Posted by: mediasholeha | August 12, 2009

Kiat Membentuk Anak Kreatif

Tak ndong ana ana…

Senyumnya yang manis diikuti lantunan syair “tak ndong ana ana…”, membuat saya bingung. Anak-anak nyanyi apa sih?. Dan ternyata, itu lagunya alm. Mbah Surip “tak gendong kemana-mana…”. Karena masih kecil, jadi masih kurang jelas dan baru bisa mengikuti potongan kata yang akhir-akhirnya saja. Itulah anak-anak, selalu ingin tahu, suka meniru, suka dipuji, suka bermain, suka diperhatikan, dll. Pengajar di Play GroupIT tidak pernah mengajarkan lagu itu. Mungkin dengar di TV, atau dari teman-temannya yang lain. Namun, semenjak mbak Surip meninggal lagu itu sudah jarang dinyanyikan oleh anak-anak.

“…dan tidaklah kalian diperintah kecuali beribadah kepada Allah dengan ikhlas…” (QS 98:5).


Seperti yang disampaikan oleh pembicara sebuah seminar (Ibu Yulia), bahwasannya dalam mengajar (anak-anak) diperlukan : keikhlasan, kesabaran, kesenangan, ketekunan, dan  pandai bervariasi. Karena kita lahir dibekali potensi. Potensi yang berbeda-beda tentunya pada masing-masing kita. Ada yang suka melukis, olah raga, matematika, menari, musik, dll. Kita tidak bisa menyamaratakannya. Maka dari itu, kita harus cerdas dalam mengajar ! (menurut pak Probosuseno)

C- eria, cintai sepenuh hati, control

E- nergik, empati

R- ajin

D- dialog, diajak, dilatih, dukungan perpustakaan

A- agama (shalat, dzikir, sedekah, silaturahim, dll)

S- ehat, simulasi

Anak usia dini (2-6thn) belum bisa kita tuntut untuk berpikir logis. Mereka sangat kaya imajinasi yang kebanyakan orang mengatakan itulah awal dari munculnya bibit kreativitas pada anak. Terus, bagaimana cara membentuk anak yang kreatif?. Menurut Ibu Anis, ada 7 kiat-kiat membentuk anak kreatif, antara lain :

  • Tidak terlalu mengontrol ekspresinya

Jika orangtua terlalu mengontrol perilaku anak, apalagi jika dibarengi dengan berbagai larangan atau kritikan-kritikan mengenai perilaku anak, hampir dapat dipastikan anak akan tumbuh menjadi anak yang pasif. Anak tidak punya inisiatif karena dia takut apa yang diperbuatnya adalah salah. Anak juga putus asa karena tidak tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang diharapkan orang tua dan dirinya. Anak-anak seperti ini biasanya juga muncul pada orangt tua yang over protektif. Saya tidak mengatakan bahwa anak diberi kebebasan untuk melakukan apa saja, tanpa kontrol. Namun yang ingin saya tekankan adalah, berilah anak kebebasan untuk mengekspresikan kreatifitasnya.

  • Hindari kritik yang mematikan dan beri rasa aman agar ia percaya diri

anak-anak yang aktif biasanya datang dari orang tua yang tidak mengkritik perilaku anaknya. Bahkan tidak segan-segan menunjukkan apresiasi terhadap perilaku mereka dan cenderung menerima perilaku anak, sehingga ia merasa nyaman dan berani mencoba hal-hal baru. Penerimaan dari orang tua selain membuat anak merasa nyaman, juga membuat anak memiliki pandangan positif terhadap dirinya sendiri

  • Hargai hasil karyanya

Sikap Anda saat menerima hasil karya anak Anda, bisa berpengaruh terhadap perkembangan kreatifitas anak Anda. Jika sikap Anda menyenangkan, maka anak akan lebih termotivasi lagi untuk berkarya dan mengembangkan kemampuannya. Namun jika sikap Anda cenderung tidak menghargai karya tersebut, maka anak Anda akan ”trauma”. Ia akan menjadi malas untuk mengembangkan potensinya. Dan pada akhirnya, perkembangan kreatifitasnya akan terhambat oleh sikap Anda. Mungkin hasil karya anak Anda adalah biasa di mata Anda. Namun bagi anak, hasil karyanya bernilai. Ia telah merasa mengeluarkan segala kemampuannya. Dan ia ingin hasil karyanya dihargai oleh orang lain, terutama sang orang tua. Ada beberapa cara untuk menghargai hasil karya anak kita, antara lain :

v     Berikan pujian yang tulus

v     Berikan hadiah

v     Pajang karya anak di tempat yang mudah dilihat

  • Memberi tantangan

Jika Anda memberikan tantangan kepada anak Anda, maka ia pun akan memeras otak ”ajaibnya” dan mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki. Coba Anda perhatikan di taman kanak-kanak. Mengapa di sana ada berbagai mainan, yang kadang menurut kita berbahaya. Contoh: panjat-panjatan. Sebagai orang tua, saya yakin Anda merasa khawatir saat pertama kali anak Anda bermain di sana. Anda akan khawatir, ” bagaimana kalau jatuh?”. Namun, toh akhirnya Anda juga membiarkan anak Anda bermain di sana. Dan Anda merasa bangga dan sennag saat anak Anda dengan lucunya ”sukses” dalam permainannya. Memberikan tantangan kepada anak, akan banyak memberikan manfaat bagi anak. Beberapa manfaat tersebut antara lain :

v     Anak menjadi lebih kreatif

v     Otak anak berkembang dengan baik

v     Anak akan menguasai keterampilan tertentu sesuai dengan tantangan yang Anda berikan

v     Anak Anda akan merasa senang dan Andapun juga demikian

v     Rasa percaya diri pada anak akan lebih besar untuk menghadapi tantangan yang lain.

  • Tidak mengambil alih tanggung jawab anak

Ada sebagian orang tua yang sellau mengambil tanggung jawab anak. Ia tidak akan membiarkan anaknya melakukan sendiri tugas da tanggung jawabnya karena ia menganggap anaknya tidak akan mampu. Orang tua semacam ini memiliki sifat perfeksionis sejati. Ia sellau menginginkan semua orang sempurna atau minimal seperti dirinya. Hal tersebut juga ia berlakukan terhadap anaknya. Ia ingin anaknya bisa melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar. Namun, yang nmanaya seorang anak, ia belum bisa melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar.

Apa akibatnya? Si orang tua tadi sellau mengerjakan tugas dan tanggung jawab anaknya. Sungguh tindakan semacam ini berakibat buruk bagi perkembangan anak. Ia tidak akan belajar banyak hal dalam hidupnya, karena semuanya dikerjakan oleh orang tuanya. Kreatifitasnya tidak akan terasah, bahkan boleh jadi akan berakibat buruk pada berbagai aspek hidup anak yang lain. Misalnya, akan emmiliki sifat tertutup, dan lain-lain.

  • Memberikan pilihan

Salah satu ciri anak kreatif adalah ia memiliki banyak solusi terhadap suatu masalah yang ia hadapi. Ia fleksibel dalam hidup ini. Ciri ini sebenarnya bisa dilatih orang tua. Caranya??? Gampang!! Latihlah anak Anda dalam berbagai kesempatan agar ia memiliki ciri ini. Beberapa tindakan berikut bisa Anda coba :

v     Beri anak kebebasan memilih saat Anda membelikan sesuatu

v     Hindari mengatakan ”salah” atau ”jangan”dalam setiap perkataan. Lebih baik Anda mengatakan ”sebaiknya” ”kurang benar”, dan kata sejenis yang menunjukkan adanya alternatif lain.

v     Hargai setiap pendapat anak. Jika salah, wajar. Karena ia masih anak-anak.

v     Anggaplah ia sebagai anak-anak yang perilakunya sebagai anak. Jangan pernah Anda menganggapnya sebagai manusia yang serba bisa dan sempurna.

  • Memanusiakan anak

Anggaplah anak Anda sebagai manusia secara utuh. Kadang orang tua menyepelekan hal ini. Mungkin karena menganggap anak masih terlalu kecil, sehingga saat ia bersama anaknya, anak tersebut dianggap seperti tidak ada. Anggaplah anak Anda sebagai manusia seutuhnya. Anak Anda adalah manusia yang bisa mendengar, memiliki perasaan, bisa berbicara, dan sebagainya. IA adalah manusia sempurna, sebagaimana yang lain. Beberapa contoh berikut ini adalah sebagai aplikasi dari hal ini :

v     Berikan kesempatan anak mengungkapkan perasaannya

v     Dengarkan saat ia berbicara dan jawablah pertanyaannya

v     Saat bertemu dnegan orang lain, perkenalkan juga anak Anda dan mintalah ia berjabat tangan dengan oran tersebut

v     Perhitungkan kehadirannya, jangan eprnah mengabaikannya. Dengan menganggap anak sebagai manusia yang utuh, maka akan banyak manfaat bagi anak tersebut:

  1. ia akan menyadari bahwa dirinya juga dianggaps ebagaimana manusia yang lain. Sehingga ia akan memiliki motivasi yang tinggi untuk berkembang.
  2. ia akan memilki rasa percaya diri dalam banyakhal. Dan hal ini sangat positif bagi perkembangan kreatifitasnya.
  3. ia juga akan bisa menghargai orang lain, sebagaimana ia juga dihargai orang lain pada saat ini.

Responses

  1. Manis…:)

  2. good. kebanyakan orangtua yang lum tau ilmunya malah berlaku sebaliknya..

  3. *) Mini
    barakallah y mb atas blog barunya ^^

    *) Mb Mae
    ^^, sblm pny adek kecil, belajar dulu… he2…

  4. nice this one🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: