Posted by: mediasholeha | June 15, 2009

Kuinginkan ikhlas…

IKHLAS.
Jadi inget film “ Laskar Pelangi”. Pesan dari pak kepala sekolah (hayo… siapa namanya?), kita harus banyak memberi, bukan menerima. Seperti kata pepatah juga, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Gimana kalau yang memberi posisi tangannya di bawah?. ^_^ pada dasarnya menerima itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan memberi. Betul tidak?

Ikhlas itu mendasari pemberian agar lebih bernilai disisiNya. Tak heran jika pemberian itu dianggap tidak bernilai tatkala tidak didasari oleh keikhlasan pemberinya. Kita review sejenak, hari ini ajalah, kira-kira sudahkah kita memberi?. Perlu diingat bahwa memberi itu tidak melulu berupa uang, benda, tapi jasa dan senyuman yang manis itu juga termasuk kategori memberi.

Ikhlas itu memang berat. Dalam memberi sesuatu kepada orang lain terkadang muncul perasaan berat karena beberapa faktor/alasan. Misalnya, pas tanggal tua, lagi butuh, dll. Apalagi bagi anak-anak kos nih, bisa jadi pertaruhan yang berat. Itulah yang dimaksudkan dengan beratnya untuk bisa ikhlas. Namun itu semua bisa disiasati. Yaitu tetap mencoba menyisihkan meskipun sedikit semata-mata hanya karena Alla Ta’ala.

Yang perlu diingat bahwa ikhlas itu tanpa mengharap imbalan. Jujur diri ini masih belajar untuk bisa ikhlas. Kadang memberi bantuan itu masih ada suatu pengharapan. Pernah di suatu bis dalam perjalanan pulang ke rumah, di samping saya ada ibu-ibu yang mau mabuk. Dah pusing-pusing dan akhirnya bersandar di bahu saya seraya berkata, aduh…mboten mbeto minyak kayu putih… Karena biasanya saya bawa, langsung saya sampaikan,” bu, niki kulo mbeto. ” Dengan segera minyak kayu putih itu diraih dan digunakan seperlunya. Terus tidur, dan masih bersandar. Malahan waktu itu tangannya ada di hadapan saya karena saya yang di pinggir dan ada pegangannya. Meskipun tangan itu menghalangi pandangan saya, ga apa-apalah, yang penting ibu itu baik-baik saja. Sebentar kemudian ibu itu berkata, nuwun sewu nggih mbak… Nggih, mboten nopo-nopo bu, jawab saya. Terminal semakin dekat, ibu itu mengembalikan minyak kayu putih itu kepada saya. Karena saya melihat ibu itu masih kurang begitu fit, maka saya mempersilahkan beliau untuk membawanya sampai ke tempat tujuan, rumahnya. Beliau bilang, “ mbak, kok njenengan pinter…”. Saya kaget, maksudnya apa?. Dalam hati saya, ada satu pengharapan, Ya Allah saya senang menolong ibu tadi, dan jika suatu saat nanti ibu saya membutuhkan bantuan, tolonglah ibu saya ya Allah.
embunInilah teman, yang namanya IKHLAS itu datang dari HATI. Sedangkan yang saya lakukan di atas itu masih belum ikhlas. Karena ketika kita ikhlas menolong orang, pasti kita akan ditolong oleh Allah ketika kita dalam kesulitan lewat apapun dan siapapun yang Allah kehendaki.

Yuk, kita sama-sama berjuang menjadi mukhlisin. Smangat !


Responses

  1. Ikhlas itu beda tipis dengan riya lho….hati-hati kalau ingin menjaga amalan…jadi merenung “Adakah amalanku yang tersembunyi alias hanya Allah dan aku yang tahu?”

  2. Dik, ikhlas itu indah
    Jikalau kita memberi, menolong atau melakukan aktivitas apa pun hati ini merasa tenang, senang dan benar-benar bahagia, maka bisa jadi kita sedang berikhlas.

    Oh ya, menjawab pertanyaan adik di blog A.
    A tuh bukan guru. Cuma di luar kerjaan dan usaha A terkadang A ngajar. Ini karena permintaan saja, maka A melakukannya.

  3. *) hanif🙂
    yup, kadang di awal2 kita ikhlas, tp karena suatu hal, jd mengingat yg lalu, dan ada kebanggaan tersendiri, jd riya. Astaghfirullah…
    pernah saya baca pesan,
    lupakanlah kebaikan2 kita kepada orang lain, dan ingat2lah kebaikan orang lain kepada kita.

    *) achoey
    iya, indah sekali.
    perlu kerja keras, dan terus berlatih.
    hmm…
    sukses ya, dimanapun amanah kak achoey..🙂

  4. untuk mencapai tingkat keihklasan dalam beramal tidaklah mudah, tapi tidak berarti terus kita mending gak usah beramal aja daripada gak ikhlas. awalnya mungkin melalui paksaan untuk beramal, kemudian jadi kebiasaan, dan setelah itu baru lillahi ta’ala.oke
    ALLOHU AKBAR!!!!!

  5. ayok kita semangat🙂
    bersemangat

  6. makasih y dik
    oh ya, benar. A juga tukang mie. mie janda, hehehe🙂

  7. nderek langkung …🙂

  8. *) wiwi
    yup🙂
    oke

    *) ILYAS AFSOH
    Semangat !!!

    *) achoey
    he2…

    *) greenleaves
    nggih…
    mangga…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: