Posted by: mediasholeha | August 11, 2012

Tumbuh kembang anak (2)

2 TAHUN

By: Dra. Med. Helyantini Soetopo, S. Psi

Kehidupan seorang anak usia dua tahun ditandai dengan berbagai gejolak. Organ tubuh mereka akan semakin sempurna, aktivitas fisiknya semakin meningkat, pengamatan terhadap diri dan lingkungan kian tajam, dan kemampuan mengatasi masalah semakin baik. Anak kelompok usia dua tahun sedang berada di puncak tumbuh kembangnya.

Keterampilan utama anak usia dua tahun adalah:

–          Dapat berdiri sendiri, bahkan mulai bisa berlari

–          Dapat berjalan tanpa dibantu

–          Dapat makan sendiriSelain keterampilan utama tersebut, anak-anak kelompok usia dua tahun pada umumnya sudah bisa melompat-lompat di tempat dan melompat maju dan mundur beberapa sentimeter. Mereka pun biasanya sudah dapat naik turun tangga sendiri tanpa harus selalu  diawasi oleh orang tua yang cemas mereka akan jatuh. Keterampilan yang juga segera dapat dicapai oleh anak usia dua tahun adalah melempar bola.

Keterampilan motorik halus anak kelompok usia dua tahun biasanya menunjukkan peningkatan yang pesat dalam kemampuan memberikan reaksi. Metode yagn digunakan dalam bermain adalah metode ‘trial and error’ dan metode repeating yang cukup efektif bagi anak-anak agar mereka semakin terlatih dalam mengendalikan otot-otot halus. Pada usia ini, mereka sudah bisa membuat menara dengan menyusun beberapa balok (6-7 buah balok). Anak juga mulai memperlihatkan dominasi tangan kiri atau tangan kanan (kidal atau tidak kidal). Akan terlihat pula kemahiran mereka dalam menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk menjumputi dan menjepit benda-benda kecil. Anak-anak pun mulai terampil memegang krayon, kuas cat atau spidol besar untuk mulai mencoret-coret.

Anak usia dua tahun kerap membuat coretan berupa garis-garis vertical dan lingkaran, atau campuran garis dan lingkaran yang membentuk ‘benang kusut’. Kelak ‘benang kusut’ itulah yang menjadi peletak dasar dari perkembangan kemampuannya menulis. Pada umumnya, mereka mulai memberikan perhatian besar pada goresan-goresan yang dibuatnya. Selain dapat menunjang keterampilan menulis, setiap goresan yang membentuk ‘benang kusut’ juga mendukung keterampilan menggambar, mewarnai, merangsang imajinasi, serta menignkatkan ketajaman penglihatan.

Selain coretan dan goresan, unsur lain yang menjadi perhatian mereka adalah warna. Secara alamiah, anak-anak tampak mudah mengingat beberapa warna dasar, namun tidak demikian halnya dengan warna lain. Akan tetapi, dengan bertambahnya usia, warna yang bermacam-macam pun akan mampu diserap oleh memori anak.

Secara umum, kemampuan kognitif memungkinkan anak untuk memahami konsep sebab akibat yang terbentuk secara simultan. Sehingga anak mengalami kemajuan pesat dan kian mahir dalam mencari solusi ketika menghadapi masalah, misalnya, mereka paham harus mengambil pensil dari kotak pensil. Kamampuan kognitif juga membentuk mereka untuk dapat mengelompokkan benda berdasarkan bentuk, terutama bentuk segitiga dan segiempat, serta mengelompokkan warna.

Kemudian, kemampuan bahasa anak usia dua tahun sudah sampai pada tahap mampu menerima dan melaksanakan instruksi seseorang seperti guru dan orang tua, misalnya, “Cobalah kamu jalan ke meja itu dan ambil buku ceritamu, Nak”. Perkembangan kemampuan bicara anak sejalan dengan perkembangan kemampuan memahami sesuatu dan bersikap disiplin. Mereka akan mengulang dan menguji hampir setiap pernyataan yang dibuat seseorang untuk memastikan apakah reaksi orang tersebut akan sama atau konsisten terhadap satu pernyataan yang sama.

Kemampuan emosional dan sosial anak ditandai dengan kemampuan anak menceritakan identitas diri dan suasana hatinya. Anak usia dua tahun sudah mencapai tahap baru ketika mereka cenderung berada pada “between situation,”misalnya, anak mengalami situasi ingin tertawa sekaligus menangis, merasa senang dan takut secara bersamaan, ingin berhasil, tetapi juga frustasi. Anak juga kerap berontak, tetapi juga mudah merasa bersalah. Dalam bersosialisasi, anak sudah dapat menegrti suasana hati orang lain. Dengan kata lain, mereka sudah siap berbagi dengan teman sebaya dan tidak lagi memandang segala sesuatu hanya dimilikinya sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: