Posted by: mediasholeha | August 16, 2010

Kenali diri dulu

Ramadhan sebagai sarana Ma’rifatunnafs

Bulan Ramadhan  adalah bulan “pengenalan”. Bagaimana mungkin kita bisa menyayangi diri kita, sementara kita sendiri belum mengenalnya. Apa mungkin kita menanyakannya kepada teman kita?. kalaupun teman kita mengetahui tentang kita, tetap saja kita sendirilah yang lebih mengetahui.

Ketika bulan Ramadhan syetan dibelenggu dan orang akan lebih mudah melakukan kebaikan. Inilah saatnya kita mengukur diri kita. Sehingga kita bisa mengenali diri kita.

Apakah nafsu kita cenderung pada ketaatan atau kema’shiyatan.

Pada saat berbuka

Rasulullah mencontohkan berbuka dengan kurma. Kalau tidak ada, dengan air putih. Secara tampilan kurma dan air putih memang kurang menarik. Akan tetapi, ketika kita makan kurma/minum air putih rasa lapar kita akan hilang.

Berbuka puasa bukan melepas kembali hawa nafsu kita, tetapi memenuhi hak-hak tubuh kita. Karena kita tahu bahwa esensi dari puasa itu sendiri adalah mengendalikan nafsu.

Makan (berbuka dengan makanan berat) sebelum maghrib berbeda (hawa nafsunya) dengan makan setelah maghrib. Kesabaran itu akan tampak pada pukulan yang pertama. Karena makan setelah maghrib itu untuk memenuhi hak-hak tubuh kita.

Puncak dari pengendalian nafsu itu ada pada 10 hari terakhir Ramadhan.Rasulullah meninggalkan semua urusan (dunia) untuk beri’tikaf di masjid. Dan itu tidak pernah beliau tinggalkan sampai beliau wafat. Seperti yang disebutkan dalam surat Al Baqarah : 187, sbb:

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Adalah Rasulullah, setiap memasuki 10 hari terakhir Ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggangnya (tidak berhub.suami istri)…….

Terkait konsumsi

Makanan yang halal dan thoyyib. Makanlah makanan yang halal dan thoyyib saja agar do’a kita samapai kepada Allah. Sesuatu yang haram bisa menghijab hamba dengan Tuhannya. Ketika perut diisi dengan makanan yang haram, maka daging yang tumbuh akan menarik kepada perbuatan yang haram juga.

Jangan sampai Hari raya menjadi hari tidak jelas makannya.

Puasa kita perlu dibenahi. Bahwa esensi puasa adalah mengendalikan diri.


Responses

  1. Huaaa… Q sering dikasih ibu kos makanan seabrek😀.
    And aku jd tau nafsuku condong kemana di Ramadhan ini.
    Smg Allah senantiasa melindungi dan menjagaku, smg aku akan jauuuuuun lbh baik. Aamiin…;-)

  2. amiin….
    btw ice cream, kue, nasi, trs apalagi mbak?
    hehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: