Posted by: mediasholeha | July 8, 2010

[Bagian 1] Gaya komunikasi yang kurang efektif kepada anak


Untuk para ibu, calon ibu, bapak, dan calon bapak, ustadz/ah TPA, dan semua orang yang mau belajar. Tidak ada salahnya kita belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak. Kalau tidak ada komunikasi, bagaimana mungkin kita tahu apa yang diinginkan anak. Begitu juga dengan anak, bagaimana mungkin anak tahu apa yang kita inginkan. Oleh karena itu, komunikasi itu sangat diperlukan. Kita bisa belajar bersama ni, membaca tulisan ibu Rumiani Susilo, S.Psi tentang beberapa penghalang komunikasi orangtua terhadap anak.
Yuk kita baca bersama-sama….
Jangan lupa baca basmallah dulu ya…! ^^

Contoh reaksi orangtua yang kurang efektif terhadap perkataan anak yang menjadikan penghalang dalam komunikasi
:: 1 :: MEMERINTAH
Yang dikatakan anak    : “Bapak, aku enggak mau sekolah besok.”
Reaksi orang tua    : “Oh, enggak bisa malas-malas.”
Penghalang komunikasi: Memerintah
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : mengendalikan situasi dan menyelesaikan masalah dengan cepat.
Pesan yang ditangkap anak : harus patuh, tidak punya pilihan

:: 2 :: MENYALAHKAN
Yang dikatakan anak    : “ Bu Guru, saya nggak bisa mengerjakan nomor 7 sampai 10.”
Reaksi orang tua    : “Nah, kan? Itulah karena kamu enggak mau mendengarkan dan malas belajar.”
Penghalang komunikasi: Menyalahkan
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : memberitahu anak kesalahannya
Pesan yang ditangkap anak : tidak pernah benar/baik

:: 3 :: MEMBANDINGKAN
Yang dikatakan anak    : “Ma…aku enggak bisa nih pasang sepatunya.”
Reaksi orang tua    : “Masa pake sepatu sendiri saja tidak bisa. Bisanya apa dong dek?.”
Penghalang komunikasi: Meremehkan
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : menunjukkan ketidakmampuan anak dan orangtua lebih tahu.
Pesan yang ditangkap anak : tidak berharga/merasa tidak mampu

:: 4 :: MEREMEHKAN
Yang dikatakan anak    : “Ayah, aku tidak mau lagi ah buang sampah, bau dan jijik!”
Reaksi orang tua    : “Buang sampah saja tidak mau, lihat tuh kakakmu apa saja dikerjakannya.”
Penghalang komunikasi: Membandingkan
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : memotivasi dengan member contoh orang lain
Pesan yang ditangkap anak : tidak disayang, pilih kasih, saya memang selalu jelek

:: 5 :: MEMBERI CAP
Yang dikatakan anak    : “Aku enggak mau lagi ke kebun binatang, kemarin jalan-jalannya enggak enak.”
Reaksi orang tua    : “Kamu memang orang yang enggak pernah puas, enggak bersyukur.”
Penghalang komunikasi: Memberi cap
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : memberitahu kekurangan dengan maksud anak berubah
Pesan yang ditangkap anak : itulah saya

:: 6 :: MENGANCAM
Yang dikatakan anak    : “Aku benci ayah. Aku enggak mau lagi ngomong sama ayh.”
Reaksi orang tua    : “Eeh, enggak boleh ngomong begitu, awas kalau sekali lagi Mama dengar, tahu sendiri!”
Penghalang komunikasi: Mengancam
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : supaya menurut/patuh dengan cepat
Pesan yang ditangkap anak : cemas, takut

:: 7 :: MENASEHATI
Yang dikatakan anak    : “Ma…aku sakit perut lagi.”
Reaksi orang tua    : “Makanya, Mama kan sudah bilang berkali-kali bahwa kamu itu enggak bisa makan mie, perutnya enggak tahan.”
Penghalang komunikasi: Menasehati
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : supaya anak tahu mana yang baik dan buruk
Pesan yang ditangkap anak : sok tahu, bosan, dan bawel

:: 8 :: MEMBOHONGI
Yang dikatakan anak    : “Bu, aku enggak mau tidur siang, aku nggak ngantuk.”
Reaksi orang tua    : “Kalau Santi tidak mau tidur siang nanti diganggu syetan lho….”
Penghalang komunikasi: Membohongi
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : membuat urusan jadi gampang
Pesan yang ditangkap anak : orangtua/dewasa tidak dapat dipercaya

:: 9 :: MENGHIBUR
Yang dikatakan anak    : “Ma, aku pusing betul enggak mau sekolah besok.”
Reaksi orang tua    :  “Ya, sudah jangan dipikirin, nanti juga hilang.”
Penghalang komunikasi: Menghibur
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : menghilangkan kesedihan atau kekecewaan, anak jadi sennag terus dan jangan larut.
Pesan yang ditangkap anak : sennag, lupa dan dimengerti melarikan masalahnya

:: 10 :: MENGERITIK
Yang dikatakan anak    : “Yah, aku udahan nih nyapunya.”
Reaksi orang tua    : “Nyapu belum selesai, lihat nih nggak ada yang bersih.”
Penghalang komunikasi: Mengeritik
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : meningkatkan kemampuan dirinya agar anak memperbaiki kesalahan
Pesan yang ditangkap anak : kurang salah

:: 11 :: MENYINDIR
Yang dikatakan anak    : “Bu, gimana ya kayaknya aku enggak tahu deh menyelesaikan soal PPKN ini.”
Reaksi orang tua    : “Hm..katanya kamu sudah besar mau mandiri, kok begitu saja enggak bisa.”
Penghalang komunikasi: Menyindir
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : memotivasi, meningkatkan supaya tidak selalu melkaukan seperti itu dengan cara menyatakan yang sebaliknya
Pesan yang ditangkap anak : menyakiti hati

:: 12 :: MENGANALISA
Yang dikatakan anak    : “Bu, Andi tadi mukulin aku.”
Reaksi orang tua    : “Kalau ibu perhatikan kamu suka mukulin temanmu, jadi temanmu juga gampang mukul kamu.”
Penghalang komunikasi: Menganalisa
DAMPAKnya
Tujuan orang tua    : mencari penyebab positif/negative anak atau kesalahannya dan berupaya mencegahnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.
Pesan yang ditangkap anak : ibu sok pintar
……………………………………………………………
Hmm.. apakah kita pernah melakukan beberapa penghalang komunikasi tersebut di atas???. Ada lagi ni, GAYA KOMUNIKASI MENYIMPANG.
“Tuh, kan tadi Mama bilang juga apa. Enggak denger, sih!” [Menyalahkan]
“Sudah, diam, jangan nangis!” [Memerintah]
“Katanya jagoan tapi kok nangis.” [Mengeritik]
“Benar, kan. Ini akibat kamu enggak mendengarkan mama. Lain kali kalau Mama bilang, nurut ya!.” [Menasehati]
“Nakal, sih, enggak bisa diam.” [Melabel/mencap]
“Coba sini Mama lihat lukanya. Ah, kayak begini aja masa sakit.” [Meremehkan]
“Adik aja waktu lukanya menganga enggak sampai nangis begitu.” [Membandingkan]
“Ya, sudah, besok pasti sembuh. (padahal umumnya 3 hari baru sembuh)” [Membohongi]
“Sudahlah, jangan dirasa-rasain. Nonton TV atau baca buku sajalah sana.” [Menghibur]
“Awas, ya kalau lain kali Mama bilang enggak nurut.” [Mengancam]
“Coba piker, kenapa sampai terjatuh?. Kan kamu enggak dengerin Mama?. Kamu dorong-dorongan sama adik?.” [Menganalisa] sambil terus mencecar kesalahan anak.
“Lain kali main dorong-dorongan lagi saja. Kan enak….!” [Menyindir]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: