Posted by: mediasholeha | May 13, 2009

Menjaga Pandangan

bunga-kasturi

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An Nur:30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya” (QS. An Nur:31)

Jelas bahwa menjaga pandangan itu hendaknya dilakukan baik laki-laki maupun wanita. Sesuai yang disebutkan dalam surat An Nur :30 dan 31 di atas. Sering kita mendengar bahkan memahami maksud menjaga pandangan. Tapi sangat sulit untuk bisa istiqamah. Karena syetan begitu pintar dan ulung dengan masuk ke tubuh kita tanpa kita sadari. Semua bermula dari hati. Ya, hati yang bening akan senantiasa menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak diperbolehkan.

Pernah kudapati sebuah cerita tentang menjaga pandangan. Namun sayang karena caranya salah. Yakni di Jakarta ada seorang akhwat (sebut saja X) dan ikhwan (sebut saja Y) sama-sama aktif di suatu organisasi, yang katanya sangat menjaga pandangan. Suatu ketika X berjalan seorang diri. Begitupun Y. Masing-masing punya tujuan yang berbeda. Sehingga pada akhirnya mereka bertemu dan berpapasan di sebuah lorong sempit. X tak sengaja melihat Y pas di depannya karena kebetulan beepapasan di lorong sempit tersebut. Begitupun Y juga demikian. Namun X malah lari karena takut cuma berdua berpapasan dengan Y di lorong tersebut. Y bingung. Akhirnya mengejarnya karena ga tahu kenapa X kok lari. Khawatirnya ada sesuatu. X semakin bingung, kenapa Y malah mengejarnya. Sampai di depan selokan dan akhirnya X masuk terperosok ke dalamnya. Karena tak ada orang, Y pun akhirnya menolongnya dan menyelamatkannya. Yang semula mau menjaga pandangan malah jadi berduaan kan. Meskipun maksud X dan Y bukan begitu. Hanya saja karena caranya yang salah.

Di hadits juga dijelaskan bahwa pandangan pertama itu diperbolehkan, namun selanjutnya tidak diperbolehkan. Memang sangat berat, apalagi saat pandangan pertama yang dilihat adalah orang cantik atau tampan. Pasti dalam hatinya akan bertempur antara melihat lagi atau tidak. Inilah sebenarnya pembuktian komitmen. Bahwasannya ketika kita sudah komitmen untuk menjaga pandangan, godaan dunia seperti apapun tak kan dapat mengganggunya. Karena ketika sudah bisa menjaga pandangan yang pertama, tentunya selanjutkan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diperbolehkan. Namun kalau pandangan yang pertama sudah tidak bisa dielakkan, pasti akan timbul lagi keinginan untuk melihatnya. Hatinya kembali bertempur yang kadang-kadang bisa terbawa oleh bisikan syetan. Nglirik ga ya? Lihat ga ya? Kayaknya kok dia cantik, kayaknya kok dia tampan, dll. Maka dari itu waspadalah…

Kenikmatan berupa bisa memandang karena kita punya mata seharusnya bisa kita syukuri. Memang, kadang kenikmatan itu baru bisa kita syukuri ketika misalnya sakit mata, kelilipan, kecelakaan sehingga mata kita tidak bekerja secara normal, dll. Apakah harus menunggu sakit dulu seperti itu?. Tidak….. Setiap saat harus selalu kita syukuri. Apalagi kita juga shalat 5 waktu tiap harinya yang pastinya berwudlu terlebih dahulu. Saat membasuh muka yang termasuk di dalamnya mata kita. Semoga Allah menjaga pandangan mata kita dari segala yang tidak diperbolehkanNya. Ketika melihat oranglain yang Allah mengujinya dengan cacat misalnya, kita seharusnya tunduk bersyukur bahwa Allah memberi kesempurnaan penciptaan mata kita. Bukan malah mencacinya atau bahkan menjauh darinya. Dan untuk teman-teman yang Allah menguji dengan ketidaksempurnaan mata, jangan bersedih. Allah lebih sayang pada kalian. Karena di hari akhir nanti Allah menghapuskan dosa mata itu. Atau paling tidak hisab kalian lebih ringan daripada kita yang mempunyai mata yang normal.

Yang terpenting sekarang adalah senantiasa menjaga hati-hati kita agar senantiasa bening. Yang darinya tidak akan lagi terbesit keinginan untuk melihat yang bukan haknya. Agar hati kita tetap bercahaya dan akan mudah menerima asupan ilmu. Dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa istiqamah menjaga titipanNya ini dan kita bisa terus bersyukur dalam kondisi apapun. Wallahua’lam.


Responses

  1. Menjaga pandangan, sebenarnya intinya adalah bagaimana kita menata hati ini seperti yg mbae tulis, klo hati kita udah in dengan Al-Quran dan Hadist, di zaman modern yg hampir susah bergaul tanpa memandang ini akhirnya hanya akan membawa pada sikap “aneh” bagi pihak lain. Boleh kita bergaul, tetapi pandangan kita hanya sebatas pandangan tanpa “embel-embel”, jgan berpikir “aneh” dll. Tulisan yg bagus banged.

  2. alhamdulillah…
    yup, menjaga pandangan dgn “IKHLAS”
    smg Allah mnjg penglihatan kita
    amiin..

  3. berkunjung lagi ni mbak atik.
    postingan yg menyejukkan..
    syukran yah..!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: