Posted by: mediasholeha | December 10, 2009

Menyelesaikan Hidup Sebelum Berakhir

Kupandangi langit2 kamarku. Serasa sempit. Kucoba keluar dan kudapati langit yang sebenarnya. Luas tak terbatas. Tidak kutemukan ujungnya. Kualihkan pandanganku. Kulihat gunung nan tinggi menjulang. Kemudian kuperhatikan bumi dan makhluk yang hidup di dalamnya. Subhanallah… Allahu Akbar.
Ketika amanah itu diberikan kepada langit, gunung, dan bumi, mereka keberatan. Manusialah yang akhirnya menjadi pemenang untuk menjalankan amanah itu.


Menyelesaikan Hidup

Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang ada. Begitu berharganya waktu hingga tak jarang dari kita yang belum bisa menyelesaikan tugas kita secara optimal karena waktu yang terbatas. Setiap perguliran waktu dalam hidup kita adalah amanah. Karenanya jangan sampai kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak baik. Dalam hadits disebutkan bahwa “barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka dia akan disibukkan dengan keburukan.”
Menyelesaikan hidup bukan berarti mengharap kematian. Jangan sampai kita putus asa terhadap rahmat Allah. Masalah kemiskinan dan masalah yang berkaitan dengan duniawi hendaknya tidak membuat kita mengakhiri hidup.

Akhir Perjalanan Hidup
Kematian adalah akhir dari kehidupan di dunia menuju kehidupan yang kekal (akhirat). Hal ini disebutkan dalam Al Qur’an surat Al A’la:17 “Padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” Semoga Allah Menganugerahkan husnul khatimah di akhir perjalanan hidup kita. Amin….

Menyelesaikan Hidup Sebelum Berakhir
Setiap diri kita mempunyai rentang hidup yang berbeda-beda. Kita tidak tahu kapan tiba saatnya giliran kita menghadap-Nya. Bisa jadi setahun, sebulan, seminggu, sehari, atau bahkan sebentar lagi. Ia masih misteri. ”Seorang hamba akan mati di atas sebagaimana ia menjalani hidupnya.” Fastabiqul khairat!
Ada beberapa hal yang bisa kita selesaikan sebelum hidup kita berakhir. Diantaranya adalah :

  1. Hutang yang masih belum dilunasi. Kalau belum bisa dilunasi semua, dicicil dulu. Ditulis disebuah kertas (semacam surat wasiat). Hutang kepada siapa (nama, alamat dan no.telp), berapa jumlahnya, dan kapan waktu pelunasannya.
  2. Buku/ barang2 pinjaman yang belum dikembalikan. Segera dikembalikan.
  3. Memaafkan orang yang telah menyakiti/mendholimi kita.
  4. Meminta maaf kepada orang yang telah tersakiti/terdholimi oleh kita.
  5. Zakat yang belum kita tunaikan. Segera ditunaikan.
  6. Dll. Bisa teman-teman tambahkan sendiri sesuai dengan apa yang menjadi tanggungan teman-teman yang kira-kira bisa diselesaikan sebelum waktu berakhir.

Aku pernah dikomentari begini oleh kakakku, ”wah…kayaknya sudah siap. Amalnya sudah banyak ya…???.” Itu terjadi ketika aku membuat sebuah surat wasiat. Tentang hutangku dan beberapa pinjamanku yang belum terselesaikan. Apabila sudah aku lunasi/kembalikan, langsung kucoret dari list. Bukan karena sok banyak amal. Justru masih banyak tanggungan yang belum terselesaikan. Makanya ditulislah untuk memudahkan penyelesaiannya. Dan ketika suatu saat kematian datang, ahli warisku bisa membantu menyelesaikannya. Itu merupakan salah satu bentuk persiapan. Dengan terus berdo’a, semoga aku bisa menyelesaikannya sebelum ajal menyapa.

Daun-daun berguguran di taman
Tak kenal tua ataupun muda
Mari optimalkan persiapan
Agar tak menyesal di akhirnya


Responses

  1. T_T kenapa setiap kali ke warnet ga bs buka blog pake browser mozila ya???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: