Posted by: mediasholeha | October 4, 2009

Tadabbur Qur’an Surat Al A’raf ayat 44-53

Tadabbur (merenungi) ayat-ayat Allah.

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?.” [QS. Muhammad : 24]

“…Apakah mereka tidak merenungkan ayat-ayat Allah…” [QS. An Nisaa’]

Inti diturunkannya Al Qur’an adalah untuk ditadabburi (direnungkan). Dan setelah itu diaplikasikan dalam perbuatan amaliyah kita.

Teman-teman, mari sejenak kita tadabburi/renungkan Al Qur’an surat Al A’raf ayat 44-53. Mengenai percakapan antara penghuni surga dan penghuni neraka.


Surat Al A’raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam

dan termasuk golongan surat Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A’raaf  karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46

yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada

di atas Al A’raaf yaitu: tempat yang tertinggi

di batas surga dan neraka.

44. Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.”

46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf[543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum[544].” Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

Keterangan :

543]. Al A’raaf artinya: tempat yang tertinggi di antara surga dan neraka.
[544]. Artinya: mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.

47. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.”

48. Dan orang-orang yang di atas A’raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.”

49. (Orang-orang di atas A’raaf bertanya kepada penghuni neraka): “Itukah orang-orang[545] yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?.” (Kepada orang mukmin itu dikatakan): “Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.”

Keterangan :

[545]. Maksudnya: penghuni syurga.

50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: ” Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami[546]; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Keterangan :

[546]. Maksudnya: atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemashlahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akhirat.

53. Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya[547] sebelum itu: “Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?.” Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

Keterangan :

[547]. Maksudnya: orang-orang yang tidak beramal sebagaimana yang digariskan oleh Al Quran.

Yuk bersahabat dengan Al Qur’an !

“Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi syafa’at dan sahabatmu.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: