Posted by: mediasholeha | March 1, 2009

Pseudo Ikhwan

Ciri-ciri apa yang membuat seseorang layak disebut ikhwan?. Biasanya, beberapa orang mengidentifikasikannya dengan jenggot, kehitaman jidatnya, tempat gaulnya, tempat aktifnya, organisasinya, ke-‘innocent’-an wajahnya, bisa juga kosa kata percakapannya:nasyid, ana, antum, ‘afwan. Sedangkan utnuk akhwat, karena sangat mudah diidentifikasi secara visual, kriterianya bisa cuma dua, ukuran jilbabnya dan kaoskakinya. Jika berjilbab lebar dan berkaoskaki maka ia disebut akhwat., jika ia berjilbab kecil dan berkaoskaki atau tidak maka disebut ikhwit. Begitukah ikhwan?


Ada banyak orang sering menilai dan menamai sesuatu dengan apa yang ia lihat. Cara ini tidak sepenuhnya salah. Karena memang semestinya dari penglihatanlah kita mulai memahami sesuatu. Namun, jika pertanda itu banyak, maka memang harus ada prasyarat kunci yang bisa membedakannya dengan hal lain yang mirip. Lantas, apa prasyarat kunci yang harus dimiliki oleh seseorang hingga layak disebut ikhwan atau akhwat?

Kata kuncinya adalah tarbiyah. Keikutsertakan seseorang dalam proses tarbiyah adalah kunci yang merangkum sekian banyak aspek kepribadian. Jika ia ikut dalam proses tarbiyah, maka berarti ia telah mengakui eksistensi orang lain sekaligus keterbatasan dirinya, tidak egois, bisa bekerjasama, menghargai sistem, mau berbagi dan berkorban, menghargai ilmu, dan sabar untuk memeperolehnya, dan bersedia berproses bersama orang lain. Oleh karena itu, sungguh salah jika ada orang yang menilai bahwa tidak ada bedanya antara orang yang ikut dalam halaqah tarbiyah dengan yang tidak. Mereka yang menilai sama, pasti ia hanya menilai sempit bahwa tarbiyah adalah menambah koleksi ilmu semata. Padahal tarbiyah punya sekian banyak makna yang tidak bisa dibuka oleh mereka yang memiliki kesombongan.

Jika tarbiyah adalah prasyarat kunci, maka selebat apapun jenggot seorang lelaki, seaktif apapun ia di lembaga bermerk ”ikhwah”, tetapi kalau ia tidak ngaji, tidak liqo setiap pekan di majelis tarbiyah, ia nampaknya hanya layak disebut pseudo-ikhwan, pseudo-ikhwah. Demikian juga akhwat.

Tetapi, kita ternyata masih harus hati-hati. Karena ternyata, ada juga pseudo-tarbiyah. Keikutsertaan dalam katifitas-aktifitas tarbawi ternyata tak menjamin seseorang benar-benar tertarbiyah. Lagi-lagi, kata kunci apa yang membuat seseorang bisa dikatakan telah tertarbiyah atau menjalani tarbiyah dengan benar?.

Kuncinya ada pada perubahan yang etrjadi padanya. Tarbiyah adalah proses ke arah yang elbih baik sec ara terus menerus. Ia bukan etrminal perhentian, atau status permanen yang bisa disandang. Sehingga, tarbiyah meniscayakan komitmen perubahan. Ia menghendaki luruhnya kesombongan dan kemalasan untuk berproses.

Karena itu, jika seseorang tidak menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, menjadi kopral macet, sebenarnya ia menjalani terbiyah yang semu. Ia hanya melakukanpseudo-tarbiyah.

Sampai di sini, tulisan ini sama sekali tidak ingin dijadikan bahan olok-olokan. Cukuplah kata pseudo ikhwan, pseudo akhwat, juga pseudo tarbiyah, kita jadikan bahan renungan dalam. Sebab, masalahnya akan sangat sederhana, jika kita gunakan sebutan ikhwan-akhwat sebagai kategori jenis kelamin belaka.

Saya hanya teringat, Asy-Syahid Hasan Al Banna pernah berkata: Kam fiina walaisa minna, wa kam minna walaisa fiina. Berapa banyak orang yang bersama kita, tapi sebenarnya mereka bukan golongan kita. Berapa banyak pula orang yang sebenarnya masuk golongan kita, tetapi mereka tidak bersama kita. Allahu A’lam.

Arsan Nurrokhman

LenteraJogja Edisi 05/Tahun 2-Desember2005


Responses

  1. Nice Figure….

  2. terus bermuhasabah..
    Atik, pa kabar? eh tadi kita baru ketemu dink!

  3. alhamdulillah baik, sehat =)
    iya tadi hbs ktmu,,
    pasti dit4 yg sama
    he2x..

  4. Ikhwan, secara harfiah berarti saudara (jamak dari akhi). Akhwat atau akhowat berarti saudari (jamak dari ukhti).

    Jadi, sebenernya tiap orang itu bisa dikategorikan sebagai ikhwan atau akhwat (pilih salah satu, jangan dua2nya😆 ).

    Pemakaian dua kata itu untuk menyebut geng2 anak musholah itu adalah hal yang wajar. Fenomena itu merupakan fenomena perkembangan bahasa, yaitu penyempitan makna. Mirip kata sarjana yg artinya menyempit seiring perkembangan zaman.

    Mirip dengan dua kata sebelumnya, tarbiyah sendiri berarti pendidikan. Penyempitan makna tarbiyah dilakukan oleh beberapa golongan dengan hanya merujukan makna tarbiyah kepada kegiatan liqo’ atau ngaji berkelompok secara mingguan.

    But at all, it’s no problem. Yg perlu kita pahami bersama adalah bahwa kegiatan tarbiyah tidak terbatas pada sistem liqo’at saja. Sistem tersebut hanya salah satu alternatif dari sekian banyak metode tarbiyah.

    Wallahu a’lam. Ini ceritanya sy lagi sotoy😀 .

  5. tarbiyah maksudnya gimana? pengajiannya atau tarbiyah dalam arti yang sesungguhnya?🙂
    afwan, numpang lewat.. mampir sebentar…

  6. *) agungfirmansyah
    ^_^

    *) asakehidupan
    Oke,syukron ya mb dah mampir
    Tarbiyah dalam arti yang sesungguhnya.

  7. Penggunaan istilah-istilah tersebut, bukannya malah mengkotak-kotakkan ya? Atau terdapat perubahan bahasa?

    Kemudian terdapat istilah-istilah yg asing, yang ditambah-tambahkan. Bukankah itu bisa merusak bahasa ya? (misalkan: kata ikhwit?)

  8. assalamualaikum…
    wah.. ternyata brat juga ya menjadi ikhwan tawa akhwat yang baik,,,,
    eumh jadi pengen ,,,tapi gmana donk caranya,, trus buat merubanya aku harus mulai dari mana ???
    syukron sebelumnya..:-)

  9. Subhanallah ,, tak mudah ya menjadi ikhwan yang tangguh,,berarti selama ini ana cuma bisa jadi ikhwan tanggung,,mmmmmhh……payah….
    buat semua ikhwahfillah ,,minta bimbingannya atuhh…

  10. *) arifromdhoni🙂 itu sebagai gambaran aja kak, ikhwit tu maksudnya belum akhwat2 banget gitu. afwan

    *) dzikri fajar s
    Alaykumussalam…
    hmmm… ditaruh dulu ya bawaannya biar ga berat.
    dimulai dari sekarang, saat ini, dan dari diri sendiri.
    luruskan niat hanya untuk Allah SWT.
    Bismillah….

    *) yayan oktriana
    kalau masih tanggung, ayo diselesaiin dl… hehe
    semangat!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: