Posted by: mediasholeha | September 11, 2012

Orang Besar Tersandung Do’a Orang Kecil

‘Ad, yang nama kaumnya tercantum dalam al-Qur’an, adalah seorang konglomerat yang sangat kaya. Dengan kekayaannya yang melimpah ia bisa membeli kekuasaan raja-raja. Pengaruhnay sangat luar biasa sehingga tak seorang pun berani menentangnya.

‘Ad memiliki dua orang putra yang bernama Syidad dan Syadid. Sepeninggal ayahnya, kedua anak ini bersaing untuk memperebutkan harta warisan yang melimpah. Masing-masing merasa lebih berhak, tanpa ada keinginan untuk saling berbagi. Perebutan harta warisan itu berakhir dengan terbunuhnya Syadid di tangan saudaranya sendiri.Di masa kecilnya, Syidad pernah mempelajari kitab suci. Ia sangat tertarik dengan gambaran surga yang ada di dalamnya. Dengan harta warisan yang kini menjadi miliknya sendiri, ia terobsesi untuk mewujudkan surga bumi.

Niat itu segera ia kemukakan panjang lebar kepada raja-raja yang menjadi kroninya. Tak seorang pun di antara yang hadir menolak rencana itu. Sebaliknya mereka mempersilahkan Syidad untuk memintanya memerintahkan apa saja, termasuk mengumpulkan permata, emas, dan perak dari seluruh penjuru negeri.

Dengan menegrahkan 300 arsitek kenamaan, proyek raksasa ini dimulai. Dicarinya lokasi yang paling tepat sesuai dengan lanskap yang pernah tergambar dalam kitab suci. Lokasi itu ditumbuhi pohon-pohon rindang yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang amat jernih.

Belum pernah ada bangunan seindah dan semegah taman surga impian Syidad. Dindingnya saja terbuat dari emas dan perak, dengan hiasan permata, intan merah, dan jamrud hijau. Taman-tamannya luas juga dan indah mempesona. Selain dipenuhi dengan pohon-pohonan yang rindang, para arsiteknya sengaja membuat pepohonan tiruan yang dedaunannya dihiasi mutiara dan intan merah. Dahan-dahannya dilapisi mutidara dan permata putih. Air yang mengalir di bawahnya ditaburi minyak misik dan ambar yang mewangi. Luar biasa.

Akan tetapi ada yang lebih luar biasa lagi, bahwa bangunan ini terbuat dari bahan-bahan yang diperoleh dari harta rakyat yang dirampas, baik melalui undang-undang resmi maupun kekuasaan militer. Semua harta kekayaan rakyat dirampas habis, tak bersisa. Sampai-sampai seorang anak yatim yang hanya mempunyai anting-anting emas yang melekat di kupingnya, juga ikut dipaksa menyerahkan miliknya.

Bagi para pembesar Negara, perhiasan anak yatim yang nilainya hanya 2 dirham itu tak mempunyai arti sama sekali. Akan tetapi sebaliknya bagi anak yatim yang terlantar. Dengan tangis pilu, ia dongakkan kepalanya, ia angkat tangannya, kemudian ia berdo’a: “Ya Allah, Engkau telah mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh si zhalim itu. Tolonglah kami ya Allah, Dzat yang sebaik-baiknya penolong.

Do’a yang diamini para malaikat itu segera dikabulkan oleh Allah. Maka tak lama kemudian di saat Syidad hendak melakukan sidak, Allah mendatangkan bencana atas dirinya. Syidad bersama ratusan kroninya mati secara nista sebelum menyaksikan taman surga yang menjadi obsesinya.

***

Kisah di atas tentu sudah banyak mengalami perubahan dari cerita aslinya. Ada pengurangan, penambahan, penyembunyian atau penonjolan di sana sini. Meskipun demikian kisah-kisah seperti ini mengandung pelajaran dan hikmah yang luas sekali.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa harta itu sama dengan pisau bermata dua. Di satu sisi ia memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, tapi di sisi lain justru bisa menghancurkannya. Di tangan orang-orang yang serakah, harta itu tidak mendatangkan kemaslahatan hidup, tapi justru memicu kerusakan dimana-mana.

Orang yang serakah tidak pernah puas dengan harta yang sudah dimilikinya. Sudah punya segunung emas, ia ingin dua gunung. Punya satu istana, ingin punya dua, tiga dan seterusnya. Tak cukup memiliki rumah mewah di dalam negeri, ia pun membeli beberpa istana di manca Negara.

Jika yang serakah itu orang biasa-biasa saja barangkali tidak terlalu besar pengaruhnya. Jika pun ada yang dirugikan akibat keserakahannya, barangkali hanya satu sampai sepuluh orang saja. Akan tetapi jika yangs erakah itu orang yang sedang memegang kekuasaan atau anaknya orang yang berkuasa, maka kerugiannya bisa berlipat ganda. Negara dirugikan, dan rakyat menjadi tumbalnya.

Pertumpahan pertama kali terjadi di dunia ini gara-gara keserakahan manusia. Qabil membunuh saudara kandungnya sendiri karena didorong oleh keserakahan, ingin menguasai istri adiknya. Dari sifat itu tumbuh iri hati. Tidak boleh ada orang lain memperoleh hal yang sama dengan dirinya, apalagi lebih.

Syidad dalam contoh di atas barangkali contoh yang amat ekstrem. Ia tidak hanya ingin menandingi sesama manusia. Tapi ingin bertanding dengan Allah. Ia ingin memiliki istana atau taman surge sebagaimana yang pernah dijanjikan Allah kepada manusia yang beriman dan beramal shalih.

Akibat keserakahan ini, ia menghalalkan segala cara untuk membangunnya. Harta rakyat dirampok untuk memenuhi obsesinya. Tak terkecuali rakyat kecil diperas hingga tak keluar lagi airnya. Bila rakyat kecil sudah terzhalimi, Allah pasti akan membelanya. Doa mereka dikabulkan, permintaan mereka dipenuhi.

Orang yangs udah lupa daratan karena keserakahannya sering melupakan hal ini. Mereka menganggap remeh jerit tangis dan ratapan rakyat kecil. Padahal Rasulullah telah bersabda:

“Waspadalah terhadap doanya orang yang dizhalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat.” (Mashabih as-Sunnah)

Terhadap hal ini Allah tidak membeda-bedakan apakah yang menjadi korban itu orang baik-baik atau jahat. Biar orang jahat sekalipun. Doanya tetap dikabulkan. Karena Rasulullah masih melanjutkan sabdanya pada kesempatan lain, ”Doanya orang yang dizhalimi itu makbul meskipun ia orang yang jahat, yang kejahatannya menimpa ia sendiri.” (HR. Ahmad)

Kejatuhan rezim orde baru bisa jadi karena gerakan mahasiswa, tapi jangan dilepaskan dari doanya rakyat kecil yang selama ini teraniaya. Benang merah itu jangan diputus begitu saja. Diantara mereka ada seorang wanita, buruh pabrik yang bernama Marsinah. Ketika nafasnya tinggal satu dua akibat kekejaman kaki tangan rezim yang berkuasa, ia menyerahkan kepada Allah segala nasibnya. Ia juaga menyerahkan kepada Allah untuk membalasnya.

Jangan lepaskan kejatuhan orde baru ini dengan doanya sekian ribu janda dan anak yatim piatu yang telah ditinggal mati oleh suami atau ayahnya dalam insiden Priok, Lampung, Aceh, dan berbagai insiden lainnya. Juga ada doanya ribuan rakyat yang tempat tinggalnya digusur demi untuk memenuhi ambisi segelintir orang yang menginginkan fasilitas lebih, baik berupa fasilitas bisnis, lapangan golf, atau yang lainnya.

Jerit tangis rakyat kecil memang tidak ada yang memperhatikan di dunia ini. Keberadaan mereka tidak diperhitungkan, kecuali pada saat-saat menjelang pemilu saja. Pengaduan mereka tak pernah digubris. Tuntutan mereka tak pernah dilayani. Jangankan diajak berdialog, sedang ditemui secara baik-baik saja itu sudah istimewa. Yang terbanyak, mereka justru diusir, dicaci-maki, dan dituduh macam-macam. Banyak diantaranya yang diseret ke sel, baik melalui jalur hokum maupun asal masuk saja.

Kezhaliman itu bisa berupa kezhaliman politik, ekonomi, dan hokum. Semua bentuk aniaya itu melahirkan ketidakadilan, pemerkosaan hak, dan pelanggaran hokum. Dalam jangka pendek mungkin kelihatannya menguntungkan pihak yang berbuat zhalim, tapi dalam jangka menengah dan panjang sebaliknya, senjata itu akan makan tuannya sendiri. Orang-orang sombong itu sama dengan membuat lubang untuk mengubur dirinya sendiri.

Tetapi mengapa masih banyak orang yang berbuat zhalim? Banyak factor yang mendorongnya. Bisa karena terdorong oleh kecintaannya yang sangat terhadap dunia, baik berupa wanita, tahta, maupun harta. Atau karena dorongan nafsu sehabisnya. Sudah menjadi raja jalan tol, masih ingin menjadi raja hutan, raja mobil, dan akhirnya ingin menjadi rajadiraja.

Kezhaliman juga bisa karena dorongan hasad, iri, atau dengki. Seseorang yang sudah dijangkiti penyakit hati seperti ini akan terdorong untuk berbuat apa saja, asal dapat memuaskan hatinya. Ukuran puas disini adalah apabila melihat orang lain menjadi menderita karena ulahnya. Kezhaliman seperti ini sungguh sangat berbahaya, apalagi jika menimpa orang-orang yang menggenggam kekuatan dan kekuasaan, senjata ataupun harta.

Karena dampak kezhaliman itu ganda, merugikan korban dan pelakunya, maka Rasulullah menganjurkan kepada kaum muslimin agar menolong keduanya. Orang yang dizhalimi hendaknya ditolong dengan berbagai bantuan materi dan mental spiritual, sedangkan orang yang berbuat zhalim hendaknya juga ditolong dengan cara dicegah. Jika tidak, Allah akan segera mendatangkan bencana yang besar kepada mereka.


Responses

  1. […] Purwaceng “Viagra”-nya IndonesiaInterview Eksklusif Kim Hyun Joong untuk Fanmeet Bangkok di Daily News 16 Agustus 2012Del Bosque: Kroasia Bikin Spanyol Gugup – Berita Sepak Bola InternasionalCucuR BawuKOrang Besar Tersandung Do’a Orang Kecil […]

  2. […] 5 langkah cerdasCoca Cola Dalam RenunganDia itu Cinta (Part 3)Satu Hari Tanpa Deriakumpulan cerita sufi tasawuf penuh hikmah – kisah sufi tasawuf penuh hikmah – cerpen sufi tasawuf penuh hikmahOrang Besar Tersandung Do’a Orang Kecil […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: