Posted by: mediasholeha | July 10, 2010

[Bagian 2] Gaya komunikasi yang kurang efektif kepada anak


Setelah kita pelajari postingan sebelumnya, kini saatnya kita pelajari bagian yang kedua. Pada bagian yang pertama kan sudah dibahas tentang penghalang komunikasi dan gaya komunikasi yang menyimpang. Nah, sekarang waktunya kita cari tahu gimana solusinya.
Salah satu yang diperlukan dalam komunikasi adalah MENDENGARKAN. Mendengar berbeda dengan mendengarkan lho…. Mendengarkan secara aktif sangat diperlukan dalam membangaun komunikasi efektif dengan anak.
Komunikasi yang efektif itu ketika orangtua menghargai anak, adanya kehangatan, kejelasan, spontan dan segera, tulus, terbuka, dan jujur.
Sedangkan komunikasi yang kurang efektif itu ketika orangtua cepat menuduh, tidak memperhatikan ketika anak berbicara (missal orang tua sambil nyuci), tidak menggunakan sentuhan ketika diperlukan, tidak segera diungkapkan (anak akan lupa), menyela ketika anak sedang berbicara.
Dengan mendengar aktif kita membantu anak untuk mengenali, menerima, dan mengerti perasaannya sendiri, menemukan cara mengatasi perasaan dan masalahnya. Anak akan belajar mengekspresikan perasaannya secara tepat. Anak merasa penting dan berharga, memberikan pengalaman yang menyenangkan, dan juga belajar untuk mendengar perasaan orang lain. Sehingga hubungan orangtua dengan anak menjadi akrab. Mendengar aktif sanagt tepat digunakan bila :

  • Anak sedang mengalami masalah dan menunjukkan emosi yang kuat
  • Anak tidak menunjukkan emosi yang kuat, tetapi kita tangkap perasaannya tidak nyaman
  • Ketika kita ingin menolak permintaan anak
  • Ketika kita tidak ingin menerima “ejekan atau cap” yang diberikan anak

Contoh perbedaan mendengar dan mendengarkan secara aktif

Mendengar biasa : cara berkomunikasi dengan emnegritik, bertanya, dan member nasehat, serta peringatan.    Mendnegar aktif : cara berkomunikasi menerima dan merefleksikan perasaan dan harapan anak.

Mendengar biasa : cara berkomunikasi dengan emnegritik, bertanya, dan member nasehat, serta peringatan. Mendnegar aktif : cara berkomunikasi menerima dan merefleksikan perasaan dan harapan anak.
Anak “Aku benci Bu Lilis.” “Aku benci Bu Lilis.””
Ibu “Eh, ngomongnya kok gitu. Kamu harus hormat pada gurumu.” “Kamu kedengarannya lagi kesel ya.”
Anak “Ibu Lilis bikin malu aku. Ia marahin aku di depan teman-teman.” “Ibu Lilis marah-marah di depan temanku dan nggak jelas alasannya.”
Ibu “Ibu Lilis marah pasti karena kamu berbuat salah, ya kan?” “Wah, kamu pasti malu dan kesal.”(Ibu meninggalkan pekerjaan dan tekun mendengarkan anak)
Anak “Aku kan Cuma mau pinjam selembar kertas.” “Dia marah karena aku lupa bawa kertas.”
Ibu “Kamu tidak punya satu lembar kertaspun. Itulah hukuman kalau kamu tidak mempersiapkan alat sekolah di malam hari. Berapa puluh kali ibu harus mengingatkanmu untuk mempersiapkan keperluan sekolah sebelum berangkat?. Jika kamu nurut ibu, pasti hal itu tidak akan terjadi.” “Oh, begitu! Lantas?”
Anak “Ah, ibu cerewet.” “Ya, kadang-kadang aku memang lupa bawa perlengkapan sekolah.”
Ibu “Jangan bicara seperti itu kepada ibu.” “Dan sebenarnya kamu nggak ingin lupa kan?”
Anak “Ya, Bu. Makanya mulai besok, aku akan menyiapkan buku dan peralatan sekolah di malam hari. Jadi nggak ketinggalan lagi.”
Ibu “Kelihatannya kamu sudah menemukan jawaban untuk mengatasi masalahmu.”
Anak “Ya, Alhamdulillah, Bu.”

Responses

  1. saya jadi inget waktu masih mentoring saat SMA,

    salah satu materi yang diberikan murobbiku yaitu tentang

    Perbedaan ‘listen’ dan ‘hear’

    (sepertinya gk ada di kitab RB deh ^^)

  2. 🙂

  3. komunikasi sama anak itu emang penting ya…..

  4. yup
    betul3x..:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: