Posted by: mediasholeha | October 8, 2009

Menjaga Istiqamah Pasca Ramadhan

Menjaga Istiqamah Pasca Ramadhan

Quran

“Ya Allah, jadikanlah Al Qur’an-Mu yang Agung ini musim bunga hati kami, penerang jiwa kami, pelipur lelah kami, penghilang gundah gulana kami, penyelamat hidup kami dan penuntun kami menuju surga-Mu, surga Jannatun Na’im….”

“Sebaik-baik amal adalah yang dilakukan terus menerus meskipun sedikit.”

Kaidahnya:

  • Istiqamah adalah fitrah kita.

Siapapun pasti ingin istiqamah.

  • Untuk bisa istiqamah, kita harus kembali kepada fitrah kita

  • Fitrah akan membuat kita menjalani hidup ini dengan logika ”ikhlas”

  • Logika ”ikhlas” akan mendorong kita bisa istiqamah.

Fitrah> Ikhlas>> Istiqamah

Belajar dari Saringan dan Telaga:

Ada seorang santri yang bertanya pada gurunya., ”Bagaimana saya bisa terus menjadi orang yang baik?.” Gurunya adalah seorang yang ahli logika. Kemudian gurunya menjawab, ”kalau engkau bisa mengisi saringan dengan air, dan saringan itu penuh dengan air tersebut.” Santri bingung, apa maksudnya?. Suatu ketika dipertemukanlah kembali dengan gurunya. Ia sengaja membawa saringan itu dan minta diajarin gurunya bagaimana cara memenuhi saringan itu dengan air. Kemudian diajaklah sang santri itu ke telaga yang jernih. Dan dilemparkannya saringan itu ke telaga tersebut. Setelah itu sang guru meninggalkannya. Sang santri paham, gurunya mengajarinya untuk bisa berpikir. Lalu apa makna saringan dan telaga tersebut?

saringan

Saringan : gambaran tentang kita. Tahajjud, shalat jama’ah,   sedekah kita yang masih bolong-bolong.

Setelah sebulan penuh kita isi (Ramadhan), tapi tidak ada bekasnya. Dan ini membuat tidak adanya pengulangan (ibadah). Ketika misalnya kita (dari luar Jogja) berkunjung ke Jogja, kemudian makan gudeg dan enak rasanya. Pasti ketika esok lusa kita berkunjung kembali ke Jogja, kita ingin makan gudeg lagi (mengulanginya). Begitu juga ketika kita merasakan nikmatnya ibadah, kita pasti ingin terus mengulangi kembali.

telaga

Telaga : gambaran kehidupan kita. Ketika saringan kita lemparkan ke telaga, agar bisa tenggelam, syaratnya harus ikhlas. Untuk bisa ikhlas, kita harus kembali pada fitrah.

Ketika momen ’Idul fitri,

”Ya Allah, terimalah amal Ramadhan kami, golongkan kami ke dalam barisan orang-orang yang kembali pada fitrah, senantiasa bahagia, dan sepanjang waktu selalu dalam kebaikan.”

”Setiap bayi yang lahir itu dalam keadaan fitrah.”

2 Jenis IKHLAS :

  1. Ikhlas di hadapan Allah, berarti tidak henti beramal semata-mata karena Allah.

  2. Ikhlas di hadapan sesama, berarti menghadapi apapun dan siapapun dengan hati yang lapang.

Mengapa kita TIDAK IKHLAS?

Ketidakikhlasan dalam hidup terjadi karena ketika masih sering terkecoh oleh penampilan (bungkus).

  • Misalnya saja ada seorang umur (sekitar 40 tahun). Tiba-tiba datang kepada kita dan mengatakan, ”Dasar MONYET!!. Sesungguhnya dia telah menunjukkan kebodohannya. Sudah berumur 40 tahun tapi masih belum bisa membedakan mana orang dan mana monyet.

  • Si Fulan punya 3 teman, A (teman yang disayangi), B (teman yang biasa aja), dan C (teman yang dibenci). A tentu lebih banyak perhatiannya dari si Fulan di bandingkan dengan B, apalagi ke C. Suatu ketika Fulan punya masalah di pengadilan. Fulan meminta tolong kepada A, tapi A tidak bisa menolongnya, karena ga mau ikut terlibat dalam urusan pengadilan Fulan, dan meminta Fulan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Fulan kecewa kepada A. Kemudian, datanglah Fulan ke B, dengan maksud yang sama. Tapi B hanya bisa mengantarkan Fulan ke pengadilan dan kemudian pulang kembali meninggalkan Fulan di pengadilan. Fulan kecewa kepada B. Setelah itu, Fulan datang kepada C. Seperti sebelumnya, dengan maksud yang sama, C bersedia membantunya, tapi sesuai dengan kebaikan yang dilakukan oleh Fulan kepada C. Kali ini Fulan tidak kecewa pada C, tapi kecewa pada dirinya sendiri.

:: Ketika kita meninggal nanti, waktu kita diadili, kita akan ingat pada 3 teman kita::

    1. Teman yang disayangi (Harta) : tidak bisa membantu kita.

    2. Teman yang biasa saja (keluarga) : hanya bisa mengantarkan kita.

    3. Teman yang cenderung tidak disukai/dibenci (Amal) : bersedia membantu sesuai dengan kebaikan yang kita lakukan. Kalau shalat malam kita witir satu rakaat, ya itulah bantuan untuk kita nanti, pahala dari satu rakaat tersebut.

Dunia dan keluarga tidak bisa membantu kita, hanyalah amalan yang bisa membantu kita menuju pengadilan akhirat. Melihat kebaikan sebagai sesuatu yang harus dicintai.

[] Dengan kembali kepada Fitrah, kita akan memandang segala sesuatu tidak hanya dengan pandangan mata semata, namun selalu disertai dengan pandangan MATA HATI.

Pandangan MATA HATI akan membuat apapun yang kita lihat selalu menggetarkan hati kita untuk TA’DHIM (Mengagungkan) Allah Ta’ala.

Kita ketahui peristiwa Gempa di Padang kemarin, gempa pertama pukul 17:16. Surat Al Israa’ :17.

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

kebesaran Allah1

Alam saja mengagungkan Allah, bagaimana dengan kita???. Banyak dari kita yang sombong dengan hartanya, laptopnya, wajahnya, hpnya, dll.

”Ya Allah, Alangkah Maha Agungnya Engkau, dan betapa kerdilnya kami…”

Rasa ta’dhim untuk Allah Ta’ala akan mendorong kita menjadikan hidup ini hamparan ”sajadah” panjang tempat kita sujud tunduk kepadaNya, dengan ikhlas sepenuh hati.

sujud-01

[] Dengan kembali kepada Fitrah, membuat kita akan memandang dan menyimpulkan segala hal dengan hati yang lapang.

Fitrah membuat kita tidak punya kesanggupan untuk membenci sesama. Marah, benci, dendam, apalagi saling bermusuhan adalah wujud dari pengingkaran terhadap Fitrah.

Kenapa kita bisa membenci orang lain??? Karena yang kita lihat adalah keburukannya. Ketika kita benci pada seseorang, carilah kebaikannya. Seperti kisah di bawah ini:

Ada seorang istri yang mengadu kepada ustad bahwa ia membenci suaminya, karena suaminya begini dan begini. Kemudian sang ustad memberinya secarik kertas dan memintanya menuliskan 10 keburukan suaminya dalam 1 menit. Nampaknya berjalan dengan sukses, sang istri berhasil menuliskan 10 keburukan suaminya. Kemudian sang ustad memintanya untuk mencari satu kebaikan saja dari suaminya dalam waktu semalam, kemudian besoknya kembali menemui sang ustad tersebut. Ketika datang menemui sang ustad, sang istri sudah beda nada suaranya. Dan ia berhasil menemukan satu kebaikan dari suaminya. Sampai akhirnya tepat 10 malam, lengkaplah sudah sepuluh kebaikan yang ia dapat. Sesudah itu, dia paham, bahwa begitu banyak kebaikan suaminya apdanya. Kebaikan seorang suami yang memberi anak (keturunan) kepada sang istri yang merupakan aset investasi ke surga. Bagaimana tidak, bayangkan saja ketika seorang wanita hamil tanpa punya bapak?.

12_dunia_embun_pagi

”Cinta dan kasih sayang kepada sesama membuat hidup kita selalu ditetesi embun kejernihan dan kesejukan yang mendorong kita sellau (istiqamah) berpikir dan melakukan amal yang ”jernih” yang menyejukkan.”

”Ketika Istiqamah belum kita miliki, itu menjadi evaluasi bagi kita.”

Kajian Rutin Pagi Hari (KRPH) @ Masjid Mardliyyah UGM

08 Oktober 2009 ( 19 Syawwal 1430 H), pukul 06.30-08.00 WIB

Bersama Ustad Syatori Abdurrouf

About these ads

Responses

  1. Wah banyak yang bisa kupetik disini

  2. Semoga bermanfaat…

  3. susah tenan ki…ngomongke tentang ikhlas. aku cuma dikasih tau, ikhlas itu, ketika semuanya berasal dari awal segala sesuatu. gak pernah bahas topologi ikhlas karena ikhlas dianggap sebagai identitas tunggal yang berdiri sendiri

  4. *) KAtS
    :)

  5. hmm…

  6. .. sungguh banyak nikmat yang telah kita peroleh .. dan sungguh sedikit sekali kita bersyukur .. ya Allah, jadikanlah kami termasuk dari hamba-hamba-Mu yang bersyukur ..

  7. Amin…:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers

%d bloggers like this: