Posted by: mediasholeha | July 6, 2010

RAMADHAN dan Kehidupan

[KRPH, 01/07/2010, by: Ustadz Syatori]

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan….”
“Agar Ramadhan lebih menghidupkan hidup kita”

:: Kapan kita merasa bahwa diri kita hidup?
Ada orang yang merasa hidup ketika bernafas, tertawa, jalan-jalan, foto-foto, makan, nonton bola, dll.
Tidak sedikit manusia yang memahami hidup sebagaimana hidup yang dipahami “binatang”, akan suka berkubang dalam kema’shiyatan(misalnya: Kerbau yang suka berkubang dalam lumpur), pamer (misalnya: burung Merak, bulunya yang bagus), merusak (misalnya: Ulat yang nakal), memangsa sesama, mencibir dan merendahkan sesama, dll.
[QS. Al A’raf : 179] disebutkan bahwa : “… Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”]
Manusia akan merasa dirinya ada ketika menghamba pada Allah.

Hidup manusia ada pada amalnya.
Amal manusia ada pada pikirannya.
Pikiran baik manusia ada pada hatinya.
Apapun yang diperbuat manusia adalah buah dari pikiran dirinya.
Ketika kasusnya sama, pikirannya berbeda, perbuatan pun akan menjadi berbeda.
Pikiran manusia ada dua jenis: baik dan buruk. Dilihat dari bergantungnya pada apa, pada Allah atau selainNya???.

:: Bagaimana caranya agar pikiran baik selalu menaungi?
Dengan PUASA. Puasa dirancang untuk mengekang segala pikiran yang menindas hidup kita. Seperti lukisan, akan lebih bernilai ketika dibingkai. Begitu juga pikiran kita, akan bernilai ketika dibingkai oleh 4 bingkai kehidupan, yaitu: TAWADHU’, QANA’AH, WARA’, YAKIN.

:: Hal-hal yang membuat orang pikirannya tidak baik :

  • Selalu merasa diri lebih baik dari yang lain.
  • Selalu merasa kurang
  • Suka kepada dosa, menyenangi dosa dan ma’shiyat.
  • Masih ada keraguan, kebimbangan

Sedangkan,
TAWADHU’ : menjaga kita dari pikiran merendahkan orang lain.
QANA’AH : mencegah kita dari pikiran kecewa dan berkeluh kesah.
WARA’ : menghalangi kita dari pikiran berbuat dosa dan ma’shiyat.
YAKIN : membuat kita terbebas dari bimbang dan ragu.

Puasa adalah permohonan kita kepada Allah agar bisa Tawadhu’, Qana’ah, wara’, dan Yakin.
:: Bagaimana puasa bisa membuat kita punya 4 bingkai kehidupan?

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ihtisab, akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.”
[HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad dari Abu Hurairah RA]
IMAN : berarti “membiarkan” pikiran dan perasaan kita dipengaruhi oleh Allah Ta’ala.
IHTISAB : berusaha memilih amal yang paling disukai oleh Allah Ta’ala.


Responses

  1. Ya Allah…sampaikan kami di Bulan Ramadhan

  2. mbak copy paste ya Dek🙂
    tak salin dibuku.. he

  3. *) rangtalu
    Amiin….

    *) niefha
    yup, silahkan mbak…^^

  4. Sekedar mengingatkan kaum muslimin akan penyimpangan di bulan syaban ini,

    Banyak sekali amalan-amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah,
    Amalan tersebut bukanlah ibadah yang diterima disisi Allah, bahkan akan menyebabkan pelakunya mendapatkan azab di akhirat kelak,

    Walaupun amalan tersebut didakwahkan oleh seorang habib, habib yang terkenal, tapi….
    Jika amalan tersebut bertentangan dengan perintah Rasulullah, maka kewajiban kita sebagai kaum muslimin adalah meninggalkannya, dan mengingatkan kepada manusia akan amalan-amalan tersebut, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam perbuatan bidah, yang menyebabkan kita tidak bisa minum dari telaga Rasulullah,

    Bisa dibaca disini : http://www.aslibumiayu.wordpress.com/tag/syaban


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: