-20) Hati mereka tidak tertarik kepada Yusuf karena dia adalah anak temuan di perjalanan. Mereka khawatir kalau-kalau pemiliknya datang mengambilnya tiba-tiba. Itu sebabnya mereka menjualnya dengan tergesa-gesa, meskipun dengan harga yang murah.

Yusuf kemudian dibeli Al-Aziz dari Mesir yang berkata kepada isterinya:

mesir

“Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.” (QS Yusuf : 21)

Demikianlah, Allah telah menyelamatkan Yusuf dan menempatkannya di rumah seorang pembesar Mesir yang memiliki kedudukan yang tinggi. Dan Allah menganugerahkan kelebihan ilmu kepadanya. Allah berfirman yang artinya: “Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi.” (QS Yusuf : 21) Yusuf pun tinggal di rumah Al-Aziz dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan. Ketampanannya membuat isteri Al-Aziz jatuh cinta kepadanya dan menggoda Yusuf agar datang kepadanya. Namun Yusuf menolak. Dia berkata:

“Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS Yusuf : 23)“Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.” (QS Yusuf : 21)

Demikianlah, Allah telah menyelamatkan Yusuf dan menempatkannya di rumah seorang pembesar Mesir yang memiliki kedudukan yang tinggi. Dan Allah menganugerahkan kelebihan ilmu kepadanya. Allah berfirman yang artinya: “Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi.” (QS Yusuf : 21) Yusuf pun tinggal di rumah Al-Aziz dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan. Ketampanannya membuat isteri Al-Aziz jatuh cinta kepadanya dan menggoda Yusuf agar datang kepadanya. Namun Yusuf menolak. Dia berkata:

“Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS Yusuf : 23)

pintu

Yusuf kemudian lari menuju pintu dan Zulaikah, isteri Al-Aziz mengejarnya dan menarik baju gamis Yusuf sehingga koyak di belakangnya. Mereka mendapati Al-Aziz berdiri di depan pintu. Isteri Al-Aziz lalu memfitnah Yusuf dan berkata kepada suaminya bahwa Yusuf telah menggoda dirinya, dan dia harus mendapatkan hukuman. Yusuf mengelak dan mengatakan bahwa wanita itulah yang telah berusaha menggodanya. Kemudian seorang saksi dari keluarga Al-Aziz berkata: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.” (QS Yusuf : 26-27)

Setelah diperiksa, Al-Aziz mendapati bahwa baju Yusuf koyak di bagian belakang. Akhirnya tahulah dia bahwa isterinya telah berdusta dan berusaha menggoda Yusuf. Dia pun meminta Yusuf merahasiakan kejadian itu dan menyuruh isterinya untuk memohon ampun atas dosanya. Berita tentang Zulaikha menggoda Yusuf tupanya tersebar di antara para wanita pembesar di Mesir. Mereka pun membicarakannya. “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” (QS Yusuf : 30)

Mendengar itu Zulaikha ingin membalas mereka, untuk menunjukkan bahwa pemuda yang mereka sebutkan itu tidak seperti pemuda kebanyakan yang biasa mereka lihat. Selanjutnya Allah mengisahkan pembalasan Zulaikha kepada para wanita itu:

Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS Yusuf : 31) biasa mereka lihat. Selanjutnya Allah mengisahkan pembalasan Zulaikha kepada para wanita itu:

pisau

Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS Yusuf : 31)

Melihat terpesoana melihat ketampanan Yusuf yang luar biasa dan belum pernah mereka saksikan sehingga tanpa sadar mereka telah melukai jari-jarinya. Melihat itu Zulaikha pun berkata: “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.” (QS Yusuf : 32)

Yusuf pun berdoa kepada Allah: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS Yusuf : 33)

Nabi Yusuf di dalam penjara

Nabi Yusuf lebih rela masuk penjara daripada bermaksiat kepada Allah dan memenuhi ajakan para wanita itu. Dan Allah pun mengabulkan permohonan Yusuf dan menghindarkannya dari tipu daya mereka.

anggur

Maka Nabi Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Bersama dengannya masuk pula dua orang pemuda di dalam penjara. Pada suatu malam kedua pemuda itu bermimpi pada saat yang bersamaan. Salah seorang diantara mereka berkata:

“Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.” (QS Yusuf : 36)

Yang satunya lagi berkata:

“Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.” (QS Yusuf : 36)

Mengetahui kelebihan Nabi Yusuf bahwa ia adalah termasuk orang-orang yang pandai, mereka pun memintanya untuk menjelaskan ta’bir mimpi mereka. Nabi Yusuf pun berbicara kepada keduanya, mengatakan bahwa Allah telah mengabarkan kepadanya tentag perihal kedua orang tersebut.

roti dimakan burungPada saat itu penduduk Mesir adalah orang-orang yang menyembah banyak tuhan-tuhan lain selain Allah. Oleh karena itu, sebelum menjelaskan ta’bir mimpi kedua orang itu, Nabi Yusuf menerangkan bahwa beliau hanya beriman kepada Allah, meng-Esa-kan-Nya dan mengikuti agama orang tuanya, Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Beliau berkata: “Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya). tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).” (QS Yusuf : 38)

Kemudian beliau menyeru kepada kedua pemuda itu:

“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah”. (QS Yusuf : 39-40)

Lalu Nabi Yusuf mengajak mereka kepada tauhid, yakni beribadah hanya kepada Allah saja. “Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Yusuf : 40)

Setelah melaksanakan kewajibannya mendakwahi kedua orang itu kepada kebenaran, yakni hanya menyebah kepada Allah saja, beliau pun menyelaskan mengenai ta’bir mimpi mereka.

“Hai kedua penghuni penjara: “Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)” (QS Yusuf : 41)

Apa yang diterangkan itu pasti terjadi, karena Allah telah melebihkan Nabi Yusuf dan mengajarkan beliau ta’bir mimpi. Kemudian Nabi Yusuf meminta kepada orang yang akan selamat agar menerangkan tentang keadaan beliau, sehingga beliau dapat dibebaskan karena sesungguhnya dia tidak bersalah. Namun syaithan membuat orang itu lupa, akhirnya Nabi Yusuf pun tetap tinggal di dalam penjara selama beberapa tahun lamanya.

Belajar dari kisah ini

Teman-teman, kisah ini belum berakhir. Tapi kita akan berhenti sejenak, untuk mengambil pelajaran dari kisah Nabi Yusuf yang baru saja kita baca. Di antara pelajaran penting itu adalah:

1. Dakwah para Nabi dan Rasul adalah satu, yakni mengajak umat manusia kepada tahuid, yaitu hanya menyembah kepada Allah saja, dan tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Lihatlah bagaimana Nabi Yusuf, sebelum menceritakan ta’bir mimpi kedua orang pemuda itu, terlebih dahulu mengingkari tuhan-tuhan yang mereka sembah, dan mengajak mereka untuk menyembah Allah saja, sebagaimana agama Nabi Ya’qub, Nabi Ishak, dan Nabi Ibrahim.

2. Kisah Nabi Yusuf menggambarkan kesabaran yang luar biasa indah. Nabi Yusuf bersabar menghadapi musibah, ketika dibuang di sumur,

kemudian dijual dengan harga murah, lalu difitnah dan dipenjarakan dengan dzalim. Beliau tidak pernah mengeluh. Bahkan beliau lebih rela untuk mendekam di dalam penjara, daripada mengikuti ajakan untuk bermaksiat kepada Allah. Kelak, Allah akan memberikan balasan yang indah atas kesabaran itu.

3. Syari’at Islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan di tempat tertutup, karena akan mendatangkan maksiat. Lihatlah bagaimana prilaku Zulaikha yang tergoda oleh ketampanan Nabi Yusuf karena sering berada berdua saja di dalam rumah.

Masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini, namun kita cukupkan dulu. Kita akan membaca bagaimana akhir kisah Nabi Yusuf. Yuk kita simak lagi…..

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: