Posted by: mediasholeha | September 3, 2012

Celaka karena dua lubang

“ Rasulullah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga, lalu beliau menjawab, ‘taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik’. Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak mengantarkan orang masuk neraka, beliau menjawab, ‘mulut dan kemaluan.’”  (HR. Tirmidzi)

Tugas utama semua rasul adalah menjelaskan berbagai persoalan agama kepada ummatnya, baik yang berkaitan dengan aqidah, syariah, maupun akhlaq. Oleh karenanya, setiap rasul adalah guru.

Sebagai guru, Muhammad adalah yang terbaik. Dalam mengajarkan agama, beliau tidak membatasi waktu dan tempat. Artinya, dimana saja dan kapan saja beliau meladeni setiap orang yang mau berguru kepadanya. Tidak terpaku hanya di kelas atau di masjid. Mengajar bisa secara formal, non-formal, dan informal. Semua itu tergantung dimana beliau mengajar, dan siapa yang diajari.

Dalam mengajarkan al-Islam, beliau tidak menggunakan sitem monologis. Dalam sejarah, hanya sesekali saja Rasulullah berceramah panjang lebar. Yang sering adalah berdialog. Sebelum menjelaskan suatu permasalahan, tidak jarang beliau menanyai para sahabat terlebih dahulu. Jika jawaban mereka kurang tepat, beliau membetulkannya. Jika jawaban mereka sudah tepat, beliau menyetujuinya. Kadang hanya dengan ucapan “Ya”, kadang memperdalam lagi.

Para sahabat sangat bebas bertanya apa saja, utamanya yang berkait langsung dengan kepentingannya. Salah satu kepentingan manusia adalah hidup selamat di dunia dan di akhirat. Pertanyaan seputar itulah yang paling banyak ditanyakan para sahabat, termasuk hadits yang dibahas pada tulisan ini.

Ketika Rasulullah ditanya tentang perkara yang banyak menjadikan seseorang masuk surga, Rasulullah menjawab singkat; Taqwallah dan husnul khuluq. Jawaban ini singkat, tapi makna kandungannya tidka terbatas. Bisa dibahas berhari-hari, bisa menghasilkan berjilid-jilid buku,. Jawaban Nabi selalu singkat dan mengena.

Ketika Rasulullah ditanya mengenai perkara yang lebih banyak menjerumuskan manusia ke jurang neraka, lagi-lagi beliau menjawabnya dengan singkat pula. “ Mulut dan kemaluan.” Inilah dua lubang yang sering mengantarkan manusia ke dalam bahaya. Baik semasa hidupnya di dunia maupun di akhiratnya.

Banyak jalan menuju surga, tapi intinya adalah dua, yaituntaqwallah dan akhlak yang mulia. Dengan ketakwaannya, seorang muslim berusaha sekuat daya dan upaya untuk melaksanakan seluruh perintah Allah. Iapun berusaha dengan sungguh-sungguh, dengan mengerahkan semua potensi yang dimilikinya untuk menjauhi segala larangan-Nya. Dengan taqwa, manusia terbimbing meniti jalan kehidupan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditunjuki oleh Allah.

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’aam : 153)

Asal arti taqwa adalah hati-hati. Seperti orang yang berjalan di semak belukar, tentu ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terpleset atau terkena duri, atau bahkan terbelokan sehingga keluar dari jalur yang semestinya dilewati. Orang yang selalu waspada dan hati-hati dalam hidupnya niscaya ia akan selamat. Demikian juga orang yang bertaqwa. Bahkan mereka tidak hanya selamat ketika di dunia, akan tetapi juga akan selamat sejahtera sampai di surga.

Jika sikap hati-hati dilandasi dengan sika-sikap positif lainnya, misalnya jujur, ikhlas, sabar, lapang dada, selalu optimis, husnuzhzhan, dan sikap-sikap terpuji lainnya, maka tentu hasilnya menjadi lebih baik lagi. Muslim yang demikian tidak hanya meraih sukses ke surga tapi mendapatkan surga yang paling utama, kelas VIP bersama para nabi dan kekasih Allah yang lain.

Jika jalan ke surge telah ditunjukkan Rasulullah, yaitu taqwa dan akhlak mulia, maka jalan menuju neraka juga dijelaskan. Ada dua jalan yang paling gampang untuk menjerumuskan manusia ke neraka, yaitu dua lubang, lubang mulut dan lubang kemaluan.

Lubang mulut berarti jalan masukknya makanan. Tidak sedikit orang yang tidak mampu menahan mulutnya dari makanan yang haram. Baik yang haram karena dzatnya, maupun yang haram karena proses mendapatkannya. Kebanyakan manusia tidak tahan lapar, sebaliknya sangat rakus terhadap makanan. Agar tidak lapar dan nafsu perutnya terpenuhi, manusia tak segan-segan berbuat nekat, seperti mencuri, merampok, korupsi, dan sebagainya.

Mulutnya, selain berfungsi sebagai jalan masuknya makanan, juga alat untuk berbicara. Dalam hal ini terlalu banyak manusia yang mudah berkata kotor. Mulai dari berkata kurang sopan, berdusta, sampai dengan memfitnah. Ada pepatah mengatakan, “Sedikit orang yang celaka karena kakinya, sebaliknya banyak orang yang sungkur karena lidahnya.” Lidah memang tak bertulang!

Berkait dengan masalah lubang mulut ini, Rasulullah pernah bersabda:

“Barangsiapa yang dipelihara Allah dari kejelekan apa yang berada di antara kumis dan jenggotnya (mulut), dan kejelekan apa yang berada di antara kedua pahanya (kemaluan), niscaya ia akan masuk surge.” (HR. Tirmidzi)

Lubang kedua yang mengancam keselamatan manusia adalah lubang yang berada di antara dua paha. Orang yang bisa menjaga kemaluannya dari perbuatan maksiat, maka surge jaminannya. Adapaun mereka yang tidak mampu menahan dirinya dari nafsu seksualnya, maka neraka adalah sebaik-baik tempat baginya. Na’udzu billah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: