Posted by: mediasholeha | July 6, 2010

Karena Senyuman…


Kejadian ini dituturkan oleh seorang praktisi dakwah yakni Syaikh Nabil al-Audhi dalam sebuah seminar bertajuk “Kisah-kisah dari Kejadian NYata.” Syaikh Audhi berujar, “ Salah seorang pendakwah menceritakan kisahnya, dia bertutur, ‘Saat itu saya berada di Amerika untuk memberikan ceramah dalam sebuah seminar. Di tengah-tengah acara berlangsung, tiba-tiba seorang berdiri dan memutus perkataan saya. Dia berkata, ‘Tuan, orang ini menyatakan dua kalimat syahadat’, seraya berisyarat kea rah seorang warga Amerika yang duduk di sampingnya. Saya berucap spontan, “Allahu Akbar.”
Orang Amerika itu mendekati saya di hadapan sekian banyak hadirin. Aku bertanya kepada dia, “Apa yang menjadikan kamu mencintai Islam dan membuat kamu ingin memasukinya?!” Dia menjawab,’Saya ini adalah seorang milioner dengan harta berlimpah dan memiliki banyak perusahaan, akan tetapi selama ini saya tidak pernah merasa bahagia.
Saya mempunyai seorang karyawan yang berasal dari India dan beragama Islam. Karyawan saya itu mendapatkan gaji yang sedikit, tetapis etiap kali menjumpainya, saya selalu melihatnya tersenyum. Padahal saya yang memiliki harta yang berlimpah, selama ini tidak pernah tersenyum. Saya katakana kepada diri saya sendiri, “Mengapa aku yang memiliki harta melimpah dan menguasai berbagai perusahaan ini tidak dapat tersenyum, sedangkan si orang fakir yang tak punya apa-apa ini malah dapat tersenyum.”

Suatu hari saya mendatanginya dan bertanya, ‘Aku ingin duduk satu majelis dengan kamu.’ Kemudian saya bertanya kepadanya tentang kebiasaannya yang senantiasa tersenyum. Dia menjawab pertanyaan saya dengan ucapannya, ‘Karena saya ini seorang muslim. Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammas adalah utusan Allah.’
Aku bertanya kepadanya, ‘Apakah itu berarti bahwa setiap muslim akan sennatiasa tersenyum bahagia sepanjang hari?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya, ‘Bagaimana itu?!’ Dia menjawab, ‘Kami mendengar hadist dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya selalu berakibat baik baginya. Apabila dia mengalami kesusahan, dia bersabar, maka sikap itu menghasilkan kebaikan baginya. Apabila dia mendpaat kesenangan, dia bersyukur, maka sikap itu pun membawa kebaikan baginya.
Hal yang kami temui setiap hari hanyalah berkisar di antara kesenangan dan kesusahan. Ketika kesusahan menerpa, maka itulah saatnya bagi kami untuk bersabar karena Allah Ta’ala.
Sedangkan tatkala kesenangan menyapa, maka itulah saatnya bagi kita untuk bersyukur kepada Allah. Sehingga seluruh kehidupan kami hanyalah bahagia dan bahagia.
Saya berkata pada karyawa saya, ‘Aku ingin masuk ke dalam agama ini.’
Dia berkata, ‘Bersaksilah bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah.’
Al-Audhi mengulangi cerita syaikh pendakwah itu, seraya berkata sesuai dengan yang diucapankan oleh syaikh itu, “Saya katakana kepada orang Amerika itu di hadapan orang banyak. Ucapkanlah dua kalimat syahadat. Kemudian, syaikh itu menuntun orang Amerika itu untuk mengucapkan syahadat, hingga akhirnya dia berkata dengan keras di hadapan hadirin,”Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadar rasuulullaah.”
Seketika itu orang Amerika itu menangis dengan keras dan tersedu-sedu. Di hadapan semua orang. Ada seorang diantara mereka yang membujuknya untuk berhenti menangis, tetapi syaikh into mencegahnya seraya berkata, ‘Biarkan dia menangis!’. Ketika tangisan panjang orang Amerika itu sudah mulai reda, sang syaikh bertanya kepadanya, ‘Apa yang menyebabkan kamu menangis?’. Laki-laki dari Amerika itu menjawab, ‘Demi Allah, dadaku dimasuki kegembiraan yang belum pernah kurasakan sepanjang hidupku.’”
Kidah di atas memberikan sebuah pengertian bahwa senyuman mampu mempengaruhi orang lain dan menembus hati mereka. Berapa banyak kejujuran muncul disebabkan oleh senyuman ekspresif dan tertawa yang jujur.
[Buku : The Magic Smile]


Responses

  1. :3

  2. wah… senyum kucing unjuk gigi duluan nih…
    hehe…^^

  3. giginya mana? kucingnya kan baru lahir…belum punya gigi :3

  4. oh… baru lahir tho..
    pantesan di fb tu matanya besar2. kalau baru lahir kan emang gitu ya…

  5. itu masih anak-anak kucingnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: