Posted by: mediasholeha | December 11, 2011

5 jurus mendidik anak

Dengerin murattal di radio. Habis itu ternyata  ada kajian… bagus juga. Disampaikan oleh ustadz Abdullah Zein, Lc. Silahkan dibaca, bagi teman-teman yang ingin belajar menjadi orangtua yang baik… ^__^Pertama, mendidik anak memerlukan ILMU

–          Ilmu agama. Meliputi aqidah, adab-adab/akhlak, sholat, dll.

–          Ilmu bagaimana mendidik anak menggunakan hukuman dan hadiah. Hukuman –ancaman agar tidak melakukan keburukan. Hadiah—motivasi untuk melakukan kebaikan. Ketika hukuman dan hadiah tanpa aturan, maka akan kacau. Semua ada ilmunya. Tidak sembarangan.

~~Jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu..^__^~~

Kedua, mendidik anak memerlukan KESHOLIHAN ORANGTUA

Contoh : kisah Nabi Khidhr a.s. dan Nabi Musa a.s..

Ketika mereka masuk kampung, tidak ada masyarakat yang mau menjamu. Ketika mereka melihat ada rumah yang mau roboh, Nabi Khidhr a.s. ingin membangun rumah tersebut. Tapi Nabi Khidhr a.s. tidak mau meminta upah. Kemudian Nabi Musa menanyakan sebenarnya apa tujuannya membangun rumah tersebut. Nabi Khidhr a.s. menjawab bahwa rumah tersebut milik dua orang anak yatim dan di dalamnya ada harta orangtuanya yang disembunyikan. Agar ketika besar nanti mereka bisa menemukan harta tersebut. Orangtua kedua anak tersebut adalah orang yang sangat shalih. Orang yang sholih, dampaknya akan terasa ketika meningggal, apalagi ketika masih hidup???. Kisah ini difirmankan Allah dalam surat Al Kahfi : 82.

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri…”

Urgensi kesholihan orangtua dalam mendidik anak:

–          Ketika anak mulai membuka mata, beri contoh sebagai orangtua. Ketika melihat ayahnya, ayahnya sedang membaca Al Qur’an. Ketika melihat ibunya, ibunya sedang qiyamullail…

–          Jujur dalam bertutur kata.

~~Mari kita tempa diri kita menjadi orangtua yang sholih…^__^~~

Ketiga, mendidik anak memerlukan KEIKHLASAN

Semua aktifitas, kita niatkan karena Allah Ta’ala. Kekuatan ikhlas:

–        Suatu aktifitas akan terasa ringan

Semua pekerjaan rumah itu berat. Bisa ringan dengan ketulusan. Dan keluh kesah itu akan membuat pekerjaan yang ringan menjadi berat.

–          Dengan keikhlasan, ucapan akan berbobot

Kenapa kok tidak semua nasihat kita masuk ke hati anak?. Hanya berlalu seperti berlalunya malam menuju pagi?. Faktor apa yang mendorong keluarnya nasihat. Dengan keikhlasan, setiap huruf yang keluar dari mulut kita akan menjadi nasihat yang menghujam di hati anak.

–          Dengan keikhlasan, anak kita akan mudah diatur

Jangan pernah meremehkan perhatian, pengamatan, dan penilaian anak. Karena mereka masih bersih, bagai kertas putih, tajam, dan bisa merasakan suasana hati orangtua. Elusan, tatapan, ucapan dengan keikhlasan dan ketulusan dari kita akan membuat anak mudah diatur. Ikhlas dari hal yang paling kecil. Misalkan, ketika jam 12 malam ternyata anak menangis, pipis, minta dibuatkan susu. Akan berbeda ketika orangtua membuatkan susu dengan asal-asalan, asal anak bisa diam/tidak menangis. Orangtua yang baik tentunya membuatkan susu sambil berdoa, semoga dengan susu ini besok bisa menjadi daging yang dengannya anak bisa melakukan kebaikan.

Keempat, mendidik anak memerlukan KESABARAN

Merupakan syarat mutlak bagi mereka yang ingin berhasil di dunia yang tidak lepas dari bahagia-susah, kekayaan-kemiskinan, kehidupan-kematian.

–          Sabar membiasakan perilaku yang baik kepada anak

“Setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci”. Saat yang baik untuk membiasakan perilaku baik adalah sewaktu kecil. Seorang ulama mengatakan: “mendidik anak kecil seperti mengukir di atas batu”. Butuh waktu, tapi hasilnya luar biasa!.

–          Sabar menghadapi pertanyaan anak

Segala sesuatu ditanyakan. Kadang anak menanyakan sesuatu yang membuat kita bingung untuk menjawabnya. Misalnya: seorang anak menanyakan kepada abinya, “bi, kenapa jajanan ini namanya momogi?”. Ketika anak mau bertanya kepada orangtua, itu pertanda bahwa anak memiliki kepercayaan kepada orangtua. Jika mereka bertanya dan orangtua menjawab sekenanya, dimarahi, dll, maka akan datang masa dia tidak percaya kepada orangtua dan akan mencari orang lain. Karena itu, kepercayaan anak kepada orangtua merupakan modal yang mahal untuk bisa sukses dalam mendidik anak.

–          Sabar untuk menjadi pendengar yang baik

Jangan buru-buru menyela pembicaraan anak. Dengarkan dulu, misalnya anak terlambat pulang ke sekolah. Jangan menyalahkan anak. Dengarkan dulu. Mungkin saja dia terlambat karena menjenguk temannya dulu, ada tugas dari guru, atau bisa jadi kemungkinan-kemungkinan yang lain.

–          Sabar ketika emosi memuncak

Kalau lagi marah, jangan menjatuhkan hukuman. Karena ketika marah tujuannya mengungkapkan kemarahan ke anak atau ingin menyakiti. Itu tidak mendidik. Kadang orangtua tidak puas ketika anaknya belum nangis ketika belum dicubit, dll. Tunggulah reda dulu. Kemudian susun hukuman yang cocok. Jangan sampai karena kemarahan itu membuat kesalahan besar diberi hukuman yang kecil atau sebaliknya (tidak sebanding).

Kelima, mendidik anak perlu iringan DOA

Jurus pertama – keempat di atas hanyalah ikhtiar manusia. Selanjutnya kita serahkan kepada Allah. Kita do’akan agar anak-anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Aamiin…^__^


Responses

  1. Bagus dik. Makasih tipsnya😉

  2. Iya mb, sama2 bljr ya..:)

  3. semoga Alloh SWT berikan kekuatan untuk senantiasa mendampingi anak2 dengan berbekal ilmu dan ketaqwaan..aamiin

  4. Aamiin.. ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: