Posted by: mediasholeha | May 26, 2010

Maukah engkau menyolatkan jenazahku kelak?

Siapakah yang akan menyolatkan jenazahku kelak?
Bisakah aku memilih orang-orang yang akan berdiri mengisi shaf-shaf di belakang jenazahku untuk menyolatkanku?
Sungguh aneh dan membingungkan.
Apakah mungkin aku memilih itu?. Apakah pantas sekiranya aku memilih orang yang akan menyolatkan aku?
Ya Allah, berikan aku kesabaran. Yang aku inginkan yang menyolatkan aku nanti adalah orang-orang yang aku cintai, keluargaku, dan juga teman-temanku. Rasanya tak bisa aku menutup mata dari realita yang ada. Mungkinkah telingaku sudah tersumbat dari nasehat yang berharga. Astaghfirullah… bisa jadi kenyataan itu memang pahit dan nasehat yang aku dengar menyakitkan. Ya Allah..lapangkanlah dadaku…T_T
Lebih baik aku menelan pahitnya permasalahan ini. Karena mungkin itu jauh lebih baik dari menelan akibatnya di hari kiamat, di mana tak mungkin lagi mengulangi kehidupan di dunia ini.
– Siapa yang akan memandikanku?

– Siapa yang akan mengafankanku?

– Siapa yang akan mengangkat kerandaku?

– Siapa yang akan menyolatkanku?

– Siapa yang akan meletakkanku di liang lahad?

– Siapa yang akan mendo’akanku?

– Siapa yang akan berdiri di sisi kuburanku, berdo’a untukku agar Allah meneguhkanku ketika malaikat menanyaku?

Siapa yang akan menangisiku?

Aku ingin orang-orang yang menangisi kematianku adalah orang yang mengajakku ke majlis-majlis ilmu.
Aku ingin orang-orang yang menangisi kematianku adalah orang yang mengajakku ke taman-taman surga.

Aku ingin orang-orang yang menangisi kematianku adalah orang yang membukakan untukku lembaran-lembaran Mushaf Al Qur’an.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu laksana berteman dengan penjual minyak wanig dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi engkau bisa membeli darinya atau setidaknya mendapatkan aromanya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau engkau mendapatkan darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama mengisahkan,  ada tiga orang dari umat sebelum kalian yang melakukan perjalanan, sehingga mereka terpaksa bermalam di sebuah go’a, tatkala mereka telah memasukinya bebatuan dari atas gunung berjatuhan sehingga menutupi pintu gua. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada yang akan menyelamatkan kalian dari gua ini kecuali setiap kalian berdo’a kepada Allah dengan amal sholehnya’.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama menyebutkan di dalam kisah tersebut, bahwasanya orang yang pertama berdo’a dengan amal sholehnya maka terbukalah sedikit pintu gua yang tertutup bebatuan yang longsor itu, akan tetapi mereka belum bisa keluar.

Dan yang kedua berdo’a dengan amal sholehnya, lalu batu yang menutup pintu goa bertambah terbuka namun mereka belum juga bisa keluar darinya.

Dan yang ketiga juga berdo’a dengan amal sholeh maka terbukalah pintu gua tersebut dan merekapun keluar. (kisah ini diriwayatkan oleh Bukhari)

Persahabatan ini bermanfaat sehingga Allah Ta’ala mengeluarkan semuanya dengan selamat.

Masih ada kesempatan. Ya, masih ada kesempatan….
Aku ingat kisah itu, kisah tentang pertaubatan seorang pembunuh.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama,
“Dahulu pada masa orang-orang sebelum kalian ada seseorang yang telah membunuh Sembilan puluh sembilah jiwa. Lalu ia bertanya siapa orang yang paling berilmu. Maka ditunjukanlah kepadanya seorang rahib. Ia pun pergi mendatanginya. Ia berkata kepada rabib tersebut, ‘Sesungguhnya aku telah membunuh Sembilan puluh Sembilan jiwa, apakah masih ada taubat untukku? Rahib berkata, ‘Tidak’. Maka ia membunuhnya, genaplah seratus orang dibunuhnya. Kemudian ia menanyakan lagi tentang orang yang paling berilmu (tempatnya bertanya). Ditunjukkanlah kepadanya seorang ‘alim (yang berilmu). Ia mendatanginya dan berkata, ‘Aku telah membunuh seratus orang, apakah masih ada taubat untukku? Ahli ilmu itu menjawab, ‘Ya, siapa yang akan menghalangi antara engkau dengan  taubat?! Pergilah ke negeri ini dan ini, sesungguhnya di sana ada orang-orang yang mengibadati Allah, ibadatilah Allah bersama mereka jangan pulang ke kampungmu, sesungguhnya kampungmu itu tempat yang buruk’.

Berangkatlah ia sehingga di pertengahan jalan, Malaikat Maut mendatanginnya, maka malaikat rahmat dan malaikat azab saling berebut untuk membawa ruhnya. Malaikat rahmat berkata, ‘Ia datang kepada kami dengan bertaubat, menghadap Allah dengan hatinya’. Dan malaikat azab berkata, ‘Dia belum melakukan amal kebaikan sama sekalipun’. Maka Allah mengutus seorang malaikat kepada mereka. Dan memerintahkan kedua malaikat itu mengukur jarak antara ke dua tempat tersebut. Ketempat mana jaraknya yang terdekat denganya maka orang itu untuknya. Maka mereka mengukurnya, mereka mendapatkannya lebih dekat ke negeri yang ditujunya, maka malaikat rahmat membawanya”.

Dalam riwayat lain, “Maka Allah mewahyukan kepada bumi yang ditinggalkannya untuk menjauh dan bumi yang akan ditujunya untuk mendekat”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Baihaqy dan  Ibnu Majah)

Mungkin inilah berkah keta’atan dan berkah bersegera bertaubat.

Seperti firman Allah dalam surat At Tahrim : 8. Allah memerintahkan kita bertaubat dan kembali kepadaNya,

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأنهار ﴾ [اتحريم:8].

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuhah, mudah-mudahan Rabb kamu mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”.

Ya Allah, tunjukilah kami kepada jalanMu yang lurus…
Kumpulkanlah kami kelak di hari kiamat bersama para nabi, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang sholeh, merekalah sebaik-sebaik teman…
Aamiin….


Responses

  1. Wah nohok banget ukh…

  2. :3

  3. Allahu Akbar…ingin rasanya melakukan taubat nasuha..taubat yang hanysekali saj..agar tidak sering mengulangi kesalahan yang sama

  4. subhanallah……
    ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: