Posted by: mediasholeha | April 23, 2013

Kisah Nabi Ibrahim

Kalian pernah mendengar kisah Nabi Ibrahim? Belaiu adalah salah seorang Nabi dan Rasul Ulul Azmi, bersama anaknya Nabi Ismail mereka membangun Ka’bah yang kita kenal sebagai tempat kaum Muslimin menyelenggarakan haji. Kita sudah pernah membaca kisah pembangunan Ka’bah, nah sekarang kita akan membaca kisah Kenabian Ibrahim dan perjuangan beliau berdakwah di jalan Allah.

Allah memberikan hidayah kebenaran dan kenabian kepada Ibrahim sejak beliau masih kecil. Nabi Ibrahim hidup ditengah-tengah kaum yang berbuat kesyirikan. Kalian tahu kan syirik itu apa? Iya benar, syirik adalah meyakini dan menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. Syirik adalah dosa yang paling besar yang tidak akan diampuni Allah jika orang yang berbuat kesyirikan tidak bertaubat kepada Allah. Lawan dari syirik adalah Tauhid.

Ya, mereka berbuat syirik, diantara mereka ada yang menyembah dan berdoa kepada patung-patung, bintang, matahari dan sebagainya. Kepada Nabi Ibrahim, Allah menunjukkan tanda-tanda keagungan-Nya, agar beliau termasuk orang-orang yang yakin.

Ketika malam telah menjadi gelap, ia melihat sebuah bintang, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bintang itu tenggelam maka ia berkata, “Aku tidak suka kepada yang tenggelam.” Kemudian ketika melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, ia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” Selanjutnya ketika melihat matahari terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka ketika matahari itu terbenam Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya:

“Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan

Tuhan.”

Nabi Ibrahim membantah orang-orang yang menyembah bintang, bulan dan matahari, dan sembahan-sembahan selain Allah. Karena sesungguhnya semua itu Allah-lah yang menciptakan, Maha Esa Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bapak Nabi Ibrahim adalah seorang penyembah berhala, karena itu Nabi Ibrahim pertama kali berdakwah kepada bapaknya, mengajak menuju jalan kebenaran dengan kata-kata yang lembut dan isyarat yang baik. Ia berkata kepada bapaknya:

“Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada

Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”. (QS Maryam :43-45)

Setelah petunjuk dan nasihat disampaikan, bapaknya menolak dan berkata:

“Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.

Nabi Ibrahim bersikap sangat baik kepada bapaknya dan memintakan ampun kepada Allah. Namun setelah dijelaskan bahwa bapaknya itu musuh Allah, maka beliau pun berlepas diri dari bapaknya.

Nabi Ibrahim dibakar dalam Api

Di dalam Al-Qur’an, Allah juga berkisah tentang Nabi Ibrahim ketika beliau berkata kepada bapak dan kaumnya yang menyembah berhala: “Patungpatung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?”

Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”.

Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”.

Dan beliau berkata pula: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”.

Dan Ibrahim pun bersumpah akan melakukan tipu daya terhadap patungpatung itu setelah mereka pergi. Pada saat orang-orang pergi untuk menghadiri perayaan tahunan mereka, Nabi Ibrahim tetap tinggal dengan alasan sakit. Ketika ditinggal sendiri, lalu beliau secara diam-diam keluar menuju ke tempat berhala-berhala itu. Lalu ia menemukan patung-patung itu berada di pelataran yang sangat luas. Di hadapan patung-patung itu terdapat aneka makanan yang disediakan oleh orang-orang yang menyembahnya.

Kemudian Ibrahim berkata kepada patung-patung itu dengan nada mengejek:

“Apakah kalian tidak makan? Mengapa kalian tidak menjawab?”

Kemudian Nabi Ibrahim memukul patung-patung itu dengan tangan kanannya dengan kuat sehingga hancur berkeping-keping. Semuanya dihancurkan kecuali satu patung yang paling besar.

Ketika orang-orang kembali dari perayaan, mereka mendapati berhalaberhala mereka telah hancur berantakan, lalu mereka berkata:

“Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami?”

Kemudian ada yang berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim “.

Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”.

Kemudian setelah orang-orang berkumpul, mereka mendatangi Nabi Ibrahim dan bertanya:

“Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?

Nabi Ibrahim menjawab:

“Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.

“Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”

Mereka tidak mengerti mengapa Ibrahim menyuruh mereka bertanya kepada patung yang besar itu, padahal sudah jelas bahwa patung itu tidak dapat berbicara, apalagi menghancurkan patung-patung kecil lainnya.

Pada saat itu, Nabi Ibrahim pun berkata:

“Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu? Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?” (QS Al-Anbiya : 66-67)

Lalu mereka berkata:

Lihatlah teman-teman, betapa bodohnya orang-orang musyrik itu. Mereka menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri, yang mereka tahu tidak dapat berbicara bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri ketika dihancurkan!

Ketika mereka merasa telah dikalahkan dalam dialog dan perdebatan itu, telah jelas kelemahan mereka, kebenaran telah tampak dan kebathilan telah hancur, maka mereka pun mengalihkan perhatian dan menggunakan kekuasaan.. Mereka berkata kepada kaumnya: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”.

Maka mereka pun mendirikan bangunan untuk membakar Nabi Ibrahim, Mereka mengumpulkan kayu bakar dari berbagai macam tempat, lalu menuju ke tempat pembakaran yang sangat besar, kemudian meletakkan kayu-kayu itu di dalamnya dan membakarnya hingga api itu menyala-nyala dan berkobar sangat tinggi, yang belum pernah terlihat sebelumnya api seperti itu.

Lalu mereka mengikat Ibrahim di atas manjaniq (alat pelontar besar di zaman dulu) dan melontarkannya ke dalam api yang menyala. Ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, maka beliau pun membaca doa:

doa

Lalu Allah pun menolong Rasul-Nya dan berkata kepada api:

“Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.”

Pada hari itu api tidak melukai tubuh Nabi Ibrahim sedikit pun, padahal Ibrahim berada di tengah-tengah lingkaran api. Demikianlah, Allah akan selalu menolong Rasul-Nya dari kezaliman orang-orang kafir musyrik. Allah berfirman:

“Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (QS Al-Anbiya : 70)

Demikianlah mereka memperoleh kerugian dan kehinaan di dunia, sedangkan di akhirat kelak, api neraka tidak akan pernah menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

furqan 66

Perdebatan Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud

Dikisahkan Raja Namrud adalah raja yang memerintah di negeri Babilonia. Namrud adalah seorang raja yang kejam dan sewenang-wenang, seorang raja yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.

Ketika Ibrahim mengajaknya agar menyembah kepada Allah Ta’ala semata, satu-satunya Tuhan dan tiada sekutu bagi-Nya, kerena kesesatan dan angan-angannya ia menjadi ingkar kepada Tuhannya, bahkan mengajak Nabi Ibrahim berdebat dan mengakui dirinya sebagai tuhan. Nabi Ibrahim pun berkata:

“Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,”

Maka Namrud pun berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.”

Yang dimaksudkan oleh Namrud adalah jika dia berniat membunuh dua orang, lalu dia membunuh yang satu dan memaafkan serta membiarkan yang lain tetap hidup. Sungguh sangat jauh berbeda dengan Allah, Tuhan Yang Menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada, Yang Mengirimkan hujan dan Menumbuhkan benih menjadi tanaman yang tinggi, Yang Menciptakan kita semua. Dan suatu saat semua yang hidup, termasuk kita semua, akan mati, dan kelak akan Allah bangkitkan lagi di hari kiamat. Raja Namrud tidak akan mampu dan tidak mungkin melakukannya!

Lalu Nabi Ibrahim berkata lagi:

“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,”

Raja Namrud pun terdiam, karena dia memang tidak akan dapat melakukannya. Dengan demikian telah jelaslah kebodohan dan kesesatan raja Namrud.

Dikisahkan, ketika raja Namrud tidak juga beriman kepada Allah, Allah menurunkan azab kepadanya dan bala tentaranya, lalat yang tidak terlihat oleh mereka. Lalat-lalat itu memakan daging dan darah mereka dan hanya menyisakan tulang-belulangnya saja. Kemudian salah satu lalat itu masuk ke dalam hidung raja Namrud. Dengan lalat itulah Allah menyiksa raja Namrud. Dia selalu memukul kepalanya dengan besi sekian lama untuk mengeluarkan lalat, sampai akhirnya Allah membinasakan dia.

Demikianlah, Allah akan selalu membinasakan orang-orang yang kafir dan ingkar kepada-Nya.

Adapun Nabi Ibrahim, beliau kemudian hijrah meninggalkan kaumnya. Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya – khalilullah. Sepanjang masa hidupnya beliau adalah seorang Muslim sejati, seorang hamba yang senantiasa beribadah dan taat hanya kepada Allah saja. Lalu Allah memberkehai beliau dengan mengkaruniai dua orang anak yang diangkat sebagai Nabi. Dari isterinya Hajar beliau mendapatkan anak yaitu Nabi Ismail, dan dari Sarah beliau mendapatkan anak yaitu Nabi Ishak.

Belajar dari Ibrahim

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah:

1. Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk menegakkan Tauhid, yakni beribadah hanya kepada Allah saja, dan menjauhi Syirik, yaitu beribadah kepada sembahan-sembahan lain selain Allah, seperti bintang, matahri, bulan, patung, dan lain-lain.

2. Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni Allah. Orang-orang yang berbuat kesyirikan, maka mereka adalah orangorang sesat dan menjadi musuh Allah dan kawan-kawan Syaithan. Mereka semua akan kekal dalam neraka jahannam.

3. Allah akan selalu menolong para Nabi dan Rasul-Nya, dan orangorang beriman kepada apa yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul-Nya, dan membinasakan orang-orang yang berbuat zalim dan ingkar kepada-Nya.

Sumber: http://www.raudhatulmuhibbin.org

Perdebatan Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud

Dikisahkan Raja Namrud adalah raja yang memerintah di negeri Babilonia. Namrud adalah seorang raja yang kejam dan sewenang-wenang, seorang raja yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.

Ketika Ibrahim mengajaknya agar menyembah kepada Allah Ta’ala semata, satu-satunya Tuhan dan tiada sekutu bagi-Nya, kerena kesesatan dan angan-angannya ia menjadi ingkar kepada Tuhannya, bahkan mengajak Nabi Ibrahim berdebat dan mengakui dirinya sebagai tuhan. Nabi Ibrahim pun berkata:

“Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,”

Maka Namrud pun berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.”

Yang dimaksudkan oleh Namrud adalah jika dia berniat membunuh dua orang, lalu dia membunuh yang satu dan memaafkan serta membiarkan yang lain tetap hidup. Sungguh sangat jauh berbeda dengan Allah, Tuhan Yang Menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada, Yang Mengirimkan hujan dan Menumbuhkan benih menjadi tanaman yang tinggi, Yang Menciptakan kita semua. Dan suatu saat semua yang hidup, termasuk kita semua, akan mati, dan kelak akan Allah bangkitkan lagi di hari kiamat. Raja Namrud tidak akan mampu dan tidak mungkin melakukannya!

Lalu Nabi Ibrahim berkata lagi:

“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,”

Raja Namrud pun terdiam, karena dia memang tidak akan dapat melakukannya. Dengan demikian telah jelaslah kebodohan dan kesesatan raja Namrud.

Dikisahkan, ketika raja Namrud tidak juga beriman kepada Allah, Allah menurunkan azab kepadanya dan bala tentaranya, lalat yang tidak terlihat oleh mereka. Lalat-lalat itu memakan daging dan darah mereka dan hanya menyisakan tulang-belulangnya saja. Kemudian salah satu lalat itu masuk ke dalam hidung raja Namrud. Dengan lalat itulah Allah menyiksa raja Namrud. Dia selalu memukul kepalanya dengan besi sekian lama untuk mengeluarkan lalat, sampai akhirnya Allah membinasakan dia.

Demikianlah, Allah akan selalu membinasakan orang-orang yang kafir dan ingkar kepada-Nya.

Adapun Nabi Ibrahim, beliau kemudian hijrah meninggalkan kaumnya. Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya – khalilullah. Sepanjang masa hidupnya beliau adalah seorang Muslim sejati, seorang hamba yang senantiasa beribadah dan taat hanya kepada Allah saja. Lalu Allah memberkehai beliau dengan mengkaruniai dua orang anak yang diangkat sebagai Nabi. Dari isterinya Hajar beliau mendapatkan anak yaitu Nabi Ismail, dan dari Sarah beliau mendapatkan anak yaitu Nabi Ishak.

Belajar dari Ibrahim

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah:

1. Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk menegakkan Tauhid, yakni beribadah hanya kepada Allah saja, dan menjauhi Syirik, yaitu beribadah kepada sembahan-sembahan lain selain Allah, seperti bintang, matahri, bulan, patung, dan lain-lain.

2. Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni Allah. Orang-orang yang berbuat kesyirikan, maka mereka adalah orangorang sesat dan menjadi musuh Allah dan kawan-kawan Syaithan. Mereka semua akan kekal dalam neraka jahannam.

3. Allah akan selalu menolong para Nabi dan Rasul-Nya, dan orangorang beriman kepada apa yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul-Nya, dan membinasakan orang-orang yang berbuat zalim dan ingkar kepada-Nya.

Sumber: http://www.raudhatulmuhibbin.org


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: