Posted by: mediasholeha | May 24, 2010

Sahabat yang terlupa… bagian 2

Zaman SLTP (1E, 2A, 3E)

Ini kisahku zaman SLTP. Saat itu aku berusia 11 tahun, tepatnya kelas 1 SLTP. Aku sekolah di SLTP N 1 Bogorejo yang tidak jauh dari rumahku. Setiap harinya aku pergi ke sekolah dengan bersepeda bersama dengan teman-teman.

Sam dan Kris, adalah temanku. Rumah Sam paling jauh dari sekolah, kemudian rumahku, dan yang terakhir rumah Kris. Jadi, setiap berangkat ke sekolah, Sam mampir dulu ke rumahku, kemudian kita bersama-sama ke rumah Kris. Kami berteman sejak SD. Kalau Kris sebenarnya kakak kelas. Sempat berhenti setahun. Jadinya seangkatan ma aku dan Sam.

Persahabatan kami berlangusng selama kurang lebih 3 tahun itu. Dari kelas 1-3 SLTP. Jika ada salah satu dari kita yang  ban sepedanya bocor, pasti kita akan menunggui, menemani jalan bersama. Sampai kemudian sampai rumah, atau ditambal di bengkel yang tidak jauh dari rumah.

Pernah suatu ketika sepedaku rusak. Aku tetap berangkat bersama teman-temanku, tapi aku boncengin tetangga depan rumahku yang kebetulan sekolah di tempat yang sama, namanya Kesi. Tetanggaku itu emang keren, sepedanya ga da remnya. Jadi sepatunya cepet bolong karena dipake ngerem. Padahal perjalanan menuju sekolah itu ada dua jalan yang menurun. Karena aku satu tingkat di atas Kesi, maka aku yang boncengin. Yang awalnya aku, Kris, Sam, dan Kesi berangkat bareng-bareng, akhirnya aku dan Kesi juara yang nyampe pertama. Seru banget… setiap jalan menurun aku dan Kesi teriak-teriak “awas ga da remnya….!!!”. sepeda yang lain pada menepi. Wussss………. Cepet banget nyampenya. Hehe…

Aku baru sadar sekarang. Teman-temanku sudah menikah dan punya anak. Sam, Kesi, dan Kris… Begitu menggelitik ketika mengingat zaman dulu. Persahabatan, pengorbanan,  kesetiaan, kebersamaan, keindahan,,, wah semuanya begitu indah.

Untuk Kesi, Sam, Kris, terimakasih ya untuk semuanya. Selamat ya, kalian sudah menjadi ibu…^_^

Untuk teman-temanku SLTP N 1 Bogorejo, semangat!. Terimakasih ya untuk semuanya… pak guru dan bu guru juga… engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa itu..^^

Btw jadi inget masak-masak, tumpeng, pastel, bakmi, nastar, bolu, onde-onde kembang, ehmm..apalagi ya???. Hehe…enak ya tiap dua minggu sekali kita masak-masak. Tataboga, bu Endang… terimakasih ya bu, ilmunya bisa jadi bekal untuk kita, jadi bisa masak meskipun waktu dulu masaknya satu kelompok aja ada 10 orang. Hehe…


Responses

  1. nostalgic…

    ide ceritanya bagus juga..

    kapan2 gw cerita ttg yg kayak beginian ah…

  2. 🙂
    nggih… sy dukung..
    jd pengen th, gmn y masa2 kecil dl..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: