Posted by: mediasholeha | April 13, 2010

Ini yang terbaik

Hidup seperti pengulangan. Hari demi hari yang terjadi adalah pengulangan; makan, tidur, dll. Bagaimana kita menyikapi hidup bahwa ini yang terbaik. Hingga kita sampai pada titik akhir hidup kita yaitu, kematian. Anugerah berupa akal, hati, dan badan ini sudah selayaknya kita optimalkan. Dengan cara mensinergikan ketiganya, yaitu mempertemukan ketiganya dalam kebaikan. Kenapa ada orang yang tidak sabar?. Misalnya dalam perjalanan ke suatu tempat, ternyata jalannya macet. Marah-marah, kenapa tadi tidak lewat jalan A, atau B, biar ga kena macet?, dst. Ini terjadi karena tidak sinergi antara badan dan pikiran. Pikiran di tempat tujuan, sedangkan badan masih di jalan.
Di radio MQ FM, kajian ahad (14 Maret 2010) seorang ustadz menyampaikan tentang bagaiamna menyikapi kehidupan bahwa ini yang terbaik. Dikisahkan sebagai berikut:
Seorang pasukan diajak berburu oleh rajanya bersama pasukan yang lain.
Raja         : Yuk, besok kita berburu
Pasukan : Ini yang terbaik
Raja         : besok kita berangkat setelah sarapan
Pasukan : Siap raja, ini yang terbaik
Pagi telah tiba…. Raja dan pasukannya berangkat berburu.
Raja         : Ayo kita berburu… kamu paling depan!
Pasukan : Siap raja, ini yang terbaik
Raja         : Ada Kijang besar disana… ayo…panah!!!!
Pasukan : Siap raja, ini yang terbaik…. (sambil lari dan siap melepaskan anak panahnya ke Kijang besar tersebut)
Tiba-tiba pasukan tersebut terpeleset batu, dan akhirnya badannya berbalik ke belakang, begitu juga dengan panahnya. Sretttt………….. terlepaslah anak panahnya dan mengenai ibu jari tangan raja.
Raja         : Kurang ajar. Pasukan…. Penjarakan dia!!!
Pasukan : Penjara???. Baik raja, ini yang terbaik.
Raja         : Penjarakan dia 3 bulan.
Paukan   : 3 bulan???. Baik raja, ini yang terbaik.
2 bulan berlalu. Sang raja ingin kembali berburu. Pasukan yang telah memanahnya masih di penjara. Dia pergi bersama pasukannya yang lain. Berangkatlah raja bersama pasukannya. Bukan binatang bururan yang ditemui, tapi yang ditemui adalah kanibal. Raja dan pasukan semuanya diikat. Digilir satu persatu untuk disantap oleh kanibal. Ada yang di sate, di soto. Syaratnya mereka harus sempurna, tidak boleh ada sedikitpun yang cacat. Tibalah suatu saat giliran raja untuk di korbankan.
Raja kanibal         : Lepaskan ikatannya !!!
Pasukan kanibal : Siap raja!. Raja, orang ini punya cacat. Ibu jari tangannya tidak sempurna.
Raja kanibal          : Lepaskan saja dia. Dia tidak layak kita konsumsi.
Pasukan kanibal : Baik raja.
Senang bukan kepalang raja tersebut. Sangaaat bersyukur. Tahukah siapa kira-kira orang pertama yang akan dia datangi???. Ya, dialah pasukan yang telah memanahnya 2 bulan yang lalu.
Raja         : Pasukan, Ini yang terbaik.
Pasukan : Ada apa raja?
Raja         : Karena dulu ibu jari tanganku pernah kena panahmu, aku sekarang selamat dari kanibal yang akan menjadikan aku sebagai korbannya.
Pasukan : Aku di penjara, ini yang terbaik.
Raja         : Lho kenapa di penjara yang terbaik???
Pasukan : Kalau aku tidak di penjara, dan aku ikut berburu bersama raja, pasti aku akan menjadi salah satu korban dari kanibal juga.
————–INI YANG TERBAIK—————
Kisah tersebut menyampaikan tentang bagaimana kita menyikapi kehidupan, bahwa ini yang terbaik. Dalam suatu kejadian, pasti ada hikmah di dalamnya. Ketika sekarang kita diuji punya kekurangan misalnya, yakinlah bahwa ini yang terbaik. Dengan menyempurnakan ikhtiar dan selalu berdo’a kepadanya. Yang dengan kekurangan itu tidak membuat kita mengambil yang bukan hak kita. Dan selalu berusaha untuk melakukan kebaikan. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (shahih muslim no. 7500 hal.
1295).


Responses

  1. tulisannya inspiratif ukh..
    seharusnya memang kita mesti menyadari atas keterbatasan kita, bahkan kalo mau jujur untuk diri kita sendiripun kita tidak tau apa yang terbaik. Maka selalu berkhusnudzon kepada Allah dan selalu berpikir positif atas apa yang menimpa kita dan atas apa yang kita peroleh adalah kuncinya. Satu hal yang harus difahami adalah bahwa sebenarnya apapun yang kita lihat, dengar,rasakan, kita anggap baik ataupun kita anggap buruk adalah hasil persepsi otak atau pikiran kita. Kita tidak pernah bisa memperoleh sesuatu yang benar-benar hakiki, karena realitas itu ada diluar diri kita dan kita tidak bisa menjangkaunya. Jadi teringat pemikiran Harun Yahya, yang mengatakan bahwa segala sesuatu didunia ini bagi kita adalah hasil persepsi kita, apa yang kita lihat hanyalah bayangan yang ditangkap oleh mata dan diteruskan ke otak melalui sinyal elektrik. Artinya karena semuanya adalah hasil persepsi maka dunia yang kita lihat dengar dan rasakan hanyalah ilusi bayangan dan fatamorgana belaka..

  2. sepakat! Allah emang tahu yang terbaik buat hamba-Nya…
    tapi masalahnya, selalu butuh waktu untuk sadar klo yg Allah berikan itu adalah yang terbaik. . .
    yah, selalu butuh waktu memang………..

  3. atik…sebenernya sudah pernah baca dan posting2 juga cerita diatas dalam versi yang berbeda, namun yah, begitulah… Allah berikan yang terbaik pada kita… membacanya tetep aja ga bosen-bosen n dapet “sesuatu”

    jazaakillah khair ya ukhtiy, keep istiqamah…

    btw, pa kabar, ukh? lama ga jumpa….:)

  4. *) ian
    syukron.. yup, sepakat. keep husnudzon… kepada Allah, diri sendiri, dan makhluk…:)

    *) arohmanpanji
    yup, semoga kita sadar bahwa waktu itu akan pergi dr kita atau kita yang akan meninggalaknnya.

    *) risma
    amin…
    iya, untuk memudahkan ukht..
    alhamdulillah khair. iya ni, jarang ketemu.. lama… bgt…
    semoga selalu dalam dekapan cinta-Nya. amin…^^

  5. memang BETUL… Ahaaaa.. ini YANG TERBAIK…🙂

    salam dari izzi dan rumaHMuslim.

    http://rumahmuslim.net/

  6. Ini yan terbaik…kmarin mau jadi judul tulisanku. Cuma bahannya belum matang. He he he

    Kemarin juga dapat materi yang sama di Daru Sholihat, bahwa kita memang harus ridho dengan segala keputusan Allah karena semua keputusan Allah baik untuk kita. Kita percaya kan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya ?

  7. *) izzi
    🙂 barakallah ya izzi…

    *) hanif
    🙂 kok sama terus sih. yg dulu tu jg tho, ttg cinta. tp sy cm posting pamflet. hehe…
    yup. ini yang terbaik…^^

  8. masih rajin yah..

  9. *) primajati
    🙂 belajar…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: